
Pertarungan mereka tidak main-main dan tidak bisa dianggap remeh.
"Teknik Pedang Petir, Tebasan Dua Gelombang!"
Sejumlah kekuatan muncul diudara membentuk sebuah tebasan bulan sabit dan itu bukan hanya satu, Melainkan dua, Dua serangan energi yang kuat dan mematikan langsung dilesakkan oleh Zhang San.
Menghadapi kekuatan yang menakutkan itu, sekali lagi Xia Lan menggunakan keterampilan terbaiknya. "Teknik Pedang Bayangan, Kegelapan Mutlak!" Dia berteriak dan kabut hitam langsung muncul diantara lubang-lubang pada pedangnya dan itu langsung menyebar ketika dua ujung jarinya menyapu bilah pedang itu, Menyebar ke segala penjuru arah hingga memungkin orang lain untuk tidak bisa melihatnya. Sebagian Kabut itu membentuk sebuah Prisai dihadapannya. yang ketebalannya bahkan tak dapat dibayangkan.
Swing Swing!! Dua serangan Zhang San langsung masuk kedalam kabut dan tidak ada ledakan ketika bersentuhan dengan Prisai kabut itu, Seperti tidak pernah ada serangan yang mengenainya.
"Ini adalah kegelapan mutlak yang memungkinkan serangan apapun terhisap ke lubang hampa yang gelap, Perhatikanlah kematianmu!" Sambil tertawa menakutkan, Xia Lan membawa kabut yang menyelimuti tubuhnya itu menghilang, Layaknya dia lah kabut itu.
Zhang San menebaskan pedangnya kesamping ketika merasakan ada serangan disana, Namun dia hanya menebas kabut, Lagi-lagi dia menebas kabut ketika Xia Lan Muncul dengan tawanya.
Beberapa orang yang sudah sampai ditempat itu, memusatkan pandangan mereka ke pertarungan antara Xia Lan dengan seorang pemuda yang mungkin belum genap dua tahun, Karna Zhang San memiliki wajah yang sangat lembut dan tampan membuat dia seperti berumur dua puluhan kebawah, padahal umurnya sudah Dua puluh enam tahun
"Ini sangat gila, Dia mampu memaksa Patriak Xia Lan itu menggunakan Teknik yang ditakuti oleh orang-orang didua benua ini"
"Kau benar, Xia Lan pernah menggunakan teknik ini hanya sekali tapi mampu membuat beberapa orang yang ditingkatan yang sama langsung terbunuh, Dan itu dibuktikannya pada jaman dulu"
"Kita lihat saja siapa yang akan menang, Karna dengan ini perubahan akan segera terjadi, Entah itu baik atau buruk" Entah siapa mereka itu yang berbicara, Tapi yang pasti mereka bukan dari tiga patriak Klan Tang, Jing Serta Lou, Mereka bertiga masing-masing memimpin satu kelompok untuk membantu pertarungan.
"Long Zhong, Kami akan membantu" Suara dari patriak Tang Rui menggema diudara
Segera Long Zhong membalikkan tubuhnya dan melihat ada tiga kelompok yang mengarah kepadanya.
Dia pun tersenyum, Meski mereka jarang berkomunikasi tapi mereka tidak pernah dalam masalah apapun, yang harus melibatkan konflik peperangan, Kalau ada itu pun hanya masalah kecil yang bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
__ADS_1
"Terima kasih atas kehadiran kalian" Ucapnya lalu melihat perkembangan pertarungan lagi dari udara. tiga patriak itu pun memerintahkan anggotanya untuk membantu.
"Jangan satu lawan satu, Usahakan setiap dua orang dari kalian memilih satu orang lawan" Patriak Tang Rui memberi pesan kepada mereka "Bergeraklah!" perintahnya
Toga rombongan itu segera berbaur dengan Anggota Klan Long dan bergerak sesuai dengan perintah.
Disisi yang berbeda, Tian Zhu, Dong Hu serta yang lainnya melawan para tetua yang berada ditahap Dewa Biru tahap puncak mulai kewalahan, Karna tetua yang berada ditahap itu yang dimiliki oleh Klan Bayangan ada ratusan sedangkan mereka hanya beberapa, Tapi itu tidak menyurutkan langkah dan semangat mereka. Karna mereka ingin melampaui batasan yang mereka miliki.
Suara gemuruh serangan kembali datang kepada mereka, Menerjang seperti lautan api yang tak pernah padam.
Buzzzz.... Itu dilakukan dengan cepat oleh ratusan tetua.
"Kami membantu" Sebuah suara datang dari belakang Tian Zhu dan kelompoknya.
Mereka pun memiliki harapan yang muncul dihati mereka.
"Semuanya maju!" Teriak Tian Zhu, Pergerakan pun dimulai, Serangan kembali digencarkan dengan berbagai macam warna diudara membentuk pelangi yang tidak indah dimata.
Aah.. Teriakan kematian sudah bergema dihampir setiap penjuru. entah dari serangan Tian Zhu atau yang lainnya.
.............
Zhang San terus memberikan serangan kepada Xia Lan yang selalu menjadi kabut hitam. Setelah dia menyerang ada tawa yang diberikan.
Sekian lama mencoba, Dia pun jenuh akhirnya dia mulai menggunakan lagi enegi Qi, "Aura Pedang!" Gumamnya pelan.
Swing~ swing~
Pedang yang tak terlihat tercipta menjadi sebuah domain pedang dan menyisihkan kabut hitam yang ada disekitar tubuhnya. pandangannya jelas tidak terhalang lagi oleh Kabut hitam itu.
__ADS_1
Adu domain pun terjadi.
"Sial, dia juga menguasai domain pedang. Ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut" Gumamnya lalu melirik kebawah dimana ada Wang Qishang yang mencoba berdiri dan dia pun memiliki rencana.
Swosh..! Tubuhnya muncul dibalik kabut disisi Wang Qishang dan langsung menarik Wang Qishang dan membawanya melayang.
Sedangkan Zhang Mengalihkan pandangannya kepada Xia Lang yang terus juga menyerang Mertuanya. dia juga menghilang dan muncul didekat Xia Lang.
Xia Lang merasa ada ribuan pedang yang mendekat kearahnya, dia pun segera berbalik untuk melihat, Dan benar saja Pemuda yang dia benci sudah berada sangat dekat dengannya.
Dia mundur mengambil jarak, Karna jika dia dekat dengan pemuda itu, tubuhnya merasakan ada sayatan pedang yang menyayat kulitnya.
Namun satu hal yang tak di antisipasinya. serangan dari belakang, Yaitu serangan kuat dari Yu Ling An menembus tubuhnya.
Puah!! Segenggam darah keluar dari mulutnya. dia melihat ujung pedang berada didadanya. Sebenarnya jika Zhang San ingin membunuh Xia Lang mungkin sudah dia lakukan, Tapi dia mengingat perkataan mertuanya itu, bahwa dia ingin membunuh dengan tangannya sendiri.
"Anakku!" teriak Xia Lan dia langsung melempar tubuh Wang Qishang yang masih lemah, dia terbang kan ke arah Zhang San yang berdiri bebas diudara.
Zhang San langsung meninju tubuh yang melayang itu dan langsung mengenai batok kepala Wang Qishang hingga meledak.
Duaar..! Ledakan itu menyemburkan otak Wang Qishang dan tubuhnya yang tertinggal langsung jatuh ketanah.
Sedangkan Xia Lan, setelah melempar Wang Qishang dia mencengkram leher Yu Ling An. Yu Ling An tak sempat bereaksi karna Xia Lan begitu cepat bergerak.
"Kau harus mati!" ucapnya dengan mata yang merah dan amarah yang memuncak dikepalanya. dia mengeratkan cengkraman itu hingga Yu Ling An tak bisa berteriak lagi.
"Ha" Dia sudah mulai sesak nafas.
Zhang San melihat itu langsung bergerak dengan langkah kilat, Dia menghilangkan Domain pedangnya agar jika dia mendekat Xia Lan tak dapat mendeteksinya.
__ADS_1
Wush....!! Ayunan tangan menghantam pelipis Xia Lan, Terdengar bunyi dentuman Beng! Kemudian Zhang San mengayunkan cakarnya untuk menarik tangan Xia Lan yang memegang leher ibu mertuanya Yu Ling an...
Terima kasih atas segala doa dan dukungannya. meskipun yang like sedikit tapi novel ini akan tetap berlanjut, Sebagai bukti bahwa authornya serius