
Yan Li-Mau pulang dengan tangan kosong. Berjalan dengan langkah kaki gontai menuju rumah nya.
Semua orang yang melihat nya tak ada yang berani bertanya. Mereka hanya berbisik bisik pelan sesama mereka.
"Di mana anak ku?" Tanya Duan Wuya, istri dari Yan Li-Mau.
Yan Li-Mau tak menjawab nya. Dia menunduk kan kepala lalu mengacak ngacak rambut nya.. "Panggilkan aku tetua Yan Mubai." Teriak nya kepada istri nya. Dia pun langsung bergegas. Dia hendak terus bertanya. Namun melihat kesuraman dari wajah suami nya. Dia menahan pertanya'an itu, Untuk nanti.
Karna jarak yang begitu dekat antara kediaman Yan Mubai dan Yan Li-mau. Duan Wuya pun sampai dengan cepat lalu mengetuk pintu sambil memanggil nama Yan Mubai.
Beberapa sa'at pintu berderit. Keluar lelaki paruh baya tanpa memakai baju sambil bertanya.
"Kepentingan apa, sehingga membuat mu yang langsung kemari memanggilku, bukan kah masih ada pelayan?" Tanya nya agak serius karna melihat wajah tanpa exspresi dari Duan Wuya.
"Kau di panggil suami ku. Ke ruangan nya" jawab nya lalu berbalik meninggalkan Yan Mubai yang kembali masuk mengambil baju nya.
Sekejap saja. Yan Mubai sudah berada di ruangan Yan Li-Mau dan mereka berbicara sangat serius.
"Baik lah tetua Li, aku akan mengerahkan semua anggota divisi informasi. Untuk mencari keberada'an anak mu. Atau dengan siapa dia sempat bersinggungan beberapa hari ini, tunggu saja kabar baik nya" ucap nya lalu berdiri dan keluar tanpa memberi salam. Karna mereka tumbuh bersama dan masih satu keturunan yang sama. Walau pun Yan Mubai bukan dari Keluarga Pusat, namun kontribusi nya menjadikan dia tetua di Klan Utama.
°°°°°
Di kediaman yang atap nya tertutupi oleh salju. Hawa dingin menyeruak ke dalam tulang. Lampu kecil tersusun rapi, menerangi ruang yang tidam terlalu besar itu. di dalam ruang tamu Empat orang sedang duduk saling berhadapan.
"Namaku Yu Tai Ba. Aku sangat berterima kasih atas kebaikan hati kalian berdua. Menolong putra ku satu- satu nya ini, Sebelum nya aku belom tau siapa nama kalian berdua?" Patriak Yu Tai ba mengawali pembicara'an dengan pertanya'an sederhana.
"Saya Dong Hu. Dan ini Tuan Muda saya, Zhang San" sambil mengarahkan tangan nya kesamping nya. Lalu menangkup kan tinju nya kedepan.
Pelayan datang membawakan makanan ringan serta teh yang berbau harum. Lalu pelayan itu pergi setelah menata semua nya di meja.
__ADS_1
"Silahkan di nikmati" ucap patriak Yu Tai Ba.
"Teh ini sangat nikmat patriak" ucap Zhang San dengan Jujur sambil masih menyesap teh hangat itu.
"Aku merasa tak pernah meminum teh yang senikmat ini. Apakah aku boleh meminta untuk menyeduh nya di lain waktu?" Dong Hu bertanya tanpa rasa malu yang kemudian kaki nya di injak pelan oleh Zhang san.
Melihat apa yang terjadi diantara mereka berdua. Patriak Yu Tai Ba hanya tersenyum tipis saja. Lalu menjawab cepat "Tentu boleh tetua Dong, apa kah ada yang di minta lagi. Biar nanti sekalian disiap kan?"
Mendengar kalimat itu. Tetua Dong sangat senang. "Cukup itu saja dulu patriak" sahut nya.
"Sebenar nya tetua dan saudara Zhang mau pergi kemana?" Yu Qin Chang dari samping mengajukan pertanya'an.
Kini giliran Zhang San yang menjawab "kami belum tau mau kemana. Kami sebenar nya bukan asli orang sini. Kami terdampar bersama tetua Dong di wilayah ini setelah di hisap oleh pusaran Spasial" sahut nya tanpa menjelaskan detail lebih lanjut.
"Kalau begitu kalian perlu informasi. Aku akan memberikan mu sesuatu" patriak Yu Tai Ba langsung mengibaskan tangan nya pelan lalu keluar sebuah gulungan mengambang di depan nya. Dan gulungan itu kemudian di berikan kepada Zhang San.
"Apa ini patriak?"
"Terima kasih banyak atas penjelasan mu patriak. Kalau boleh tau Seberapa jauh menuju Klan Tian patriak?"
"Apakah kau mengenal seseorang disana? Tanya Yu Tai Bai Lagi.
"Aku pernah mengenal seorang senior yang sangat baik. Nama nya Tian Zhu. Apakah Patriak mengenal nya.?"
"Kalau tidak salah. Dia adalah tetua agung di Klan Tian. Dia adalah orang bijak. Namun sudah beberapa tahun dia menghilang. Dan tak tau apakah sudah kembali. Atau tidak.."
"Emmm. Tapi aku akan tetap kesana patriak..."
"Kalau begitu berhati- hati lah di perjalanan nanti. Karna wilayah barat terkenal banyak monster kuat yang berkeliaran di hutan panjang perbatasan."
__ADS_1
Zhang San mengangguk tanpa menyahut lagi.
"Menginap lah disini untuk sementara waktu" Yu Qin Chang menawarkan tempat untuk bermalam.
"Tentu, karna sudah malam. Tuan muda ku ini pasti tak kan menolak" ucap Dong Hu tanpa menunggu persetujuan dari Zhang San.
Dong Hu ini biar pun sudah paruh baya. Namun jiwa humor nya masih seperti jiwa muda.
"Ayo kita keruang makan" ajak Yu Tai Ba sambil mengarahkan tangan nya kedepan.
Mereka pun makan malam bersama. Dan Zhang San menginap disana.
Di dalam kamar nya. Zhang San memasuki dunia jiwa.
Dia terbang mengelilingi dunia kecil itu. Memeriksa dari atas apa yang di perlukan lagi.
"Hemmm. Aku belom mempunyai ladang herbal, aku harus mencari benih nya lebih dulu." Setelah berucap dia turun ke arah Yan Shong dan enam orang yang lain nya. Yang masih terbaring memulihkan diri.
Zhang San membangun penjara disana. Dan memasuk kan mereka kedalam nya..
Lalu dia terbang ke arah Sekte nya. Dan melihat perkembangan anggota sekte yang berada di menara kultivasi.
Salah satu tetua yang melihat Zhang San berada di udara. Langsung terbang dan menyapa. "Salam patriak muda" ucap nya dengan penghormatan. Tak ada senior atau junior diantara mereka. Yang ada yang kuat lah yang patut di beri hormat.
Zhang San mengangguk kan kepala nya lalu bertanya. "Ada apa kah tetua?" Dia menatap wajah lelaki yang hampir seumuran dengan ayah nya itu. Mungkin sekitar 40tahun.
"Seperti nya pil penerobos alam hampir tidak mencukupi untuk konsumsi semua anggota sekte" ucap tetua itu dengan nada rendah.
"Baik lah, nanti aku akan membuat nya lagi tetua Gu Hui, aku akan mencari bahan pelengkap nya dulu" ucap nya sambil tersenyum lalu meninggalkan Gu Hui yang masih kagum dengan sikap Patriak muda nya itu.
__ADS_1
Setelah itu dia kembali ke kamarnya, dan berbaring hingga terlelap...