
Dua pilar berdiri kokoh dengan penjagaan beberapa orang yang berada ditingkat dewa Hijau tahap menengah. Di antara kedua pilar itu terlihat sebuah lorong yang berputar dan antrian yang tidak terlalu panjang untuk memasukinya.
Zhang San terus maju sesuai dengan antrian. Tidak ada kejadian yang tindas menindas. Karna di kota ini, Penjaga akan dihukum jika penjaga itu korup dan mengintimidasi setiap orang yang akan pergi ke kota kekaisaran.
Tiba gilirannya. Zhang San membayar tiga ratus Koin Emas untuk biaya teleportasi. dan dia menunggu untuk diteleportasikan bersama dengan yang lainnya. Dalam sebuah lorong hanya akan ada sepuluh orang. setelah lewat setengah jam akan masuk lagi sepuluh orang. Begitu seterusnya.
Didalam lorong itu. mereka hanya perlu berjalan saja beriringan. dan tanpa diperbolehkan memakai Qi karna akan mengacaukan lorong itu dan terlebih akan memicu badai kekacauan. Jadi tidak ada yang akan bertindak bodoh. Itu sudah dikatakan sebelum mereka memasuki portal teleportasi itu.
Menunggu sampai. Zhang San bertanya kepada seseorang disampingnya. "Apakah kau tau dimana letak Klan Zhang?" tanyanya sambil menatap
"Klan Zhang ya? tidak jauh dari ketika kita keluar dari lorong ini. Kau ambilah jalan kearah selatan sejauh seratus kilo dari itu maka kau akan menemukan dua pilar yang tinggi itu penanda bahwa wilayah itu adalah milik Klan Zhang!" Sahut orang itu sambil menatap Zhang San "Tapi untuk apa kau kesana? sekarang Klan itu tertutup untuk umum karna katanya akan diadakan sebuah pertandingan antar anggota Klan untuk menjadi penerus dari Patriak yang sudah tua dan dengan alasan yang lain lagi" Tambahnya
"Ooh. Aku sedang ada urusan dengan seorang tetua disana. semoga saja aku diijinkan untuk masuk! Kalau boleh tau. siapakah nama tuan dan hendak kemana juga.... Maaf sebelumnya aku belum mengenalkan diri. Namaku Long San!" Zhang San tidak mengenalkan nama aslinya karna dia tidak ingin orang tau. maka dia membuat sebuah kebohongan.
"Aku dari Klan Zhu, Zhu Sian! Senang berkenalan denganmu" Sahut Zhu Sian tersenyum. Dia seorang pemuda yang ramah dan sepertinya cukup disegani. Karna ketika dia masuk ke portal. dia begitu diperhatikan dan diperlakukan dengan baik.
"Senang juga berkenalan denganmu tuan muda Zhu" Ucap Zhang San dia menyambut uluran tangan dari Zhu Sian. 'Sangat kebetulan bertemu dengan anggota Klan Zhu!'
__ADS_1
Setelah itu mereka saling berbincang hangat.
Hanya beberapa menit cahaya diujung lorong terlihat. mereka yang ada disana terlihat sangat senang. Meskipun mahal biaya tetap saja mereka suka. karna tidak sebanding jika harus melewati Laut Giok yang terdapat banyak hewan laut yang ganas yang tidak memperdulikan kematian mereka sendiri.
Tiba diujung lorong teleportasi. hanya dengan sepuluh menit. itu seperti sebuah keajaiban. Sepuluh orang itu muncul disebuah altar dengan dua pilar yang menopang Portal teleportasi. Entah mengapa jadi disebut portal teleportasi. Padahal jika dipikirkan itu hanya seperti sebuah lorong spasial yang terhubung dengan berjalan kaki. Tapi tak usah dipikirkan.
Zhang San memisahkan diri dari rombongan itu. dan pergi langsung ke arah selatan dengan terbang.
Wilayah kekaisaran sendiri luasnya dengan mencapai jutaan kilo dengan Empat keluarga besar yang berada pada empat wilayah yang menjadi penopang. Zhang di Selatan. Zhu Di Timur. Bai di Barat. Gong di Utara sedang ditengah adalah wilayah ibu Kota itu sendiri yang dikuasai oleh Kaisar Bai Jing.
Itu lah alasan mengapa Klan Zhang mengadakan pertandingan. Dan hanya mereka yang belum menemukan calon Patriak masa depan. Sedang yang lainnya sudah ditetapkan.
Pertandingan untuk memperebutkan Tahta kekaisaran akan berlangsung enam bulan. dan yang dibutuhkan oleh Klan Zhang adalah seorang pemuda yang akan menjadi kaisar dengan minimal tingkatan berada di tingkat Dewa Hitam tahap Awal dan jika ada yang berada diatasnya lebih bagus lagi.
Swosh!! Zhang San berhenti terbang setelah melewati seratus kilo dalam waktu satu menit bisa dibayangkan kecepatannya dalam terbang. tapi itu bukan kecepatan maksimalnya.
Dia menyembunyikan lagi tingkat kultivasinya sesuai dengan yang dikatakan oleh tetua Zhang Yimin. Bahwa pemuda jenius di Klan Zhang berada pada tingkat Dewa Merah awal dan menengah. jadi dia menekan basisnya hingga tingkat menengah. Agar tidak terjadi hal yang membuat urusannya terganggum.
__ADS_1
Ada alasan dibalik hal itu. Jika dia mengungkapkan basis yang sebenarnya. Orang-orang tidak akan percaya. Mungkin yang akan mereka kira dia memakai sebuah artefak tingkat tinggi dan mungkin saja yang terburuk dia akan menjadi incaran pemburuan karna terlalu muda sudah memiliki kekuatan yang diluar nalar mereka. Pasti akan ada oknum yang tidak suka..
Dia perlahan turun dan mendekati empat penjaga yang sudah berada pada tingkatan Dewa Hijau tahap menengah dan satu orang yang mungkin menjadi pemimpin kepala dengan tingkatan Dewa Hijau tahap Puncak..
"Klan sedang ditutup untuk umum! Jadi orang yang tidak berkepentingan sangat penting tidak diperkenankan untuk mendekat! katakan ada urusan apa kau datang kesini" Tanya sang pemimpin penjaga. Meskipun dia tidak dapat melihat tingkatan pemuda yang ditanyainya. tapi karna ini wilayah Klannya dan dia bertugas. Dia tidak akan gentar.
"Aku ingin bertemu dengan tetua Zhang Yimin. Jika dibolehkan. Sampaikan padanya, Ponakannya dari jauh ingin bertemu" Tak ingin menimbulkan keributan, Dia pun berkata dengan sopan.
"Tunggulah disini. dan jangan berani macam-macam ditempat ini" Ucap pemimpin penjaga itu lagi. lalu mengeluarkan Slip Giok untuk berkomunikasi dengan Zhang Yimin.
"Tetua. Ada seseorang yang mengatakan dirinya adalah keponakanmu dari jauh. apakah benar hal itu?" Dia ingin mengonfirmasi lebih dulu.
"Hei penjaga!! cepat buka pintunya" Lima orang datang dengan panah ditangan dan busur berada dipunggung dan dua babi hutan besar yang dipanggul. dua orang untuk satu hewan.
Segera pintu terbuka. Karna pejaga tau siapa orang yang memanggilnya. "Singkirkan saja orang ini! Apa kau lupa bahwa Klan tertutup untuk umum?!" Teriaknya kepada penjaga itu. Kemudian dia berlalu sembari melirikkan matanya ke arah Zhang San. dan dia tersenyum mengejek. "Pergilah kau orang luar. Disini bukan tempatmu" Ucap orang itu menatap Zhang San.
Dia tidak lebih kuat dari Zhang San. tapi kesombongannya menjadi darah daging. Mungkin memang dia seorang yang dimanjakan hingga tak bisa mengukur kalimat yang tercantum. bahwa jangan pernah melihat buku dari sampulnya...
__ADS_1