ZHANG SAN

ZHANG SAN
Masih diperjalanan


__ADS_3


"Ini adalah kota pertama yang kita temui, Kita mampir saja" Ucap Zhang Yimin.


Zhang San tentu mengangguk, Dia sangat penasaran apakah perbedaan itu terlalu besar.


"Sebenarnya soal kepadatan energi tidak berbeda jauh dari Sekte milikmu, Namun yang membedakan, bahan yang dianggap langka dibenuamu, Disini itu beredar luas, maka dari itulah banyak jenius yang terlahir disini, Untuk seorang individu muda dibawah umur Dua Puluh tahun sudah banyak yang memiliki tingkat Dewa Biru tahap Puncak. Sedangkan untuk umur tiga puluh ke atas akan memiliki tingkatan dewa Hijau, Dan untuk lima puluh tahun keatas ada yang sudah berada pada tingkatan puncak dewa Merah, Seperti halnya aku ini, Tapi mungkin hak khusus yang dimiliki oleh dirimu, Hingga berumur dibawah tiga puluh sudah berada pada tahap awal Dewa Merah. dan kemungkinan untuk mencapai dewa hitam sebelum umur seratus tahun akan kau capai, Dan aku akan tertinggal" Ucapnya sedikit sedih pada hati karna ada perasaan tak terima orang yang lebih muda akan melampauinya dalam berapa tahun kedepan.


Meski begitu, tidak ada dengki dihatinya. "Aku akan memberikanmu sumberdaya yang cukup untuk menunjang keberhasilanmu"


"Terima kasih atas niat baik tetua, Ini adalah keberuntunganku dapat mengenalmu" Sahutnya dengan senyuman


Mereka turun di seratus meter kota itu, Ada papan nama yang tertulis dengan kata besar Kota Langxi.


Setelah memberikan biaya masuk kota dan menyelesaikan pemeriksaan, Dua orang itu langsung mencari tempat makan. "Aku juga belum pernah ke Kota ini, Karna aku bukan seorang petualang" Zhang Yimin menjelaskan tanpa Zhang San bertanya akan hal itu


"Resto Pasti Kenyang, Nama yang cukup unik" Zhang San memberi penilaian, Dia segera melangkah kedalam "Tetua, Adakah yang istimewa dari setiap resto di Benua Selatan ini?"


"Tidak ada yang lebih istimewa selain daging binatang buas tingkat sepuluh, Namun itu hanya ada di Ibukota kekaisaran, Dan yang boleh memasukinya hanya yang memiliki uang banyak, Karna sangat mahal harganya"


"Apakah dengan memakannya, seseorang bisa langsung naik tingkat?" Zhang San lagi-lagi mengajukan pertanyaan sambil menarik kursi. dan mereka duduk bersama saling berhadapan.


"Bukan begitu Fungsinya, Tidak berpengaruh untuk tingkatan kultivasi, Namun itu bisa meningkatkan kekuatan jiwa, dan itu lebih bermanfaat untuk seorang alkemis, seperti dirimu contohnya"


"Emm, Bisa kah nanti tetua merekomendasikan tempat itu untukku?"


"Tentu, Karna Klan Zhang termasuk Klan yang berpengaruh di ibu kota kekaisaran, Jadi akan ada satu slot tempat, Namun itu juga harus memesan dulu tempatnya, Karna tidak semua hari binatang buas tingkat sepuluh itu ada"


Mereka terus berbincang hingga makanan terhidangkan di meja.


"Makanan ini cukup wangi, emm dan enak, Memang berbeda rasa dari Benua barat" Zhang San memberi penilaian untuk makanan yang ada, setelah itu dia tak lagi bicara dan terus makan hingga kenyang.

__ADS_1


Setelah selesai makan dan membayar, Mereka keluar dan mencari penginapan dengan dua kamar yang berbeda pastinya.


Dalam kamar penginapan, Zhang San membuka Portal dimensi dunia jiwa, Lalu melangkah memasukinya dan melihat ada tiga wanita cantik yang sedang berlatih bersama.


Zhang San menghilangkan hawa keberadaannya. lalu duduk di atas atap kediaman dan memperhatikan latihan mereka.


"Ya'Er, Bukan begitu caranya, Seperti ini, Perhatikan guru!" Ucap Yue Ao Zisi "Ya seperti itu" Ucapnya lagi dengan wajah yang tidak tersenyum sedikitpun, Berbeda jika dia tidak mengajar, dia akan selalu murah senyum.


Tak!!


Pedang mereka beradu, Sedikit kebas dapat dirasakan oleh Feng Yaya ketika pedang mereka bertemu.


Padahal Ao Zisi terlihat mengayunkan pedangnya dengan lembut. Namun daya serangnya cukup kuat.


Sekarang dia berada pada tahap Menengah Dewa Biru, Sedangkan Feng Yaya masih berada ditahap Dewa Kuning puncak.


Tak tak!! Pedang Feng Yaya terlepas. Dia tidak menggunakan pedang Phoenix, Namun hanya memakai pedang yang terbuat dari kayu saja, Sama halnya dengan Ao Zisi, Gurunya!


Zhang San membuat satu bayangan, Wush!!


Klon itu langsung menyerbu kearah Cao Ling An dengan ayunan tangan yang mengarah ke punggung, Zhang San tidak mengurangi tenaga dalam pukulan.


Namun, Cao Ling An juga bukan anak kemarin sore yang baru berlatih dan menjadi kultivator. instingnya mengatakan untuk menghindar ke samping lalu pedang kayu ditangannya langsung dia sabetkan.


Beng!! Pedang kayu ditangannya langsung menghantam tinju Klon Zhang San.


Pong! Udara memadat memantulkan Cao Ling An dua langkah


"Kau sudah cukup kuat sayang Ku!" Ucap Zhang San asli yang berada diatas atap, Seketika klonnya itu lenyap. Dan dia turun langsung medekati Cao Ling An.


Lalu mengambil satu pedang kayu, Dan mereka bermain pedang-pedangan.

__ADS_1


Tak Tak Tak! Suara pedang kayu yang bertubrukan terus beradu, dengan gerakan yang sama, Zhang San membenahi sedikit gerakan milik Cao Ling An, dengan pemahaman yang dia dapat dari ingatan Dewa penguasa alam, Tidak banyak yang dia rubah dari teknik pedang bunga, Dia hanya mempertajam saja dan lebih menghaluskan setiap gerakan, Agar tidak terlalu menguras tenaga ketika bertarungm


"Terima kasih sayang! Perubahan ini sangat bagus, Aku merasa daya serangnya lebih kuat" Ucapnya memeluk Zhang San, Suaminya. "Dari mana kau belajar cara ini sayang? Sedangkan kau tidak pernah berlatih teknik ini" Tanya Cao Ling An penasaran.


"Itu rahasiaku" Zhang San mennyentil hidung Cao Ling An lalu lanjut berkata "Entah lah, Tapi aku merasa bisa melihat kekurangan dari teknikmu" Ucapnya lagi.


"Apa kamu lapar?"


"Tidak juga, Tapi aku mau makan kamu, Boleh?" Ucapnya lalu mengecup bibir Cao Ling An sebentar.


Feng Yaya langsung memalingkan wajahnya. "Dasar guru mesum, Tidak melihat situasi, disini kan ada gadis jomblo yang polos" Gumamnya sambil menghela nafas "Huuuuh"


Yue Ao Zisi terkekeh mendengar gumaman Muridnya itu lalu diapun berkata "Makanya, Carilah, Jangan melirik suami guru!" Candanya


"Ih Guru sama saja, Tak berperasaan" Wajahnya cemberut dan merajuk. "Aku mau menghajar Xia Meng saja" ucapnya lalu dia pergi mencari samsak untuk tinjunya.


"Dasar, Gadis kecil ini" Ao Zisi menggelengkan kepala melihat tingkahnya.


"Hey kalian, Kenapa bermesraan tidak mengajak?" Ucap Ao Zisi yang langsung melompat kepelukan Zhang San.


"Ayo kita masuk ke dalam rumah" Ajak Cao Ling An. "Sudah malam, Aku akan menyiapkan makanan" Ucapnya lagi.


Mereka bertiga memasuki rumah dengan bergandengan tangan.


Beberapa saat, Tiga orang datang berkunjung.


"Saudara Zhang!" Panggil Lang Ming yang datang bersama dengan istri dan juga anaknya,


"ayo masuk, Kita makan bersama" Ajak Zhang San "Jangan ditolak" Katanya lagi setelah melihaymt ke engganan diwajah Lang Ming.


"Ayo sayang! jangan ditolak ke inginan Kakak ipar" Ucap Feng YingYu sambil tersenyum sambil menggendong anak yang sudah berusia satu setengah tahun

__ADS_1


__ADS_2