
"Apa yg kau ingin kan. Kenapa membuat rusuh di klan ku" geram patriak.
"Kami kesini mencari dua orang. Satu laki- laki satu nya wanita." Orang itu menjelaskan rincian ciri- ciri yg di maksud.
"Serahkan lah mereka, maka kalian akan selamat" ucap nya.
"Mereka tidak ada disini. Meskipun ada kami tak kan menyerahkan nya" tegas patriak
"Haha hahah hahha" orang itu tertawa mengejek. "Jangan berlagak hebat di depan ku" ucap nya.
Hong Yubai langsung melesat dengan amarah nya. Dia mengepal tangan dengan tinju yg berderu tertiup angin, langsung mengarah ke kepala musuh. Namun musuh menangkis dengan santai. Lalu dia memegang pergelangan Hong Yubai dan mebanting nya ketanah.
Booom...! Tanah bergetar terkena tubuh Hong yubai. Lalu orang itu mengangkat kaki nya. Ingin menginjak. Namun patriak Hong Yubai berguling ke samping. Dan mengangkat kaki nya untuk menendang musuh.
Beeng...! Musuh termudur. Hong Yubai berjungkir dua kali kemudian langsung melepaskan lagi tinju nya.
"Teknik tingkat kedua, Tinju penghancur gunung"
Sebuah energi yg besar membentuk tinju seperti gunung yg di lesatkan dengan cepat. Menghantam tubuh orang itu.
Musuh terpental kehilangan keseimbangan karna di gempu langsung dengan jurus.
Dia mengusap darah yg mengalir di bibir nya..
Kemudian datang dua orang yg melayang di atas kediaman Klan Hong. Kemudian turun dari ketinggian tersebut.
"Kau terlalu lama Ma Chen, Ketua akan sangat marah nanti" ucap salah satu yg berkepala plontos.
"Dia ternyata cukup kuat, bantu aku Ken Dai" Pinta nya.
"Kau ternyata sangat lemah. Tapi demi persahabatan, baik lah" lalu Ken Dai melesat dengan dua pedang yg tiba- tiba muncul di tangan nya. Mereka pun mengeroyok Hong YuBai.
"Kami akan membantu patriak" Beberapa petinggi klan Hong menahan serangan Ken Dai. Yg datang ke arah patriak mereka.
Suara dentingan pedang bersahutan. Namun Ken Dai begitu kejam. Dengan tubuh nya yg kurus dia meliuk liuk bersama dua pedang nya. Kaki, tangan, kepala, berhamburan jika berhadapan dengan nya.
Sedangkan patriak Hong Yubai dan Ma Chen telah betukar teknik pukulan dan tendangan. Beeeeeng...! Mereka sama- sama termundur.
__ADS_1
Kemudian Hong Yubai menggumam kan teknik pamungkas nya. Tinju angin badai"
Ma Chen tak sempat menahan dan braaaaaak dia terpelanting hingga lusinan meter dan kehilangan kesadaran nya.
Ken Dai meraung marah. Lalu dia dengan cepat menghabisi petinggi klan yg tersisa. Kemudian di melompat ke arah Hong Yubai, Melepaskan teknik nya, "Teknik tingkat kedua, Pedang kembar menghantam batu". Namun Hong Yubai masih selamat. Dia dapat menghindari nya dengan berjungkir kebelakang.
Ken Dai terus menyerang dengan dua pedang nya secara bergantian. Hong Yubai terus menghindari nya. Namun sepandai dan selincah apapun Hong Yubai. Dia pasti akan kelelahan. Dan Ke Dai melihat kesempatan itu. Lalu dia menggumamkan teknik nya,
"Teknik tingkat ketiga, Putaran pedang penghancur" Dengan pedang yg berselimut darah Dia berputar seperti gasing..
Creeeeeez. Creeeeez.... Satu tangan Terjatuh. Dan punggung yg koyak.
Hong Yubai meraung kesakitan. Dia mencoba menghentikan pendarahan nya.
Namun serangan Ken Dai datang lagi mengarah ke kepala nya.
"Ma'af kan aku anak ku, lalu mata nya terpejam" namun di detik trahir terdengar suara.
Treeeeeng... satu pedang menahan tepat berada di pangkal leher Hong Yubai.
Ken Dai tak sempat membuat pertahanan dia pun akhir nya terlempar.
"Bangsat....! Teriak nya sambil mengusap pinggang nya.
"Apa kau hanya ingin melihat dari sana Yun Hai" Teriak Ken Dai sambil menatap teman nya yg hanya duduk bersandar.
Lalu semua orang yg tersisa di halaman itu mengalihkan mata nya ke arah tatapan Ken Dai. Mereka melupakan, ternyata masih ada satu orang yg belom bertarung.
"Apa kau meminta bantuan?" Tanya nya sambil mengunyah buah. Kemudian dia menghilang dari pandangan semua orang.
Wuuush....! Dia muncul di belakang Cao Ling An dan menepuk belakang nya. Cao Ling An pun pingsan tanpa tau penyebab nya.
Anggota klan Bai yg menjaga nya hanya terdiam kaku seakan tak percaya. Lalu satu persatu dari mereka terbang terkena tendangan.
"Target sudah di dapatkan. Lebih baik kita kembali, bawa jasad Ma Chen" ucap nya menatap Ken Dai.
Bai long langsung melesat ke arah Yun Hai mencoba menghentikan nya untuk membawa Cao Ling An. Namun sial, Nasip nya berada di ujung pedang Yg entah dari mana sudah bersarang di tubuh nya.
__ADS_1
Yun Hai dengan kecepatan nya menendang pedang yg tergeletak di dekat kaki nya. Dan membunuh Bai Long dengan mudah.
Setelah itu mereka pergi membawa Cao Ling An bersama mereka...
....
Hong Haoucun sekarang tinggal di kediaman klan Gao bersama Zhang Wei. Tiba- tiba seseorang datang mengejutkan mereka yg sedang santai berbincang di pinggir kolam ikan.
"Ada apa kau kesini Hong Wen?"
"Kediaman kita di serang seseorang tuan muda" ucap nya singkat.
Hong haoucun langsung berdiri karna tidak percaya. "Bagaimana mungkin ada yg berani di kota ini menyerang klan kita, ayo kita berangkat." Ucap nya kepada Hong Wen.
Lalu dia berkata. "Istri ku, aku akan ketempat ayah dulu. Kau tetap lah disini." Ucap nya lembut sambil membelai pipi Zhang wei.
"Hati- hati gege" Sahut Zhang Wei lalu Hong Houcun Mngecup kening nya. Kemudian langsung melangkah keluar.
Sesampai nya dikediaman Klan Hong. Pertarungan sudah berakhir. Lalu dia mendekat dan bertanya ke salah satu anggota klan yg membersihkan sisa- sisa pertarungan.
"Bagaimana keada'an ayah ku. Dimana dia sekarang.?" Hong Houcun terus bertanya.
Anggota klan itu pun menatap kearah wajah orang yg bertanya. Karna sebelum nya dia menunduk.
"Tu- tuan muda. Patriak sedang terluka, beliau sedang di tangani tabib di dalam kamar nya" jawab nya.
Tanpa banyak bertanya lagi Hong Houcun langsung berlari ke arah kamar ayah nya.
Sesampai nya di depan pintu. Dia mendorong pintu dengan kasar. Lalu dia mendekat kearah ayah nya. "Siapa yg melakukan ini ayah?" Tanya nya dengan air mata yg mulai mengalir karna melihat ayah nya terbaring dengan satu tangan. Bahkan punggung nya terluka sangat dalam.
"Mereka mencari Nak Zhang, dan mereka membawa istri nya pergi"
Hong Houcun tidak menyangka kejadian ini.
"Lalu bagaimana dengan saudara Zhang ayah?"
"Dia tidak ada disini. Mungkin patriak Bai Feng Jiyu bisa menjelaskan dimana Nak Zhang berada, dan antarkan Jasad Bai Long ke kediaman Bai. Jelaskan permasalahan nya. Agar tak ada salah faham." Tutup nya dengan darah yg menyembur karna batuk..
__ADS_1