
Mereka keluar dari kota dan menuju arah hutan yang cukup lebat. "Klan Bayangan tersembunyi dibalik Klan Xia" Ucap Xia Meng. mereka berdua pun singgah dibatang pohon yang rantingnya cukup besar yang cukup jauh, tapi sudah terlihat kemegahan disana. sebuah Klan yang sangat besar terpampang nyata.
"Tunggulah disini, aku akan mampir sebentar" Zhang San segera melesat tanpa melihat Xia Meng mengangukan kepala.
Zhang San berhenti di atas gerbang dengan melayang dan menatap para penjaga "Siapa kau, berani sekali bersikap arogan dengan berada disana, Turun!" Perintah penjaga itu dengan berteriak membuat beberapa penjaga yang sibuk berbincang dengan yang lainnya menoleh dan mengarahkan mata keatas dimana penjaga itu menatap.
Zhang San mengibaskan tangannya mengirim serangkum energi kepada semua penjaga yang melotot kearahnya hingga ledakan segera tercipta.
Duaaar..! Semua penjaga itu meledak tanpa sisa.
Dan guncangannya terdengar hingga pos jaga kedua. Klan Xia memiliki dua Pos penjagaan alasannya agar tak mudah menembus pertahanan mereka.
"Ada penyusup" Suara teriakan mulai bersahutan dan sampai kebagian dalam Klan
Zhang San muncul di Pos kedua lalu melemparkan bungkusan yang putih yang bercampur warna merah.
"Ini hadiah untuk patriak kalian, Sampaikan padanya" setelah berkata dia pun berbalik, Dia melakukan ini hanya untuk membuat kepanikan bagi Patriak Xia Lang dan memancing leluhur Klan Bayangan untuk keluar dari pengasingannya.
Dengan gemetar penjaga itu menyambut bungkusan yang diberikan oleh pemuda itu lalu berlari masuk kedalam. sedangkan Zhang San muncul disamping Xia Meng. membuat Xia Meng terkenjut dan hampir saja terjatuh dari pohon jika tangannya tidak ditangkap oleh Zhang San.
"Apa kau mau menjadi kultivator?" Zhang San bertanya sembari terbang membawanya pulang kegubuk Xia Meng.
"Aku mau, jadikan aku murid" Sahut Xia Meng cepat.
Zhang San teringat akan kenangan masa lalunya dengan Guru Fei. dulu dia ditemukan dihutan dan dibawa terbang hampiri seperti ini, bedanya dia dulu ditarik di kerah bajunya..
Sesaat kemudian mereka berdua sampai digubuk, "Aku akan membawamu ke suatu tempat. pejamkan matamu" Setelah Melihat Xia Meng memejamkan matanya Zhang San memindahkan gubuk itu kedalam Dunia Jiwa. kemudian membawa Xia Meng juga kedalam Dunia jiwa dan mereka menghilang di kehampaan..
.............
__ADS_1
Satu sosok bergegas berlari dengan membawa sebuah bingkisan yang berlumur darah, bau amis tercium membuatnya ingin muntah tapi dia tetap berlari hingga mencapai pintu kediaman Patriak Klan Bayangan atau Xia Lang.
Dia segera berteriak memanggil "Patriak.. Patriak..!"
Seorang wanita membuka pintu dengan pakaian indah dan wajah yang cantik "Nona Xia Xia, Apakah Patriak ada didalam" Tanyanya dengan sedikit melirik kecantikan itu, dia tidak berani terlalu memandang karna akan mendapatkan hukum congkelan mata dari wanita yang terlihat cantik tapi kejam itu.
"Ayah didalam sedang melakukan kultivasi, Apa yang kau bawa? dan kenapa kau berteriak?" Xia Xia menelisik bingkisan itu sebentar lalu masuk kedalam rumah.
"Kau tunggu saja disini, aku tak ingin bungkusan kain itu mengotori tempat tinggalku" katanya lalu pergi masuk kedalam.
"Ayah..! ada penjaga diluar, entah apa yang dibawanya sepertinya itu hal yang tidak menyenangkan, Aku tak ingin mengurusinya." Xia Xia hanya berada dipintu mengatakannya setelah menyampaikan semua itu dia langsung pergi kelain tempat.
Xia Lang membuka matanya karna ada rasa yang tidak nyaman dihatinya, Segera dia bangkit dan keluar dari kamar pribadinya menuju pintu luar menemui penjaga.
"Ada apa? aku sedang kultivasi ingin menerobos tingkatan kau menggangguku!" Xia Lang kesal dalam hatinya. karna sebuah kesalahan akan menggoyahkan kultivasinya hingga terjadi kegagalan dan berakibat kecacatan terlebih bisa menyebabkan kematian.
"ini tuan, ada seseorang yang sangat kuat mengirim ini dan dia langsung pergi Setelah memberikannya" Penjaga itu dengan menundukkan kepalanya berjalan mendekat lalu menyerahkan bingkisan itu.
Braaaak...! Sosok penjaga itu melayang terkena tendangan dan langsung menghantam dinding dan meretakkannya menjadi sarang laba laba dengan punggungnya dan terlihat tidak bernafas lagi
Tendangan itu dilakukan oleh Patriak Xia Lang, Xia Lang sangat marah menerima bingkisan berupa kepala Xia Bai, Yang artinya anaknya dan yang lain juga sudah mati, Sebelumnya dia tak memeriksa giok jiwa semua orang itu jadi tidak tau bahwa mereka mati.
'Para tetua, secepatnya berkumpul karna ada keadaan mendesak' Xia Lang segera memberi perintah darurat kepada semua tetua yang berada didalam Klan untuk segera berkumpul
...............
Dalam dunia jiwa.
Sebuah gubuk muncul dan mendarat tidak jauh dari kediaman patriak. Disusul oleh dua orang.
__ADS_1
"Bukalah matamu Xia Meng"
Segera Xia Meng membuka mata dan dia jelas terkejut ketika melihat sekitarnya "Dimana kita berada tuan" Ucapnya sambil memastikan gubuknya masih ada atau tidak.
"Kau berada dalam Dunia Jiwa, milikku! Aku memiliki tiga orang murid, Tapi salah satunya sekarang di ajari oleh istriku, jadi kau akan menjadi murid penggantinya, Bagaimana,? apa kau mau?" Ucapnya sambil mengajak Xia Meng berjalan kearah kediamannya.
nmerasakan aura Suaminya yang datang.
"Sayang! kenalkan ini murid baruku, Dia akan tinggal dengan Wen Hao dan juga Guan Zhong"
"Baguslah, Pas sekali mengganti Feng Yaya yang dilatih oleh Adik Zisi" Sahutnya lalu tersenyum melihat kearah pemuda yang terpana melihat kecantikan wajahnya
"Maafkan aku Guru, Maafkan aku Nyonya Guru, Jika terus memandangmu, Karna aku belum pernah melihat dewi secantik Nyonya Guru" Ucap Xia Meng setelah tersadar dia terlalu lama memandang Nyonya Gurunya yang memang sangat cantik
"Yah kali ini aku maafkan, Tapi awas jika kau berniat merayu Nyonya gurumu" Ucap Zhang San terlihat bercanda karna dia sambil tersenyum tapi semuabitu akan menjadi petaka bagi Xia Meng jika dia benar benar berniat.
"Ampun guru, aku tidak berani" Sahutnya dengan cepat lalu bersujud dikaki Zhang San kemudian bersujud lagi di kaki Cao Ling An.
"Bagun lah..." Ucap Zhang San lagi lalu memandang kearah Cao Ling An "ikut aku, Kita akan ke aula sekte"
"Emm" Cao Ling An mengangguk lalu mereka berdua berjalan santai menuju Aula sekte.
"Kau tunggu ibumu bangun, Jika dia sudah bangun pindahlah kalian kerumah yang itu" Tunjuk Zhang San ke sebuah rumah yang ada disamping kediamannya
"Baik Guru, Terima kasih banyak" Sahutnya
"Patriak tiba" Ucap penjaga yang Aula yang melihat Patriak Sekte datang ke arah Aula agar yang didalam mendengar dan mengetahui.
Penjaga itu segera membuka pintu besar Aula Pertemuan. dan didalam semua tetua yang bertugas berkumpul untuk sebuah rencana.
__ADS_1
"Salam patriak..." Ucap mereka semua secara bersamaan
Zhang San mengangguk lalu berjalan melewati mereka dan duduk ditempat yang lebih tinggi sedikit daripada mereka di iringi oleh sang istri yang begitu mempesona