ZHANG SAN

ZHANG SAN
Lang Ming & Feng Yingyu


__ADS_3

Wen Xia berlari begitu saja. Sampai di tangga dia menyeka air mata nya. Dia tak ingin terlihat cengeng di hadapan senior dan guru pembimbing nya.


Namun mata sembab tak dapat di tutupi dan itu menjadi pertanyaan bagi semua orang yang melihat nya.


"Junior Xia. Kamu kenapa menangis?"


"Mata ku kemasukan debu Senior Leng" sahut Wen Xia berbohong. Tak mungkin dia mengatakan bahwa dirinya di tolak oleh seseorang. Mau di taruh dimana wajah cantik nya kalau orang lain mengetahui nya


"Seperti nya kau berbohong" Ucap Leng Yu "apakah pemuda itu menyakitimu. Biar aku yang menebas nya dengan pedang ku ini" kata nya lagi sambil berbalik dan menarik setengah pedang nya. Namun di tahan oleh Wen Xia.


"Tidak Senior Leng, lebih baik kita kembali" ucap Wen Xia sambil menarik tangan Leng Yu yang masih saja ingin mendatangi Zhang San.


"Kita kembali ke Sekte" ucap Guru pembimbing


Mereka pun melesat dengan cepat. Wen Xia sempat menoleh kearah penginapan. Tapi hanya sebentar.


Sedang kan Zhang San masuk kedalam Dunia Jiwa dia berlatih di menara kultivasi paling puncak. Yang hanya dia saja saat ini yang bisa memasuki nya. Karna tekanan gravitasi disana 50x lipat dari lantai.


Semua murid memandang kagum kepada patriak muda mereka. Dengan usia yang masih belia sudah mencapai tingkatan yang tak pernah mereka bayang kan. Bahkan para tetua iri karna tak bisa mencapai tingkatan yang sama dengan pencapaian patriak mereka..


Setelah lewat dua bulan di atas menara sana. Zhang San keluar dengan peluh yang membasahi seluruh tubuh nya. Lalu dia kembali kekediaman bekas patriak Chong Ling yang kini dia tinggali.


Dia mandi dan berpakaian saat dia ingin keluar dari kamar. Makanan sudah tertata rapi di meja. Zhang San duduk lalu memanggil Dong Hu dan Lang Ming.


"Salam tuan muda" Lang Ming lebih dulu datang dan menyapa nya.


"Duduk lah...!" Sambil mengarahkan tangan nya Zhang san menyuruh Lang Ming.

__ADS_1


Satu aura lagi melesat kearah nya.


"Masuk lah...! Ucap Zhang San sebelum Dong Hu mengetuk pintu.. "Bagaimana dengan luka mu tetua Dong?" Kata nya lagi sambil menyuruh tetua Dong duduk di samping Lang Ming.


"Sudah baikan tuan muda..!" Sahut nya sambil duduk di samping Lang Ming yang merasa bersalah atas luka yang di dapat oleh Dong Hu.


"Maafkan aku Saudara Dong..!" Ucap Lang Ming. Lang Ming memanggil Saudara kepada Dong Hu karna dia merasa lebih tua. Meski pun tampilan nya tampilan muda.


Dong Hu langsung menyambut uluran tangan Lang Ming "Tak apa Saudara Ming, anggap lah itu latihan" ucap Dong Hu tersenyum.


Zhang San merasa hangat melihat mereka dan dia kemudian berkata kepada Lang Ming "Bagaimana hubungan mu dengan Feng YingYu. Apakah kau ingin menikahi nya?"


"Masalah itu. Aku akan bertanggung jawab tuan muda." Sahut nya senang seolah mendapat izin.


Melihat raut bahagia dari Lang Ming membuat Zhang San dan tetua Dong tersenyum.


"Tapi apakah kau sudah mengatakan kepada nya, siapa sebenar nya dirimu?" Tanya Zhang San lagi membuat wajah Lang Ming yang awal nya bahagia terlihat sedikit kusut.


"Paman Feng datang lah kekediaman ku bersama keluarga mu, ada yang sesuatu yang ingin di bicarakan" Ucap Zhang San melewati telepati


"Paman Dong, kau ternyata naik tingkat. Aku tidak menduga nya"


Tetua Dong terlihat malu karna masih jauh untuk mengejar patriak muda nya ini. "Ini berkat menara kultivasi dan pil embun hati yang di buat oleh Divisi obat, lebih lagi ini berkat tuan muda yang menyediakan bahan untuk membuat pil nya... bukan hanya aku yang menerobos Tuan Muda. Tapi ada beberapa tetua juga yang sekarang tingkatan nya sama dengan ku berada di tingkat Suci tahap puncak"


Dong Hu sangat bersukur karna pengganti patriak Chong Ling juga sangat baik. Dia bisa menerobos ke tingkat suci yang di idam idam kan oleh banyak orang. Bahkan selangkah lagi dia bisa mencapai tingkatan Dewa. Dia yakin bersama dengan Zhang San dia akan terus berkembang.


Feng Xiao datang bersama istri dan kedua anak nya. Lalu langsung masuk kedalam karna Pintu tidak tertutup.

__ADS_1


"Duduk lah..."


Lang Ming dan Dong Hu bergeser dari tempat duduk sebelum nya.


"Silahkan minum" Dong Hu menuangkan minuman di cangkir lalu memberikan nya ke empat tamu.


"Terima kasih" ucap Feng Xiao kearah Dong Hu yang tersenyum biasa. Lalu mengalihkan pandangan nya kearah Zhang San.


"Aku sungguh tak mengira kau adalah penguasa di dunia ini. Dan kau memiliki sebuah sekte yang besar. Yang bisa di bawa kemana pun kau mau. Seperti nya keputusan yang tepat kami sekeluarga mengikuti mu patriak muda"


Zhang San hanya tersenyum dan menganggukan kepala nya lalu mengalihkan pandangan nya ke arah Feng YingYu. "YingYu, apakah kau mau menikah dengan Ming?" Tanya Zhang San tanpa basa basi.


Pertanyaan itu seperti petir yang mengelegar di siang hari. Membuat nya menunduk malu dan menampilkan wajah yang memerah. Feng Yaya menyenggol kaka nya yang belum menjawab lalu dia berkata "Kak, kenapa diam saja. Apa kakak tidak mau?"


"Eehh.. aku mau" sahut Feng YingYu yang membuat semua orang tersenyum.


"Sebelum kita menikah. Kau harus tau siapa aku sebenar nya." Ucap Lang Ming melompat ketengah ruangan dan langsung merubah wujud nya ke wujud Raja Srigala yang sangat besar dengan tanduk yang berderak di aliri listrik kecil. Tapi itu hanya sekejap saja, Lang Ming mengubah kembali bentuk tubuh nya ketika satu keluarga itu terlihat berdiri mundur.


"Inilah wujud asli ku, aku adalah Raja Srigala dari dunia dewa"


Feng Xiao dan istri nya menatap kearah Feng YingYu yang masih tertegun tak percaya. Karna sempat bercinta dengan sosok itu.


"Aku bersedia..." Feng Yingyu mengambil keputusan. Karna biar bagaimana pun Lang Ming sudah mengambil tempat pertama nya. Meski pun pada awal nya itu adalah kesalahan nya. Tapi jika Lang Ming memang bertanggung jawab dia tak akan menolak nya. Apa lagi di hadapan Patriak muda nya itu.


"Bagus. Jika begitu kita akan mengadakan pernikahan." Ucap Zhang San yang langsung di sambut senyum kebahagian oleh semua orang.


"Tetua Dong, apa kah kau tidak keberatan membantu mengurus pernikahan mereka. Dan minta lah bantuan kepada murid atau tetua sekte untuk mempercepat proses nya..

__ADS_1


"Aku bersedia tuan muda" sahut Dong Hu langsung berdiri dan berkata kembali "Saya undur diri lebih dulu".....


Mingkin satu Bab~>


__ADS_2