ZHANG SAN

ZHANG SAN
Racun Ilusi


__ADS_3

"Lantas bagaimana cara untuk menyadarkan nya tabib?" Zhou Ruyue bertanya terus menerus.


"Berdoa saja semoga jiwa nya kuat" Ucap tabib lalu meninggalkan mereka bertiga.


"Jadi kau mengenal nya Junior. Ah seandai nya aku tau dia yg sering kau ceritakan. Aku tak kan melarang nya untuk menemuimu tadi, ma'afkan aku junior" ucap nya menyesal.


"Tidak apa. Semua sudah terjadi. Selanjut nya bagaimana senior. Kita bawa kemana dia.?" Tanya nya bingung.


"Kita pindahkan dia ketempat keluarga ku saja. Kebetulan aku ada sepupu yg rumah nya tidak jauh dari sini"


"Kita izin sama tabib dulu senior. Agar tak ada hal yg menyulitkan kemudian hari" tawar nya.


Di lain tempat. Malam hari, Di lembah tak berpenghuni seorang wanita duduk bersandar dibatang pohon yg besar hanya di temani api unggun yg kadang menari tertiup angin.


"Kenapa hati ku bimbang ketika menatap mata nya. Dan ketika dia mengatakan kalimat aku suami mu. Terasa bergetar hati ku. Bukan kah selama ini aku tak pernah berhubungan dengan lelaki. Bagaimana dia" aaaaaaaaaakh dia berteriak sambil memegang kepala nya. "Sakit..." beberapa batang dupa terlewat dia masih dalam keada'an itu. Hingga setengah batang dupa lagi baru reda rasa sakit nya.


"Aku harus mencari tau kebenaran nya, kadang memang terasa janggal. Aku tak pernah mengingat kematian kedua orang tua ku. Seharus nya ada memory tentang mereka semasa hidup" gumam nya. Lalu menyiapkan diri untuk kembali ke sekte angin hitam.


Disisi yg berbeda. Zhang San sudah di pindah kan. Mereka meminta pertolongan kepada anggota sekte pedang kebajikan untuk mengangkat nya.


"Aku akan lebih dulu kembali kesekte bersama yg lain. Dan akan melaporkan apa yg terjadi"


"Baik lah senior. Tolong sampaikan kepada guru ku. Bahwa aku akan kembali jika dia sudah sembuh" ucap Zhou Ruyue lalu dia melambaikan tangan nya. Kemudian dia masuk kedalam kamar untuk melihat keada'an Zhang San.


°°°°


"Paman Oyang," Zhang San memanggil Han Oyang namun tak ada jawaban. "Sebenarnya di mana aku, kenapa tempat ini begitu berkabut."

__ADS_1


Sreeeeeeng. Suara pedang mengarah keleher nya. Namun intuisi menyelamatkan nya. Dia menunduk. Lalu berguling kebelakang. "Siapa yg menyerang ku" teriak nya. "Keluar lah jika kau berani"


"Aura pedang" gumam nya. Namun tidak ada yg terjadi. "Ada apa, apakah aku kehilangan kekuatan ku?" Pikiran nya tak tenang sekarang. "Aku hanya bisa mengandalkan Fisik ku. Anggap lagi latihan" ucap nya serius.


Lalu melesat lagi tebasan dari belakang. Kali ini mengenai nya. Aaaaaaakh. Dia menahan perih koyakan punggung nya. Karna tak ada energi Qi dia tak bisa menghentikan pendarahan.


"Apa kau menikmati nya.? Kau telah membunuh kakak ku" ucap sosok itu yg tidak lain adalah Yun Xia Mei.


"An'er kau kah itu, apakah masih tak mengingat ku. Aku suami mu" ucap nya.


Namun itu tak merubah raut wajah Yun Xia Mei. Dia lalu menebaskan pedang nya lagi kearah kaki, dan lagi itu mengenai hingga menanggalkan kaki Zhang San. Aaaaaakh dia berteriak lagi manahan sakit di kaki nya yg tanggal.


"An'er ingat lah. Aku suami mu" ucap nya mengulang kalimat itu. Hingga dia pingsan karna sakit yg terlalu menyiksa nya. Antara mental dan tubuh nya.


"Tuan sadar lah." Han oyang memindahkan jiwa Zhang San kedalam lautan kesadaran setelah koneksinya tersambung.


Lalu dia memeriksa keada'an jiwa Zhang San. Akhir nya dia menyadari ada yg tidak beres pada jiwa nya..


"Luka ini mengandung racun ilusi" gumam nya setelah menyentuh luka ditangan Zhang San yg sudah terbalut kain.


"Tuan sadar lah" Han Oyang mengguncang jiwa itu agar segera sadar. Setelah beberapa waktu akhir nya Zhang San sadar.


"Mungkin kah aku masih hidup" ucap nya setelah mengerjap mata, yg dia lihat ada lah wajah Han Oyang yg terlalu dekat dengan nya.


Aaaakh. Dia terkejut lalu bertanya "Kenapa muka paman terlalu dekat dengan ku?"


"Jika kau bukan tuan ku sekarang. Pasti akan ku tendang bokong mu." Ucap nya ketus. "Aku terus membangun kan mu tapi tak ada jawaban. Dan aku memutuskan untuk memberikan nafas buatan maka nya dekat." Sambung nya lagi menjelaskan.

__ADS_1


"Untung aku terbangung jika tidak"wueeeek dia muntah angin lalu mengusap dada nya.


"Ehh bukan kah tadi aku terluka di punggung dan kaki ku juga hilang" ucap nya meraba punggung nya. Dan menyentuh kaki nya. Tarasa sangat dingin.


"Itu hanya ilusi yg dibuat oleh racun yg ada di pedang wanita itu. Jika dalam beberapa jam lagi aku tak bisa menghubungi mu. Mungkin kau akan benar- benar mati terperangkap di alam ilusi selama nya...


"Percuma walau punya jiwa dewa, kalau kau tak bisa memakainya. Karna jika sudah terperangkap maka segala kekuatan tidak akan berfungsi" ucap nya. "Masih untung ada aku" kata nya lagi sambil membusungkan dada nya minta di puji.


"Aku akan berkultivasi." Ucap nya tak memperdulikan Han Oyang Menjawab atau tidak. Dia sudah duduk lotus dan menutup indra nya..


Di dunia nyata. Zhou Ruyue masih setia menemani Zhang San. Dia menggantikan pakaian nya. Membasuh tubuh nya. Meski malu melihat sesuatu yg tak seharus nya. Namun dia tetap melakukan nya. Demi puja'an hati nya. Dan malam dia menghangat tubuh Zhang San dengan mendekap nya erat ketika tubuh Zhang San mulai dingin.


"Seandainya aku punya energi api. Pasti aku akan terus membuat mu hangat. Hanya pelukan ini yg dapat aku berikan untuk menghangatkan mu" Ucap nya pelan.


Zhang San sudah kembali kedalam tubuh asal nya. Dia merasakan sesuatu yg kenyal menekan dada nya. Lalu dia mengerjapkan mata nya dan melihat keindahan memeluk nya dengan baju terbuka.


"Terima kasih Ruyue'er. Kau sangat baik sekali. Tapi aku mungkin belom bisa membalas kebaikan mu sa'at ini." Batin nya bergumam sambil tangan nya mengelus pipi bulat itu.


Membuat Zhou Ruyue Tersadar dan langsung duduk.


"Ugh mataku ternoda" ucap Zhang San yg membuat Zhou Ruyue langsung melihat kearah dada nya dan langsung berteriak.


"Tutup matamu kakak Zhang..." Ucap nya sambil dia menggerak kan tangan nya menutup melon segar dengan baju.


Sebelum nya dia tak menyadari ketika dia duduk buah melon yg baru matang itu menggantung tanpa penutup..


"Kakak Zhang, kau membuat ku sangat malu. Kenapa kau harus mengatakan kalimat seperti itu." Kata nya lagi sambil memukul dada Zhang San hingga tanpa sadar dia melepas lagi baju yg menutup di dada nya...

__ADS_1


Dia panik dan berteriak "Aaaaaaaaa kau harus tanggung jawab" teriak nya


__ADS_2