
Dikeliling oleh ratusan orang. Zhang San masih terlihat tenang. Dia tak sedikit pun merubah wajah nya, dia sangat yakin dengan kekutannya.
Namun dia bertanya dalam hati nya. Siapa yang ingin membunuh nya. Dia merasa tidak membuat permusuhan di benua ini. "Apakah ada yang ingin menjelaskan kenapa aku ingin di bunuh" tatap nya kesalah satu orang yang mendekat.
Namun tak ada dari mereka yang menyahut selain suara pedang yang menderu dari sekeliling nya. Dia target mati dari orang- orang itu.
Sebelum pedang mereka sampai Zhang San lebih dulu menghentak kan kaki nya ketanah lalu dia melesat ke atas dan membuat secepat nya ratusan Pedang aura di sekitar nya. Lalu melepaskan ke arah semua orang yang ada di bawah nya sambil memutar badan nya.
"Booom.. Boooom.. Duaaaar.."
Lalu dia turun kesisi kanan dan menebaskan energi pedang bintang yang seperti bulan sabit. Membelah beberapa puluh orang. Kemudian berpaling dan mengulang cara nya sama.
Ratusan orang perlahan menipis dan hanya tinggal sembilan orang saja.
"Jawab pertanyaan ku sekali lagi. Siapa yang menyuruh kalian ingin membunuhku?"
Masih tidak ada jawaban dari mereka Bersembilan. Membuat nya geram lalu menghilang dan menebas satu persatu kepala lawan tanpa perlawanan yang berarti. Lalu dia mengibaskan pedang nya ketanah menghilangkan darah yang menempel.
Lalu dia menatap ke arah Ceruk yang dangkal. Dia merasakan di sana ada pergerakan. Lalu dia terbang dan mengirim tebasan dua gelombang sebagai pembuka. Duaaaar..!
Seseorang melompat keluar dari kepulan asap. Dia lalu menatap Zhang san dengan kebencian.
"Wu Jiauji!" Zhang San berseru terkejut setelah mengenali orang itu. Dia adalah patriak Klan Wu di kota Daun. "Jadi kau yang ingin membunuhku? Sayang dulu aku tak sempat menghancurkan Klan Wu!"
"Dendam ini tak kan redam jika kau tak ku bunuh dengan tangan ku sendiri" ucap nya lalu terbang ke arah Zhang San yang sudah siap dengan Pedang Bintang di tangan kanan nya.
__ADS_1
Sebelum nya Wu Jiauji di bawa oleh patriak Wu Daimin ke Klan Wu pusat. Untuk meningkat kultivasi nya. Karna dia ingin balas dendam atas kematian anaknya yang di bunuh oleh Long San/Zhang San di kompetisi kota daun.
Kini dengan tingkat kultivasi kaisar tahap menengah dia mengangkat pedang nya dengan dendam dan amarah yang besar. Namun sayang lawan nya sekarang bukan lah Zhang San yang dulu yang masih lemah.
Dentang...!! Wu Jiauji termundur dua langkah ketika pedang mereka beradu. Namun dia tak perduli. Dia menyerang lagi kekiri, kekanan, belakang, depan hingga atas. Namun masih dapat di tangkis dengan mudah oleh Zhang San. Bahkan keringat pun tidak menetes di dahi nya.
"Ini tidak mungkin. Hanya beberapa bulan kau sudah bisa mengimbangi serangan ku" ucap nya di sela pertarungan.
"Aku adalah anak Surga jadi tidak ada yang tidak mungkin bagi ku. Apalagi membunuh mu" Ucap Zhang San yang sudah berada dihadapan Wu Jiauji dan langsung menusuk jantung nya yang tidak sempat lagi menghidar karna saking cepat nya Zhang San bergerak. "Mati lah, dan ingat aku yang membunuh mu di kehidupan selanjut nya" Zhang San pun menarik pedang nya dari tubuh Wu JiauJi yang sudah tidak bisa bergerak lagi. Dia pun mengambil cincin yang terselip di jari manis Wu Jiauji
Zhang San merasakan Niat membunuh berada tepat di belakang nya. Dia pun langsung bergerak Zig Zag hingga dia terhindar dari serangan tiba-tiba yang meledak kan bekas pijakan nya.
"Apakah kau juga dari Klan Wu Nona" tanya nya setelah bergerak Zig Zag dia muncul di belakang Wu XinXin dengan meletak kan pedangnya di leher seputih salju itu.
"Sudah di ujung kematian masih Berani mengancam ku! Seperti nya Klan Wu memang harus di musnahkan hingga ke akar nya" Zhang San menekan sedikit pedang nya. Hingga mengeluarkan sedikit darah di leher putih itu,
"Jika kau melepaskan ku. Aku akan berjanji ayahku tak akan mengejar mu. Atau kau bisa memiliki aku jika kau mau" ucap nya sambil membuka sedikit belahan baju di dada nya. Menampil kan gunung kembar yang puncak nya masih tertutupi awan 😁.
"Jika ada yang lebih bagus kenapa aku harus memiliki mu" selesai berucap dia menarik pedang nya dan memisahkan kepala dari tubuh gadis cantik itu. Tak lupa dia mengambil cincin nya.
Kecantikan nomor satu di Klan Wu mati dengan kepala terpisah. Sungguh jika ada yang melihat kejadian itu. Dia akan mengutuk Zhang San dan berkata. Kau terlalu munafik setidak nya nikmati dulu 😅.
Setelah itu dia terbang ke arah wilayah Klan Wu. Dan menemukan pasukan yang banyak sedang berkumpul di perbatasan. Entah kemana mereka Zhang San tak memikir kan nya. Dia harus Klan Wu lebih dulu.
Sesampai nya di atas kota Liangwu, di menara tertinggi yang ada di kota itu. Sekaligus kediaman Utama Klan Wu. Zhang San menggunakan Formasi Dunia Pedang yang melingkup seluruh Kediaman Utama. Lalu dia menggunakan suara nya untuk memanggil patriak Klan Wu. "Patriak Wu keluar lah. Jika tidak kediaman ini akan rata dengan tanah!"
__ADS_1
Wu Daimin langsung keluar melesat keatas Dan melayang di udara. Dia kini menatap Zhang San dengan amarah. "Adik ku dan anak ku dimana?" Teriak nya bertanya
"Mungkin sudah dimakan babi hutan" ucap nya sembarang saja sambil mengorek telinga nya.
"Bangsat," Wu Daimin langsung menyerang Zhang San. Dia juga pengguna pedang. Dengan keahlian nya memainkan pedang. Di sempat menyemat gelar Pedang kematian.
"Teknik tingkat kedua, Pedang Api Magma"
Bilah pedang putih nya berubah warna merah yang di selimuti aura panas membahayakan. Bahkan panas nya terasa menyengat kulit. Membuat banyak orang keluar rumah karna merasakan atmosfir panas yang luar biasa.
"Siapa yang menantang Patriak Wu. Berani sekali dia" ucap salah satu di antara penonton yang melihat pertarungan di udara.
"Kita lihat saja, kita juga tak bisa membantu" sahut orang di dekat nya.
Swuuuuush Boooom..!! Patriak Wu Daimin terpelanting ketanah. Dia bangkit lalu mengusap dada nya yang perih. Meski hanya tergores sedikit namun sakit nya seakan luka itu sangat dalam.
"Teknik tingkat ketiga, Pedang kematian"
Aura mencekam keluar dari bilah pedang itu. Menyelimuti tubuh nya. Membungkus nya dengan aura itu sendiri. Lalu dia melesat keatas.
Cliiiing. Dia menghilang. Dan muncul di belakang Zhang San. Zhang San menghindar kesamping saat merasa pedang Wu Daimin hendak menusuk punggung nya. Lalu memutar balik badan nya.
Treeeeeeeeeng..! Aura mencekam bewarna hitam itu sempat menghilang saat bersentuhan dengan pedang bintang namun itu hanya sesaat, aura itu kembali menyelimuti pedang Wu Daimin...
Next Ch~ 16:00
__ADS_1