ZHANG SAN

ZHANG SAN
Hal yg di takut kan


__ADS_3

."Melepaskan orang yg dicintai memang menyakit kan, namun tak semua yg di cintai harus dimiliki.." Ucap Zhang San menolak dengan halus.


"Sungguh aku manaruh besar harapan padamu. Namun jika akhir nya kau memilih setia. Itu pasti lebih baik untuk ku. Untuk mu. Dan untuk nya. Terima kasih sempat menemaniku" Xin Qian mengusap air mata nya, dan dia menguatkan hati nya.


Kecanggungan pun terjadi di antara mereka. Namun suara seseorang membuyarkan kecanggungan itu.


"Nona... Nona!" Teriak seseorang dengan tergesa- gesa.


"Ada apa? Tarik nafas perlahan. Lalu jelaskan detail nya." Ucap Xin Qian


"Tuan muda Chang datang kesini nona, dia ingin menantang tunangan nona, kini dia sedang menunggu di luar kediaman" Ucap nya menyampaikan


"Biarkan saja dia, kembali lah ke tugas mu" ucap nya


Setelah pelayan itu pergi. Lalu dia berkata


"Inilah yg aku takutkan, dia pasti akan datang dan menantang orang yg dekat dengan ku, apa yg harus aku lakukan,? Dia orang yg penuh dengan ambisi. Tak seharus nya ayah menari kak Zhang kedalam situasi rumit ini."


"Chang Jerue adalah tuan muda ketiga yg paling di sayang di klan Chang. Sedang kan Klan Chang di kota Bulan Merah ini ada lah Klan yg mendominasi. Dihuni oleh beberapa kultivator tingkat kaisar yg menjadi panatua mereka. Dan patriak Chang Dalue sekarang berada di tingkat kaisar tahap puncak.


Maka nya Chang Jerue ini begitu tidak tau malu. Banyak sudah wanita yg di perlakukan nya seperti itu. Kami hanya klan kecil disini. Jadi tak berani melawan. Maka nya ayah merencanakan pertunangan pura- pura. Namun ayah tak terlalu mengenal sifat nya." Ucap nya sedih karna tak berdaya.


"Tak perlu kau pikirkan. Biarkan aku membantu mu untuk yg terakhir" lalu Zhang San berdiri dari kursi yg mereka duduki. "Pimpin jalan nya"


Didepan kediaman. Chang Jerue bersama Chang wudi menunggu dengan gelisah. Dan dia sudah tak sabar lagi hingga menerobos paksa.


Para penjaga tak mampu melawan nya. Karna Chang Jerue sudah berada di tingkat prajurit tahap puncak, sedangkan para penjaga hanya di tingkat emas,


Tak berselang lama mereka berdua sudah bisa masuk setelah memukul beberapa penjaga hingga pingsan.

__ADS_1


Patriak Xin keluar dari kamar nya lalu menemukan dua orang yg tak asing.


"Kenapa kalian masuk dengan paksa kesini, apa kalian tak di ajari tata krama?"


"Kau tau patriak Xin, bahwa aku menyukai anak mu dan telah melamar nya. Namun penolakan yg kudapat. Apakah salah jika aku kesini ketika mendengar bahwa Xin Qian bertunangan. Tidak ada yg bisa memiliki selain aku" ucap Chang Jerue dengan sombong. Karna merasa klan nya lah yg berkuasa di kota ini.


"Kau tau sendiri dengan kelakuan mu? Maka nya anak ku menolak, dan kini dia sudah menemukan lelaki nya. Jadi sudah sepantas nya kau mundur. Jangan ganggu lagi anak ku" Sahut Patriak Xin yg mulai gusar dengan tingkah Chang Jerue itu.


"Haha haha klan Kecil ini ternyata berani melawan tuan muda ketiga" ucap Chang Wudi yg sudah melompat kearah patriak Xin yg belom siap mendapat kejutan. Buugh....! Tinju bersarang di dada nya. Patriak Xin pun termundur beberapa langkah,


"Ini tidak akan terjadi jika kau menerima lamaran tuan muda ketiga" Ucap Chang Wudi yg menyeringai. Kemudian dia melesat kembali dengan tinju yg menderu. Namun kali ini tak mungkin patriak Xin belom siap.


Dia menghalau tinju itu dengan telapak tangan kanan nya. Lalu melepas kan kepalan tangan kiri nya ke arah muka Chang Wudi. Braaaaak...


Chang wudi mundur dan gigi nya terlepas satu. Namun dia tak memperdulikan nya. Dia hanya meludah untuk mengeluarkan gigi itu. Kemudian dia mengambil senjata nya yg berupa tombak. Lalu menghunuskan nya.


Namun patriak Xin juga menarik pedang nya yg telah dia keluarkan dari cincin penyimpanan.


Pedang dan tombak beradu menciptakan daya kejut yg mengetarkan kediaman rumah.


Tombak terus menusuk, menembus tiang- tiang rumah. Patriak Xin melompat kesamping lalu menebaskan pedang nya dari atas. Namun masih pula dapat di tahan dengan tombak yg Chang Wudi halangkan di atas kepala nya.


"Wudi cepat kalah kan. Tapi jangan bunuh dia. Karna dia akan jadi mertua ku" ucap Chang Jerue yg duduk santai tanpa memikirkan rumah orang hancur.


"Baik tuan muda ketiga" sahut nya yg langsung mengangkat tombak nya ke atas lalu menendang perut Patriak Xin. Namun patriak Xin juga menendang hingga kaki sama kaki berbenturan. Dan Chang Wudi termundur. Dan patriak Xin melambung berputar dua kali.


"Aaaah Siaaaaal..!" Chang Wudi lalu meneriak kan teknik nya.


"Teknik tingkat kedua, Tombak iblis"

__ADS_1


Dengan sekejap mata tombak itu di selimuti aura gelap dan membentuk sebuah energi lalu melesat ke arah patriak yg juga sudah siap dengan teknik nya.


"Teknik tingkat kedua, Naga air"


Seluit naga terbentuk dari energi Qi nya. Lalu dia mengarahkan nya kearah energi gelap itu.


Lalu terjadi lah benturan dua kekuatan boooommm.


Kediaman itu langsung rubuh. Lalu mereka bertiga keluar dengan cara menembus atap rumah yg hancur.


Patriak Xin terluka dalam akibat efek dari ledakan yg di terima nya. Begitu pula dengan Chang Wudi. Jika tak di selamatkan oleh tuan muda ketiga nya. Mungkin dia akan mati terkubur di reruntuhan..


"Kau memang pantas menyandang gelar patriak Xin Qinmo, aku lah lawan mu sekarang" lalu dia menerjang dengan telapak tangan nya dan langsung mengunakan teknik nya.


"Teknik tingkat pertama, Tapak raja kera"


Ketika teknik itu di keluarkan seluit kera raksasa terkondensasi menghantam Patriak Xin.


Booooom...!


Tapak itu pecah terkena Tapak Penghakiman Zhang San.


Xin Qian mendatangi ayah nya yg sudah kehabisan energi. Dia pun memapah nya ke tempat aman. Sedang kan Zhang San masih berdiri di tempat dimana dia menghalau Tapak Chang Jerue.


"Ooh. Jadi kau tunangan nya Xin Qian. Tidak buruk karna dapat menghalau Tapak Raja Kera ku, namun itu bukan satu- satu nya teknik ku"


"Sudah lah tak perlu banyak omong. Maju saja, aku ingin istrirahat dengan tunangan ku" ucap Zhang San yg mencoba memprovokasi.


Namun itu terlihat berhasil, terlihat dari raut wajag Chang Jerue yg sudah merah padam. Lalu dia melesat ke arah Zhang San dengan tendangan kaki yg di balut nya dengan energi Qi.

__ADS_1


"Teknik tingkat pertama, tendangan kaki batu" terlihat sangat kuat dan keras. Kaki itu dengan cepat mengarah ke dada Zhang San.


Zhang San bergerak melompat ke kanan lalu melompat lagi kekiri. Lalu dia melompat kedepan. Hingga Chang Jerue terkejut. Lalu dia menarik kaki nya. Namun ditahan oleh Zhang San kemudian dengan serangan fisik nya Zhang San mematahkan Kaki itu.....


__ADS_2