
Han Oyang merasa bahagia mendengar mereka sudah berada di alam dewa. "Aku akan membuatkan mu beberapa pil yang baik untuk kultivasi mu! Cari lah lebih banyak sumber daya untuk anggota sekte mu agar mereka segera berkembang dan mencapai tahap Dewa agar memudahkan pijakan mu jika ingin mengeluarkan sekte ini ke dunia nyata.
"Terima kasih paman, Atas kesediaan nya membuat kan Pil untuk ku!" Ucap Zhang San tulus.
"Tak perlu sungkan, Aku menolong mu agar aku cepat bebas dari ikatan dengan pedang bintang dan bisa Rangkarnasi kembali" Ucap nya tersenyum
"Baiklah paman, Aku akan keluar dulu" Ucap Zhang San keluar dari tempat terlarang milik Han Oyang kemudian kembali kedunia luar....
Terlihat satu wanita sedang berjalan di iringi oleh dua orang laki laki yang mengawal nya. Dia berjalan menuju penginapan Yue dan mendatangi resto yang ada disana.
Dengan tampilan cantik yang menggugah selera, hampir semua mata memandang nya tanpa berkedip, Sungguh maha karya yang di pahat oleh dewa.
Memakai baju putih dan selendang putih senada dengan kulit nya yang putih, dan sangat bersih.
Dengan tingkat kultivasi yang sudah berada di tingkat Dewa Bumi tahap awal, Dia adalah wanita jenius yang terkenal di kota ini, Bukan hanya cantik melainkan pintar dan juga kuat. Semua orang mendambakan nya untuk memilik beberapa malam dengan nya.
Tapi itu hanya lah hayalan, Tak mungkin ada yang berani mengungkapkan Hal itu, Jika pun ada, Pasti nya dia tak kan melihat lagi matahari besok.
"Silahkan duduk tuan Putri!" Ucap Sang pengawal yang juga berada di tahap awal dewa bumi, Meski pun berada sama pada tingkatan, Akan tetapi perbedaan umur menjelaskan ke jeniusan seseorang.
Wanita cantik itu berumur dua puluh tahun sedang kan pengawal nya sudah berumur lima puluh tahun, Namun yang membuat pengawal itu juga terlihat muda, Karna pada tingkatan tertentu seseorang bisa menahan penuaan nya.
Sang Putri duduk di kursi yang ada di tengah resto, Dan itu jelas mengundang perhatian orang banyak.
Bisikan bisikan tetangga pun mulai terdengar di sisi kanan dan kiri, depan serta belakang.
__ADS_1
"Tidak biasa nya Putri tuan kota mampir ke Resto ini" Ucap Kasir yang memandang putri cantik itu dari kejauhan.
"Kau benar, Apa yang dia cari, Ini akan menjadi bahan gosip yang bagus" Sahut teman nya yang ada di sebelah nya, Dia juga memperhatikan gerak gerik wanita cantik itu, Lalu dia menyuruh pelayan untuk menanyakan suatu hal.
Pelayan berjalan ke arah meja yang di sana, duduk di kursi adalah Putri Tuan Kota Yue.
"Putri, Apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan itu dengan ramah.
"Aku ingin minum teh, Kata nya di Resto ini ada teh terbaik yang tidak di dapat kan di resto yang lain nya!" Ucap dengan suara lembut yang keluar bagai irama nada yang menghanyut kan.
"Baik Putri, Pesanan Putri akan segera di suguhkan" Ucap sang pelayan yang juga pelan, Dia tak ingin menyinggung orang besar ini dengan salah berkata, bisa saja nasip nya akan berakhir begitu saja.
Zhang San turun melalui tangga dan menuju lantai dasar, Dia melihat beberapa orang menengok kan wajah nya ke arah tengah di mana duduk seorang wanita yang di samping nya dua orang berdiri dengan siaga.
Dia hanya lewat di samping wanita itu, Karna memang dari arah tangga menuju pintu harus melewati tengah dan di tengah ada wanita cantik yang mungkin saja memang menunggu nya.
Wanita cantik itu seakan tak percaya, Kecantikan nya yang di anggap nomor satu di kota ini hanya di lirik seperti itu saja, dia merasa tersinggung, Dia mengira dengan menampilkan kecantikan nya pemuda yang memang di tunggu nya itu akan luluh lalu menyapa nya dan bla bla bla, dan itu akan mudah untuk membujuk nya.
Tapi sayang kenyataan berbanding terbalik dengan hayalan. Zhang San keluar hingga mencapai pintu, Putri pun berdiri dia juga keluar meninggalkan pesanan yang akan segera datang.
"Kalian berdua tinggal di sini saja, Aku ada urusan sebentar" Ucap nya, Dia menatap tajam pengawal yang ingin membantah hingga pengawal itu mengurungkan niat nya.
Dia berjalan dengan anggun mengikuti pemuda tampan itu sambil meraih selendang nya dan menutup sebagian wajah nya. Namun selendang itu tipis, Meski bisa menyamarkan wajah nya tapi tidak dapat menutupi kecantikan nya.
Zhang San menyadari ada yang mengikuti nya, kemudian dia berjalan ke tempat sepi lalu berhenti dan berbalik,
__ADS_1
"Keluar lah, Tak perlu sembunyi sembunyi!" Teriak Zhang San
Satu sosok mendarat di hadapan nya, Ya seorang wanita cantik dengan cadar nya.
"Kenapa nona mengikuti ku?" Tanya Zhang San yang tak ingin basa basi.
Dia mendengus lalu menjawab "Kamu seharusnya bangga di ikuti wanita cantik"
"Aku tidak perdulikan hal itu, Aku hanya ingin tau, Apa maksud mu mengikutiku terus?"
"Jika kau ingin tau, ikut lah dengan ku, Akan ada hadiah nanti nya untuk mu!" Ucap wanita itu mencoba mengiming imingi Zhang San yang tidak tergiur dengan hadiah. Tapi tidak ada salah nya mengikuti wanita itu, Dia bukan penjahat, jadi tidak ada alasan untuk orang lain berlaku jahat kepada nya.
"Baik lah, Pimpin jalan nya!"
Wanita itu tersenyum lalu berjalan melewati Zhang San, Zhang San dapat mencium wangi yang keluar dari tubuh wanita itu.
Memang wanita itu mempunyai tubuh yang ideal, Tubuh matang yang siap di panen. Lekukan dari pakaian nya terlihat jelas, apalagi saat Zhang San berjalan di belakang, Hampir menghilangkan Fokus nya. 'Sial seperti nya dia sengaja ingin menggoda ku' Batin Zhang San yang merasakan sahabat nya yang sudah lama tidur menggeliat. Seakan dia menemukan pintu rahasia yang akan membimbing nya ke surga.
Lima belas menit kemudian mereka berdua sampai dibangunan yang super besar. Paling besar di antara yang besar yang ada di kota itu.
"Buka Pintu!" Perintah nya kepada penjaga gerbang yang kini berdiri di depan gerbang dengan tombak di tangan kanan nya.
Penjaga itu menurut saja dan mendorong pintu.
"Ayo masuk" Ucap wanita itu lagi. Zhang San dengan segala pikiran yang ada di benak nya memasuki halaman yang sangat luas dan wanita itu membawanya ke arah seorang lelaki paruh baya yang duduk santai menghadap kolam ikan..
__ADS_1