ZHANG SAN

ZHANG SAN
Kematian Chang Dalue


__ADS_3

"Menghindar patriak" Zhang San mendorong patriak Xin lalu melepaskan tusukan pedang nya ke arah Chang Wudi yg ingin menebas punggung Patriak Xin.


"Aaaaaaaaakh" teriakan terahir dari mulut nya. Zhang San langsung mencabut pedang nya. Lalu berbalik dan menghalau pedang panatua kedua yg hendak menusuk tubuh nya, lalu menendang nya hingga terlempar ke reruntuhan.


"Dia masih sempat menolong orang" Geram panatua pertama yg merasa sangat di remeh kan.


"Teknik tingkat ketiga, Taring naga"


Teriak nya langsung melesat ke arah Zhang San membawa seluit naga yg menganga memunculkan taring nya.


Boommmmm...!


Panatua pertama terpelanting terkena efek balik serangan yg di balas oleh Zhang San dengan teknik tebasan dua gelombang.


Teknik yg slalu menjadi andalan nya. Karna teknik ini tak terlalu menguras tenaga. Tidak seperti teknik amarah dewa.


Tebasan kedua masih berlanjut mengejar panatua pertama yg masih berada diudara.


BOOOM..!! DUAR...!! Ledakan darah tercipta seperti hujan yg membasahi halaman.


Teknik itu semakin kuat meski dia belom mencapai tingkat suci. Akan tetapi. Karna tulang nya telah di perbaharui dan dia mendapat jiwa dewa, maka serangan biasa pun akan menjadi luar biasa.


"Teknik telapak dunia, Tapak Penghakiman"


Wusssss.... seketika berpaling dia langsung mengeluarkan teknik nya lagi ke arah panatua ketiga yg masih terbengong.


Lalu BENG!! Panatua ketiga pun berahir dengan kematian.


Jelas saja, perlu di ingat sekarang Zhang San berada di tingkat kaisar tahap puncak, melawan tingkat kaisar tahap menengah, Mudah saja bagi nya.


Patriak Xin tak menyangka. Sekali lagi dia tak percaya bahwa ini memang nyata. Dua orang tingkat kaisar tahap menengah mati dalam sekejap.


"Aku mungkin sudah terlalu tua" kata nya, lalu dia mundur, tak ingin menjadi beban untuk di selamatkan terus menerus. "Ini di luar jangkauan ku," Kata nya lagi.

__ADS_1


Chang Dalue sangat murka melihat kematian dua orang yg telah lama mengikuti nya.


Lalu dia memberikan tepuk tangan untuk Zhang San. "Kau sungguh hebat anak muda. Jika kau mau. Aku bisa membawa mu ketempat yg lebih tinggi, dan menguasai empat benua ini. Aku yakin dengan bakat mu. Tingkat suci akan mudah kau raih" kata nya,


Chang Dalue ingin merekrut Zhang San dan dia berniat menjadikan pemuda itu bawahan setia nya. "Jika aku mempunyai seseorang seperti dia di sisiku. Maka akan mudah menakluk kan kekaisaran." Hayal nya,


Namun itu hanya pemikiran nya seorang. Tak mungkin Zhang San menerima nya. Karna itu berlainan prinsip dengan nya.


"Jangan berhayal terlalu jauh, jika nanti kau jatuh, apa kata dunia" Ucap Zhang San dengan tersenyum mengejek.


"Ini pertama kali nya aku di ejek oleh seorang pemuda ingusan" lalu dia melompat dengan langsung menggunakan teknik nya.


"Teknik Kera Api, Badai Api"


"Dan ini mungkin yg terakhir kali, karna kau akan mati" Zhang San berkata sangat nyaring.


"Terknik api matahari" Pembakaran Maksimal" seluruh tubuh nya di selimuti api yg panas nya melebihi panas dari badai api.


Chang Dalue tertawa puas melihat kebodohan Zhang San yg pasrah di hantam badai api. Namun seketika tawa nya terhenti kala angin berhembus kencang meniup asap yg mengepul.


"Bukan hanya tidak mati, tapi dia masih bisa tersenyum" lalu Chang Dalue memperhatikan api yg menyusut masuk ke dalam tubuh Zhang San. "Apakah dia juga punya energi api, tapi apakah api nya lebih kuat dari punya ku" Gumam nya. "Ini tak bisa di percaya," kata nya lagi.


"Jika api tak mempan maka petir lah yg akan menghancurkan tubuh nya" lalu dia mengucapkan teknik nya.


"Teknik Tingkat ke Empat. Naga Petir"


Raungan naga berwana biru cerah muncul dari langit dengan sengatan listrik yg menggulung awan. Membuat gemuruh seperti langit akan runtuh. Angin bertiup kencang menerbang kan sebagian puing- puing rumah dan beberapa pohon mengikuti nya.


Penduduk kota menengadah kan kepala keatas langit. Lalu melihat arah fenomena itu terjadi.


Beberapa patriak Klan di kota yg mengetahui bahwa ini jurus terhebat milik Patriak Chang,


Melesat ke arah akan terjadi nya bencana. "Siapa yg membuat Patriak Chang bisa mengeluarkan jurus pamungkas nya"

__ADS_1


Di tempat pertarungan, kepala Naga petir biru menyambar ke arah Zhang San BOOOM!!


Namun Zhang san bergerak dengan Teknik Langkah Bayangan nya, menghindari amukan naga biru itu. Lalu dia pun mengkonsentrasikan teknik nya.


"Teknik Pedang Petir, Amarah Dewa." Teriak nya langsung mengarah kan pedang nya kelangit, dan sulur petir berwarna emas berderak muncul menghantam naga biru yg menari dan berputar di sekililing Chang Dalue.


BENG!! Naga biru terhempas ketanah lalu meledak. BOOOMM...


Angin menyapu kawasan itu. Meratakan nya dengan tanah. Seperti padang pasir yg gersang itu lah gambaran kediaman klan Xin sekarang.


Patriak Chang Dalue terduduk dengan sebelah kaki nya menyentuh tanah. Dia memegang dada nya yg terluka dalam. Dia bahkan tak percaya di kalahkan oleh seorang pemuda.


"Teknik pamungkas ku bahkan dapat dihancurkan oleh seorang pemuda yg bahkan belom terkenal, Apakah ini akhir kehidupan ku" dia bergumam sendiri. Dan seketika itu dia menusuk diri nya sendiri dengan pedang karna malu telah dikalahkan.


Beberapa orang dari klan besar menyaksikan kematian Chang Dalue dari kejauhan. Dan mereka bergidik ngeri ketika melihat naga biru yg sangat besar itu di hancurkan.


"Anak muda yg luar biasa, dia akan bersinar suatu hari nanti" Gumam salah satu dari mereka


Lalu orang itu mendekat, dengan cara terbang rendah lalu hendak menyapa Zhang San yg sedang memulihkan energi nya.


Namun patriak Xin datang menghampiri. "Ma'af kami telah membuat kegaduhan dikota" ucap nya kepada sosok yg baru datang.


"Aku juga tidak menyangka akan begini kejadian nya. Dia memang pantas mati. Karna terlalu sombong sebagai kultivator. Namun dia juga adalah pilar kota ini, Seperempat dari kota ini adalah wilayah klan Chang. Bagaimana mengatasi nya kalau- kalau mereka mengamuk" kata Leng Aotian


"Sebagai penguasa kota Bulan Merah aku turut prihatin atas kediaman mu yg hancur"


"Jangan kau pikirkan masalah kami penguasa kota. Kami akan pergi dari kota ini secepat nya, kami tak ingin menjadi penyebab kerusuhan didalam kota" kata nya kepada Leng Aotian.


"Itu tidak perlu patriak Xin" Terdengar sebuah suara, dari arah reruntuhan yg mulai bergerak. Suara itu ada lah suara Chang Yang yg mulai berdiri.


Dia tak mengalami luka karna sa'at tendangan Zhang San mengenai nya. Dia sempat membalut tubuh nya dengan perisai energi...


"Apa maksud mu Chang Yang?" Tanya penguasa kota...

__ADS_1


__ADS_2