ZHANG SAN

ZHANG SAN
Extra Penguasa Alam


__ADS_3


Di sebuah tempat yang sangat jauh dua orang berdiri dihadapan cermin. Tapi itu bukan cermin untuk memandang diri sendiri tapi untuk mengawasi beberapa galaxi yang dia kuasai.


Mereka terlihat sangat muda sekali. Seperti baru berumur belasan tahun. Namun jangan salah tentang kekuatan mereka.


Mereka sangat kuat. Mereka berdua adalah yang disebut Penguasa Alam. Satu kibasan tangan mereka saja, dapat menghancurkan satu galaxi. yang artinya mereka bisa membunuh jutaan orang dalam sekejap.


Salah satunya tersenyum menatap sebuah planet yang berwarna biru itu, dia berdiri dari tempat tertinggi yang dia miliki. Lalu, Dia segera berkata kepada bawahan yang berada dibelakangnya. "Turunlah kamu kedunia itu dan Bawa artefak pencari untuk menemukan sahabat sekaligus musuh lamaku. Aku dapat merasakan keberadaannya disana." tunjuk Penguasa Alam yang bernama Chu Yuan.


Meskipun orang yang berada dibelakangnya itu juga sama berada pada tingkat Dewa Penguasa Alam. Namun sedikit lebih rendah karna hanya seribu tahun yang lalu dia naik menjadi Penguasa Alam.


"Baik Kak Chu, Aku akan segera turun kesana" jawabnya pelan lalu menghilang dari tempat itu.


Sosok itu muncul diatas Planet itu dan langsung meluncur masuk menembus lapisan langit..


.............


Satu tahun berlalu sejak pernikahannya. Dan delapan bulan lamanya Zhang San berkultivasi diruang bawah tanah milik Zhou Suyan. Saat itu Dia merasakan ada aura dari Penguasa Alam yang memperhatikannya ketika dia melangsungkan pernikahan dengan Zhou Ruyue. Membuatnya harus aman untuk sementara waktu. Sekarang kekuatannya cukup meningkat. dengan banyaknya sumberdaya yang diberikan oleh beberapa Klan dihari pernikahannya.


Zhang San sekarang berada pada tingkat Dewa Hitam Tahap menengah. Dalam delapan bulan ini dia ada tiga kali peningkatan. Hal yang sangat menentang surga.


Jika ada orang lain yang tau hal itu, Mungkin mereka akan murka dan berbondong-bondong untuk membunuh Zhang San karna iri dan dengki.


Zhang San membuka mata setelah sekian lama "Aku harus terus menaikan tingkatanku, Agar tetap bisa menjaga keluargaku. Masih ada waktu sepertinya. Dan Klan Zhang akan mengadakan sebuah pertandingan untuk menjadi calon Patriak masa depan. Mungkin waktunya sudah dekat. Sudah saatnya aku menengok Tetua Zhang Yimin" Gumamnya. Lalu berdiri dan menghilang dari ruang bawah tanah itu.

__ADS_1


Zhang San muncul pada langit di atas kediaman Patriak Zhou Suyan dan melihat tiga orang wanita yang sedang berbincang santai dengan sangat akur. Dua wanita menggendong bayi yang sepertinya baru beberapa bulan umurnya. sedangkan satu orang tengah hamil tua.


Waktu itu ketika Zhang San menikah dengan Zhou Ruyue, usia kandungan Cao Ling An dan Ao Zisi sama berada pada usia lima bulan. Berarti sekarang umur dua bayi itu adalah Enam bulan.


"Bayi perempuan yang menggemaskan." Suara yang tidak asing sama sekali terdengar ditelinga tiga wanita itu. Ada air mata yang menetes dan tiga wanita itu menoleh ke arah suara. dimana ada senyuman yang mengembang yang mereka lihat.


Segera mereka berdiri dan ingin berlari. Tanpa sadar mereka tidak seperti dulu lagi yang bergerak bebas memeluk. Zhang San mendekat kearah mereka ketika melihat langkah mereka tampak berat.


"Bagaimana kabar kalian bertiga?" Zhang San meraih kedua bayi itu pada kiri dan tangan kanannya. "Apa kalian sudah memberi nama?"


"Kami baik saja" sahut mereka bersamaan.


"Aku memberinya Nama Zhang Mei" sahut Cao Ling An sambil memeluk tubuh Zhang San dari samping.


"Aku memberikannya Nama Zhang Hua." Ao Zisi. Sama halnya dengan Cao Ling An yang memeluk Zhang San dari samping. sedangkan Zhou Ruyue tersenyum melihat mereka dia pun menempel pada punggung meski terhalang perut yang sudah besar.


Sesampainya didalam, Patriak Zhou Suyan langsung menyambutnya. Dia sudah tau tentang dua wanita di samping cucu menantunya itu. Karna sebelum Zhang San berkultivasi dia sudah menceritakan segalanya kepada Zhou Suyan dan dia menerima dengan lapang dada.


Dia mengambil satu bayi perempuan yang sudah dia anggap cucu sendiri dari tangan kanan Zhang San. "Zhang Mei ikut dengan Kakek dulu. Kasian ayahmu!" Ucap Zhou Suyan sembari tersenyum bicara kepada Zhang Mei


Zhang San tidak marah dengan itu. Karna dia benar-benar melihat kasih sayang yang ditunjukan oleh Zhou Suyan kepada Zhang Mei.


Zhang Hua menangis dengan kencang "Oh-apakah Hua'er juga ingin ikut dengan Kakek?" Ucap Zhou Suyan segera dia mengambil Zhou Hua yang ada ditangan kiri Zhang San lalu membawa dua bayi perempuan itu jalan-jalan santai.


Sedangkan Zhang San dan ketiga istri Sahnya memasuki kamar.

__ADS_1


"Kak Zhang, Sudah lama kita tidak melakukannya." Ucap Ao Zisi berinesiatif untuk bicara hal tabu.


"Ayo kita mulai. Apakah kalian siap. Ini akan jadi hari yang panjang" Sahut Zhang San dengan senyuman.


"Jangan terlalu lama. Nanti Mei dan Hua menangis karna terlalu lama terpisah dari asi ibunya, Jika hendak lama dengan Adik Ruyue saja" Ucap Cao Ling An sembari melepaskan pakaiannya satu persatu. begitu pula dengan Ao Zisi yang darah Rubahnya sudah mendidih.


Zhou Ruyue tak bisa bergerak banyak. Karna perutnya yang sudah sangat besar. dia hanya duduk dikursi saja dulu untuk melihat aktivitas yang mereka lakukan..


.................


Dua Jam terlewatkan setelahnya. Kini merekab berempat saling berbagi kasih sayang dengan saling memeluk.


"Apakah kalian akan ikut bersamaku?" Tanya Zhang San.


"Tentu kami akan ikut bersamamu, Karna masih ada dunia jiwa yang bisa kami tinggali" Sahut Ao Zisi cepat.


"Baiklah... Sudah diputuskan kita akan berangkat ke Klan Zhang besok. Persiapkan diri kalian lebih dulu" Dia segera bangkit dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan sisa lengket peluh.


Lima menit setelahnya. Zhang San meninggalkan kamar dimana tiga wanita itu tertidur karna kelelahan.


Zhang San melesat menuju kediaman Klan Wang.


Sementara diKlan Wang, Wang Ding yang ini menjadi patriak dan Wang Yuwen yang menjadi panatua Agung dapat merasakan Aura milik Zhang San. Segera mereka keluar dari kediaman mereka masing-masing dan muncul didepan penjaga.


Para penjaga terkejut dengan kemunculan dua orang kuat di Klan. "Salam Patriak" Ucap empat orang penjaga pintu Gerbang Klan.

__ADS_1


Wang Ding melambaikan tangan lalu berpaling menatap udara, Sama halnya dengan Wang Yuwen.


"Kau menyambutku Wang Ding, Wang Yuwen" Ucap Zhang San tersenyum. Suaranya lebih dulu sampai dari pada orangnya. Dan itu membuat para penjaga bingung karna tidak melihat orangnya hanya mendengar suaranya....


__ADS_2