
Pihak sekte pedang kebajikan juga tak tinggal diam. Dong Hu sebagai kepala dari pertahanan kini mengubah cara pertempuran. Dia memainkan starteginya..
Melihat pihak musuh mulai mundur. Gu Bang semakin bersemangat "maju terus teriak nya dengan tenaga dalam" suara nya menggema nyaring.
Pasukan nya mengejar musuh yang berlari mundur. Namun mereka tidak tau saja. Apa hal yang menunggu mereka.
"Aktipkan Formasi ilusi" teriak Dong Hu dari jauh. Beberapa sa'at kabut asap mulai menutup pandangan musuh. Kemudian terdengar bunyi benturan dan teriakan didalam sana. Ya mereka saling bunuh karna mengira teman adalah musuh.
Hingga beberapa batang dupa teriakan keras dan bunyi perkelahian tak lagi terdengar. Lalu dong Hu mengibaskan tangan nya ke arah kabut. Mengirim energi berbentuk sabit lalu dengan perlahan kabut ilusi menghilang.
Terpampang lah mayat pihak musuh yang semua nya mati oleh teman sendiri.
Sementara di sisi patriak Chong Ling dia kini saling berhadapan dengan Gu Ming-Hun.
Dengan pedang masing- masing di tangan mereka. Mereka memperagakan gerakan dari teknik mereka kemudian saling melompat kedepan.
Dentang. Dentang dentang..!! Ketajaman pedang beradu kuat. Meninju. Menyikut. Bahkan menendang. Terus dilakukan oleh mereka berulang kali. Fluktasi energi tercipta di sisi mereka menciptakan tekanan bagi orang yang berada di sekitar nya.
"Ini ada lah pertarungan tingkat suci kita harus menjauh" entah yang mana yang berbicara. Sekarang mereka sepakat mundur mencari aman...
Dong Fu terbang kemudian melayang di udara. Dia mengedar kan pandangan nya. Untuk mencari dimana komandan musuh berada. Tidak melihat komandan musuh di sekitar nya. Dia pun turun kearah musuh yang tersisa sambil melecutkan cambuk energi nya ke sembarang tempat.
DUAAAR..!! DUAAR.!!
ledakan terjadi di setiap hentakan nya. Menerbangkan beberapa orang dari pihak musuh. Dia terus berjalan kedepan kemudian menggunakan teknik nya.
"Teknik Tingkat Pertama, Cambuk Api Angin"
__ADS_1
Dia memutar cambuk nya di atas kepala. Sesa'at kemudian terlihat cambuk energi itu di selubungi oleh angin tajam yang mengandung hawa panas menyengat kulit.
Sebagian dari pihak musuh yang merasakan bahaya di dekat nya. Mereka mencoba menjauh. Namun sa'at cambuk api angin di lesat kan. Tak ada seorang pun yang selamat dari mereka sa'at terkena serangan itu. Angin yang tajam. Dan api yang panas masuk menghanguskan tubuh mereka.
Gu Bang melihat ledakan itu dari jauh. Dia pun terbang keudara.
Setelah memastikan itu pihak musuh yang mengaduk ngaduk pasukan nya. Dia langsung turun tangan. Dia menyingsing lengan baju nya. Lalu menghunus pedang nya kedepan.
"Lawan mu adalah aku" teriak nya sambil menyerang Dong Fu.
Dong Fu sudah menyadari akan datang nya bahaya. Dia langsung berpaling dan terbang mundur. Sambil mengibaskan cambuk nya. Gu Bang menunduk setelah melihat cambuk itu mengarah ke kepala nya. Dan dia mengirim selarik cahaya dari energi pedang nya. 'Pedang Hitam' Duaaaaar..!
Cahaya itu meledak di udara. Asap menghilang namun Dong Fu sudah tidak ada di sana. Sebagai pengguna Cambuk. Dia harus tetap menjaga jarak dengan musuh nya. Dia muncul tiga meter dari samping. Lalu bilah angin panas dia lepaskan.
Beeeeeng..!! Beeeeeng..! Beeeeng! Bilah angin itu menancap di jejak kaki Gu Bang. Andai dia tak menghindar. Dapat dipastikan dia akan mati.
"Jangan terlalu banyak berpikir" teriak Dong Fu sambil melepaskan serangan nya ke arah kaki Gu Bang lalu mengikat nya. Kemudian menarik nya sekuat tenaga. Dan dia menghadang dengan tinju nya.
Buuugh...!! Tepat di perut nya, Gu Bang terpelanting beberapa langkah, dia segera bangun. Namun satu serangan cambuk kembali mengikat pangkal leher nya.
"Teknik Tingkat Pertama, Cambuk Api Angin"
Dong Fu mengalirkan lebih banyak energi Qi dalam cambuk yang mengikat leher Gu Bang. Lalu menarik nya lagi dengan kencang. BOOOOM..! kepala Gu Bang Hancur tersisa tubuh yang mulai jatuh terkulai...
Dong Hu memerintahkan pasukan lini kedua nya untuk membantai pasukan musuh yang masih hidup. Sedang kan lini pertama di berikan istirahat. Dan dia menyuruh tim medis untuk segera melakukan pengobatan.
Sebagian dari anggota sekte Angin Hitam berlari kocar kacir. Tak peduli lagi dengan selogan kejaya'an Sekte. Mereka ingin hidup...
__ADS_1
Disisi yang berbeda.
Tinju besar yang di balut dengan energi Qi padat melemparkan semburat cahaya berwana biru yang seperti besi tebal. mencoba untuk menghancurkan langsung tubuh lawan nya.
Wooooosh...!!
Cahaya biru itu melesat dengan kecepatan hampir tak terlihat oleh mata. Melewati sisi kanan patriak Chong Ling. Untung saja sa'at itu dia sempat bergerak. Hingga hanya sedikit yang mengenai tubuh nya.
Namun cahaya itu begitu ganas dan tajam. Melukai bagian tubuh kanan nya. Hingga dia terpelanting mundur..
Boooom..!! Ledakan begitu besar. Meroboh kan banyak bangunan sekte pedang kebajikan yang berada di belakang Patriak Chong Ling.
Gu Ming-Hun masih mengambang di udara dengan senyuman nya, dia melihat keberuntungan Chong Ling. Lalu dia turun menukik dengan pedang di tangan kiri nya. Dan energi hitam di tangan nya yang siap kapan saja untuk di lepaskan.
Patriak Chong Ling Bangun dari tanah. Dia segera mengalirkan energi di pedang nya lebih banyak dari sebelum nya. Tidak sempat dia mengobati luka nya. Karna hal penting di depan bisa mengancam nyawa nya.
Dia menarik satu kaki kebalakang lalu menekuk lutut nya setengah. Kemudian pedang di tangan kanan nya dia kibaskan kedepan.
Dentang...!! Suara pedang memekak kan telinga beradu kembali. Getaran nya sangat terasa bagi patriak Chong Ling, dia melihat tangan nya yang memerah karna menahan kekuatan pedang Gu Ming-Hun.
Lalu kaki nya menendang ke atas. Namun bola energi di tangan kanan Gu Ming-Hun siap menghantam kaki. BOOOM...!!
Sekali lagi Patriak Chong Ling terlempar. Kini kaki nya terasa patah. Untung sebelum nya dia masih sempat menyelimuti kaki nya dengan energi Qi. Jika tidak. Pasti hilang kaki nya
"Begini saja kah kekuatan mu sekarang Chong Ling? Sangat mengecewakan!" Dia menggelengkan kepala nya dua kali lalu kembali berkata kepafa patriak Chong Ling. "Sebagai patriak sekte nomor satu. Kekuatan mu sangat lemah." Ucap nya. Dia hendak menghancurkan kepercaya'an diri patriak Chong Ling.
Karna kita harus tau. Jika kepercaya'an diri seseorang hancur. Maka dapat dipastikan seni bela diri nya pun ikut hancur. Karna musuh akan mudah membunuh nya..
__ADS_1
Dia ingin marah. Namun perkata'an Gu Ming-Hun memang benar. Bahwa sekarang dia sangat lah lemah. Rasa bersalah nya. Rasa sesal nya membuat dia lemah..