ZHANG SAN

ZHANG SAN
Ingin mengajak Istri


__ADS_3


"Kau benar, ini namanya adalah Formasi besar pedang cahaya. tidak terlihat, namun jika ada yang ingin menerobos maka jutaan pedang cahaya akan memusnahkan mereka" Ucap Han Oyang yang sedikit memakai nada sombong dan membusungkan dadanya.


"Aku percaya dengan yang guru katakan" Sahut Zhang San pelan, Karna sudah menayadari ada banyak orang yang mendekat kearahnya berdiri. lalu dia mencabut Pedang Bintang dan menyimpannya kembali.


"Kau membentuk ulang Formasi yang begitu kuat Patriak!" Ucap Dong Hu terkesan "Aku dapat yakin tidak ada yang dapat menembusnya" tambahnya lagi.


Namun Zhang San hanya tersenyum lalu menikmati energi yang begitu padat itu "Aku akan membuat kalian semua naik tingkat dengan segera, Karna aku ada sebuah rencana yang mengharuskan aku untuk pergi dari sekte ini, Namun dengan Formasi ini kalian akan tetap aman, Selagi kalian masih berada dalam lingkup jangkauannya" Tatap Zhang San kepada semua orang.


"Kami percaya dan yakin dengan Patriak. karna kami sudah melihat ketidak mungkinan yang sudah Patriak lakukan" Sahut Fan Yao dengan senyuman.


"Kami juga!"


Semua orang mulai menggemakan keyakinan mereka, Zhang San mengangkat tangannya keatas dan mereka langsung diam, Aku dan tetua divisi pengobatan akan membuat Pil Penerobos alam, Bersiaplah kalian untuk menyongsong hari yang gemilang" Ucapnya


"Kami siap!!"


"Aku yakin kalian sudah dapat merasakan kepadatan energi disekitar sekte ini jadi berkultivasi saja bagi yang ingin berkultivasi disini atau dirumah" tutupnya lalu menghilang bersama Han Oyang yang tidak bisa dilihat oleh orang lain.


Zhang San muncul di kediamannya, sedangkan Han Oyang kembali kedunia jiwa untuk melihat dua murid Zhang San yang dititipkan padanya.


Dalam Rumahnya yang cukup luas. lebih tepatnya dalam kamarnya, Zhang San san duduk bersila setelah memastikan dua istri cantiknya tidur sambil berpelukan satu sama lain, Seperti dua wanita yang saling menyukai. tapi mereka tidak menyimpang.


Dia membalik telapak tangannya keatas lalu mengumpulkan energi yang banyak dan memejamkan mata untuk memasuki konsentrasi kultivasi.


...............


Embun pagi mulai terkikis oleh hangat mentari yang bersumpah setia untuk menyinari hari. meski, Terkadang ada awan yang menutupi, Namun, Sebisa mungkin dia tetap memberi cahaya untuk bumi.

__ADS_1


Menjaga nikmat dan segala yang dimiliki adalah bentuk bersyukurnya diri.


Teriakan para murid yang berlatih saling bersahutan, Menghentak hening pagi dan menghilangkan kesunyian.


Zhang San terbangun dari kultivasinya, Setelah semalaman dia duduk bersila, Harum masakan menggugah rasa. membuat liur berkumpul didalam mulut.


Sebuah suara didendangkan bagai nyanyian merdu begitu dekat dengan telinganya "Sayang!" bisik Yue Ao Zisi sambil menjulurkan lidahnya di telinga Zhang San membuat Zhang San langsung mendesir darahnya.


Segera dia membuka matanya dan melihat keindahan yang terpampang jelas dihadapannya. melon yang begitu indah menggantung siap untuk dinikmati, Wangi masakan pecah tak dapat lagi dicium harumnya. karna melon yang didepan mata meminta untuk dipetik.


Ugh.........


.............


Setelah mandi, Zhang San bersama Yue Ao Zisi langsung keluar dari kamar dan menemui Cao Ling An yang sudah duduk dikursi mengahadap meja makan yang tertata rapi.


Zhang San mendengar suara yang sedikit kesalpun memeluk Cao Ling An dari belakang dan memberi kecupan mesra pada pucuk kepalanya.


"Setelah ini! Apakah kau mau?" Tanya Zhang San disamping telinga Cao Ling An dan sedikit meniupkan angin di belakang leher.


Yue Ao Zisi yang melihat itu hanya tersenyum saja, lalu mengambil piring dan mengisinya dengan nasi serta lauk dan menaruhnya di meja, Dia mengambilkan itu untuk suaminya.


Sedangkan dia menunggu Cao Ling An mengambil makanan, karna dia tak ingin mendahului.


"Nanti malam saja!" Sahutnya dengan malu, lalu menatap Yue Ao Zisi. "Adik Zi, Malam ini Kak Zhang dengan aku, Aku mau buat anak yang banyak! Oke?"


"Baiklah.. Untuk Kak An, Aku bisa apa?" Ucapnya dengan mengangkat kedua bahunya


"Bagus, Jadi adik yang baik untuk malam ini" Ucap Cao Ling An sambil menutup mulutnya yang tertawa melihat mimik Yue Ao Zisi yang cemberut. karna tak akan mendapat jatah malam.

__ADS_1


............


Satu persatu Klon bayangan yang di ciptakannya keluar dari pintu dunia ilusi, Lalu Zhang San melambaikan tangannya memberi segel pada pintu itu setelah menutupnya.


"Semua ada disini" satu persatu berjalan menuju Zhang San asli dan menghilang masuk kedalam tubuh.


Zhang San muncul di divisi pengobatan lalu memeritahkan mereka untuk bekerja keras. karna sekarang tugas pembuatan Pil akan banyak dilakukan, Bukan hanya Pil penerobos alam, Tapi juga Pil Penyembuhan kelas atas serta Pil Embun hati dan banyak lagi rencana yang sudah dia atur untuk divisi obat.


"Karna kita sudah berada di alam dewa, dan sudah berdiri di tanah dewa. Kalian bebas jika ingin berjalan-jalan ke kota atau kemanapun yang kalian inginkan, Namun kalian tidak boleh mencoreng nama baik Sekte ataupun berbuat hal yang tidak baik, Jika kalian ingin di hangatkan oleh wanita, Kalian bisa memilih untuk menikah atau mencari tempat yang memberi kehangatan, Aku tidak melarang akan hal itu, Tapi jangan bawa nama sekte saat kalian melakukan hal itu diluar.


Dan lagi, kalian akan tetap digajih seratus koin emas setiap bulan, Untuk membeli keperluan yang kalian inginkan, Dan nanti kalian bisa mengklaim bonus dari penjualan Pil ini ketika Pil sudah laku keras dipasaran, jangan kecewakan harapan sekte"


"Gu Hui, Kemarilah!" Panggil Zhang San.


"Ya Patriak!" Sahutnya yang langsung maju dan mendekat.


Zhang San mengulurkan tangan, "Pegang tanganku" Ucapnya, Lalu mereka berdua menghilang dari tempat itu, dan muncul di sebuah pintu yang tersegel.


"Aku percayakan tempat ini kepadamu, Jika ada suatu hal yang diperlukan oleh Sekte untuk membuat Pil, Kau akan mencarikannya, Aku akan mengajarimu cara membukanya" Ucap Zhang San lalu membuat sebuah pengaturan yang mudah, dengan menghilangkan segel terdahulu, lalu meminta darah Milik Gu Hui dan meneteskannya pada sebuah batu yang berukuran kecil bersegi empat lalu menghubungkannya dengan segel yang akan dipasang.


Setelah beberapa tarikan nafas, Semua selesai seperti yang di inginkan.


"Sekarang semua ini hanya kau dan aku yang bisa membukanya" ucap Zhang San lagi


"Terima kasih banyak atas kerendahan hati Patriak mempercayakan hal yang begitu berat untuk ku tanggunh, Aku serasa bermimpi akan hal ini!" Sahutnya dengan sedikit bulir air mata senang.


Zhang San langsung menepuk bahu Gu Hui lalu mereka muncul lagi di Divisi Obat.


Setelah selesai dengan urusannya disana dia pun pulang ke kediamannya lalu mengajak kedua istrinya untuk jalan-jalan. karna seorang istri jika kurang diajak jalan-jalan akan jadi macan betina didalam rumah yang emosian..

__ADS_1


__ADS_2