
Zhang San menghancurkan jiwa Dari Zhang Juan yang hendak lepas dari segel miliknya dengan api hitam yang memabakar tanpa sisa.
Zhang San melambaikan tangannya, Lalu sebuah cincin dimensi yang cukup bagus melayang ke tangan Zhang San, Dia pun segera memasukan kesadaran kedalam untuk memeriksa "Ruang yang cukup luas, Hemm, dan ada begitu banyak bahan untuk membuat racun, Juga ada jutaan koin emas. setelahnya, Dia lumayan kaya, tapi sayang tidak ada bahan selain bahan membuat racun" Gumamnya lalu menatap Zhang Yimin. "Bagaimana keadaanmu tetua?"
"Aku tidak ada masalah, semuanya baik, Sebenarnya kita berada dimana?" Zhang Yimin menatap Zhang San dengan penasaran.
"Kita berada dalam dunia ilusi yang kuciptakan, Ayo kita keluar" Sahut Zhang San yang tak ingin mengatakan hal yang sebenarnya, Karna dia masih belum sepenuhnya yakin dengan Zhang Yimin, Selain itu tidak ada hubungan Kontrak jiwa ataupun hubungan darah naga yang bisa mengekangnya jika suatu saat Zhang Yimin berhianat, Hanya mengantisipasi saja.
Mereka berdua keluar dari dimensi dunia jiwa melewati Portal yang sama "Dimana kamu belajar cara membuat Formasi yang cukup kuat ini, Aku yakin jika kau sudah berada di tahap dewa Merah, Semua teknik Formasimu akan sangat kuat, Aku berharap kau bisa secepatnya naik tingkat agar aku bisa membawamu ke Klan Zhang" Tanpa menoleh Zhang Yimin berkata sambil mereka terus berjalan santai menuju kediaman yang sudah disiapkan oleh Zhang San untuk Zhang Yimin.
Tangan Zhang San terus melambai menghilangkan prisai ilusi dan menutup portal dunia jiwa sambil tersenyum dia pun segera berkata "Sekarang aku masih berada pada pertengahan Dewa Hijau, Untuk mencapai puncak masih memerlukan waktu yang lama, Namun karna ada Formasi pengumpul energi yang kuat dalam Goa Suci, Itu akan mempersingkat waktu, Meski seperti itu, Untuk mencapai tingkat dewa Merah akan membutuhkan sumberdaya yang lebih banyak lagi"
"Kau tenang saja, aku masih memiliki cincin yang lainnya" Zhang Yimin segera menunjukan Sebuah Cincin di dua jarinya yang menyatu, Lalu berkata lagi "Didalam cincin ini ada beberapa Pil untuk menaikan tingkatan hingga Dewa Merah tahap awal bahkan jika cukup akan membuatmu naik ke tahap menengah, aku bisa percaya akan hal itu, dengan kejeniusanmu! Kau akan melampaui leluhur Zhang" Ucap Zhang Yimin sambil melambungkan cincin itu dengan santai
"Jangan terlalu berharap kepadaku Tetua, Aku tidak sejenius itu" Sahut Zhang San sambil menyambut cincin itu, lalu mendorong pintu kediaman karna mereka sudah sampai "Silahkan tetua beristirahat lebih dulu, aku permisi"
"Jangan terlalu Formal, Kita adalah keluarga, Meski sedikit jauh, Namun garis darah tetap saja sama" Ucap Zhang Yimin lagi sambil menatap Zhang San yang meninggalkan tempat itu dengan tersenyum.
.............
"Bagaimana keadaannya sekarang Nak" Panggil Tian Zhu kepada Zhang San yang melewati halam depan kediaman Tian Zhu. Rumah mereka tidak terlalu jauh jaraknya.
__ADS_1
"Semua sudah beres ayah" Sahutnya dengan sedikit kecanggungan, Karna biar bagaimanapun juga mereka sudah akrab dan Zhang San biasanya memanggil Tian Zhu dengan sebutan paman.
"Duduklah disini" tunjuk Tian Zhu ke kursi kayu yang cukup panjang.
Zhang San mendekat dan duduk lalu berkata "Bagaimana dengan ibu mertua? Ayah!" Tanyanya berbisik.
"Bagaimana apanya? Kamu ini seperti pemuda polos saja, bertanya hal seperti itu" Sahut Tian Zhu sedikit malu lalu memukul kepala Zhang San pelan.
"Hahaha, Jangan terlalu malu ayah!" Senggolnya, "Lihat wajahmu seperti tomat matang" Zhang San terus menertawakan wajah malu Tian Zhu. memang mereka sering bercanda sebelum menjadi menantu dan mertua.
"Siapa sebenarnya Ayah mertua?" Tatap Zhang San dengan wajah serius kali ini, Dia sangat penasaran akan identitas asli Tian Zhu.
"Haih..." Helaan nafas terdengar pelan lalu dia memandang langit "Harus memulai dari mana, Tidak ada yang istimewa" Ucapnya lalu mulai bercerita tentang kehidupannya di Klan Zhu sebelum dia pergi meninggalkan Klan, dan kekecewaannya terhadap Klan yang terlalu sombong dan slalu bersikap mendominasi disetiap perkataan dan perbuatan.
"Sudah larut malam, Kembalilah, dua istrimu pasti mau minta jatah" Ucap Tian Zhu lalu berdiri dan memasuki kediaman meninggalkan Zhang San yang berwajah masam "Bilang saja, Ayah yang mau minta jatah sama ibu mertua, Huuuu" gumamnya lalu pulang kerumah.
Dan dia pun juga meminta jatah kepada kedua istrinya yang saling bergantian menyenangkan miliknya.
"Aku berencana untuk ke benua selatan bersaka Tetua Zhang Yimin" Zhang San berkata sambil membelai rambut kedua wanita di kedua sisi tubuhnya.
"Apakah kami boleh ikut?" Cao Ling An segera bertanya dengan mata yang membulat dan eksperi imut miliknya yang sulit untuk ditolak
Begitu pula dengan Yue Ao Zisi yang memang memiliki pesona rubah yang mengikat hati
__ADS_1
Helaan nafasnya terdengar pelan "Lalu siapa yang menjaga sekte jika kalian berdua ikut?"
"Kan ada ayah dan ibu!" Cao Ling An mengingatkan
"Tapi ibu mau menemui Paman Yu Tai Ba dalam waktu dekat ini Kan?"
"Setelah mereka datang baru kita berangkat" Ucao Yue Ao Zisi lagi menambahkan.
"Baiklah, tapi dengan syarat, Kalian tetap berada didunia jiwa, Dan aku juga berencana membawa Feng Yaya"
"Kenapa membawa muridku?" Tanya Ao Zisi, "Apa jangan-jangan kau ingin menjadikannya istri?" Tanya Ao Zisi lagi sambil menutup mulut dan menggelengkan kepala.
"Aku tidak sejahat itu, Aku hanya ingin melindunginya dari incaran orang lain yang menginginkan pedang Phoenix yang ku berikan, Karna itu adalah harta pusaka klan Zhu, Milik Ayah mertua, Jika dia disini, Takutnya akan ada hal yang tidak di inginkan. Namun sebelum pergi aku juga akan berkultivasi secara tertutup" Ucap Zhang San lagi.
Mereka terus saling berbincang hingga pagi, setelah menyelesaikan beberapa ronde lagi
............
Siang hari kembali datang Enam peserta sudah berada dipinggir lapangan dan para penonton semakin banyak yang hadir. hingga ada sebagian yang tidak mendapatkan tempat duduk dan terpaksa berdiri.
Antusisme semakin meningkat dan hal itu akan meningkatkan juga pamor sekte pedang Kebajikan, Meski baru berdiri tidak sampai satu bulan namun banyak orang yang sudah mengetahui keberadaannya.
"Ku harap kalian semua sudah siap dengan apapun, Tidak ada peraturan yang dirubah, Kalian tetap harus mengingat bahwa ini pertandingan persahabatan, akan tetapi, Meski ini hanya pertandingan persahabatan, Kami tetap akan memuaskan kalian dengan berbagai hadiah yang cukup menguntungkan untuk kultivasi kalian selanjutnya.
__ADS_1
Jadi tetap tampilkan semangat juang kalian, Karna tiga hadiah utama adalah Goa Suci yang mana jika seseorang berkultivasi didalamnya. itu akan mempercepat durasi waktu kultivasi dan ada juga sumberdaya yang akan menaikan tingkatan kalian secara langsung, Jadi persiapkan dengan baik"