ZHANG SAN

ZHANG SAN
Memancing Mangsa untuk di Mangsa


__ADS_3


"Terima kasih atas penjelasan kalian, Aku akan pergi dulu" Zhang San merasa cukup mendapat informasi, dia pun segera berdiri dan membayar makanan yang sudah dia makan sebelumnya ditambah apa yang dimakan dua orang itu.


Dia segera keluar dari Resto dan pergi ke arah Klan Xia.


"Di dunia Jiwa hanya ada beberapa orang yang sudah naik tingkat ke Dewa Hijau tahap biru tahap awal dan menengah, Sisa nya masih berada di tingkat suci kebawah, Aih, Apakah aku harus membawa mereka berperang? tentu tidak, mereka hanya akan mengantar nyawa" Zhang San bergumam sembari terbang menuju Klan Xia..


..............


Boom...! Duaar Asap membubung tinggi, Suara teriakan menjerit terdengar hampir dimana mana. Ratapan tangis menyedihkan menggema hingga keudara.


Zhang San yang melewati itu pun tergerak hatinya dan menghentikan laju terbangnya. dia melihat kebawam ada sebuah pasukan yang berpakaian sama, warna hitam tidak ada coraknya.


"Hentikan lah perbuatan kalian!" Zhang San berteriak dengan melayang diudara setinggi sepuluh meter.


"Siapa kamu? Kami Klan bayangan tidak kenal takut! Siapapun akan kami habisi jika tidak tunduk" Salah satu dari kerumunan yang menoleh langsung bersuara kasar.


Zhang San melambaikan tangannya, seutas cahaya langsung dikirim dan meledak kan kepala orang itu


Duaar.. Glek.. Tubuh itu rubuh ketanah tanpa kepala.


Diam!!


Semua pasukan langsung menghentikan aksi brutal mereka yang menghancurkan Klan kecil itu.


"Dia hanya sendiri, sedangkan kita ada ratusan orang banyaknya. jangan gentar, Cepat bunuh dia lalu kita lanjutkan bersenang-senangnya"


Entah yang mana yang bersuara, Tapi suara itu membakar semangat mereka.


"Seraaaaaang!"

__ADS_1


"Teknik Pedang Tanpa Wujud, Seribu Pedang!" Zhang San langsung menggunakan Teknik yang jarang dia pakai


Segera ribuan pedang yang diciptakan Zhang San menggantung diatas kerumunan orang dan bersiap untuk memusnahkan mereka. hanya menunggu perintah saja.


Setelah semua orang sudah masuk dalam jangkauan pedang Zhang San bergumam, "Musnahlah kalian!" Lambaian tangan dengan suara yang bergumam langsung menghujani mereka.


Slup slup.. (Banyangkan saja ribuan kali)


Aaakh.... Aaakh. Teriakan memilukan kini terdengar kembali, tapi kali ini mereka yang tertawa sebelumnya yang berteriak, Ratusan orang itu langsung tewas tertusuk pedang yang tidak berwujud.


Zhang San kemudian mendarat ditanah, Lalu dia mendekati seseorang yang terlihat sebagai orang tua "Apakah kau pemimpin Klan ini?" tanyanya sambil memandang semua orang yang ada disana. mereka masih menampakkan wajah ketakutan. dan sebagian mundur karna takut dengan pemuda itu.


"Dia menolong kita, kenapa kalian takut" ucap orang tua itu yang tidak lain adalah pemimpin Klan, lalu dia memutar lagi kepalanya dan memandang pemuda yang kini hanya berjara lima langkah saja "Terima kasih banyak kau sudah menolong kami, Tapi maafkan atas sikap anggota Klan ku, Mereka hanya trauma saja"


"Jangan masalahkan hal itu, Kalian pergilah kesetiap mayat itu dan kumpulkan cincin dimensi yang mereka miliki, lalu bangun kembali Klan kalian" Zhang San langsung melesat setelahnya.


"Terima kasih banyak Tuan Muda" Mereka semua bersujud pada akhirnya. karna mendapat pertolongan, meskipun kematian tidak sedikit yang klan mereka dapatkan, tapi mereka tetap hidup dan bisa membangun kembali Klan mereka.


............


"Patriak! gawat patriak"


"Ada apa tetua Han?" Patriak Tang Rui segera bertanya. "Tarik nafas yang dalam sebentar, Lalu, Katakan?" Ucapnya lagi.


"Mereka mendekati wilayah kita Patriak" Ucap Tetua Tang Han


Tang Rui mengerutkan keningnya "Mereka siapa?" Tanyanya.


"Klan banyangan, mereka ingin menyerbu Klan kita, Aku tidak tau alasannya. tapi yang pasti mereka sudah ada dibalik bukit, dan mereka membawa ahli tingkatan Dewa biru tahap puncak sebanyak ratusan orang, itu cukup untuk menghancurkan Klan kita"


"Kau jangan panik, Kumpul kan segera semua orang yang berada di tingkat dewa Biru, kita memang kekurangan orang yang berada ditahap puncak, tapi kita masih punya banyak yang berada ditahap menengah, mungkin itu akan bisa mengulur waktu untuk para wanita dan anak-anak serta yang sakit untuk pergi kejalur rahasia, Segera perintahkan yang berada ditingkat dewa kuning ke bawah untuk mengevakuasi!"

__ADS_1


"Segera Patriak" Tang Han langsung keluar dengan berlari dan mulai memberikan pengarahan.


'Patriak jing! Kami sedang dalam masalah. Klan bayangan mulai menyasar ketempat kami, Kalian harus mengevakuasi warga lebih dulu' Patriak Tang tetap ingat dengan kawan meski dia dalam musibah. itulah namanya sahabat.


Dia pun melesat keluar dari rumah dan menuju ke arah balik bukit "Apakah semua sudah berkumpul?" Tang Rui menatap semua orang. ada lima ratus orang yang berada ditahap menengah dan ada tiga ratus orang yang masih ditahap awal dewa Biru.


Semua orang mengangguk lalu Tang Rui sekali lagi berkata "Mungkin ini adalah pertarungan terakhir bagi kita semua, tapi aku ingin tidak ada dari kalian yang menyerah ataupun lari ketika pertarungan telah tiba. Jika ingin mundur, mundurlah sekarang saja"


Tang Rui menjeda sebentar untuk melihat adakah yang ingin mundur, Setelah lewat beberapa detik dia melanjutkan kembali "Terima kasih sudah mau berjuang untuk mempertahankan harga diri Klan"


Gemuruh suara mulai terdengar dan Patriak Tang Rui segera memalingkan tubuhnya kearah datang nya suara itu, dia pun melihat ada gelombang serangan yang datang ke arahnya


Baaam...!! Serangan itu mengenai Formasi pertahan yang dimiliki oleh Klan. Retakan terlihat sedikit akibat serangan itu.


Kecemasan segera terlihat diwajah Patriak Tang Rui. Butuh jutaan koin emas untuk membeli Formasi itu dari pelelangan, Tapi hanya mampu menahan beberapa serangan lagi.


"Kirim kekuatan jiwa kalian untuk memperbaiki Formasi" Tang Rui segera memberi perintah


"Gabungkan semua kekuatan, aku yakin pertahan itu hanya sekali serang saja lagi akan hancur" Pemimpin Kelompok Klan bayangan itu segera memberi perintah setelah melihat pergerakan yang dilakukan oleh Klan Jing.


"Aku tidak pernah menyinggung Klan kalian, Kenapa kalian mengganggu kami" Patriak Tang Rui mencoba bernegoisasi sembari tetap terus memperbaiki pertahanan yang retak.


"Tidak perlu alasan yang tepat untuk menghancurkan sebuah Klan, karna kami adalah puncak kekuatan, dan untuk memancing mangsa keluar dari sarang kami pun harus meratakan Klan yang ada di kota ini. dan kami senang melakukannya. karna akan banyak imbalan yang didapat" Pemimpin Kelompok itu menatap tajam Patriak Tang Rui "Oh satu lagi katanya wanita di Klan mu banyak yang cantik, terutama anak bungsumu" Ucapnya.


Dan semua orang yang ada di kelompok Klan bayangan itu tertawa senang karna akan mendapat ayam segar untuk dimakan


"Serang" Perintahnya lagi


Patriak Tang Rui mengeraskan rahangnya mendengar kalimat itu, "Kalian akan mendapat karmanya, jika orang yang kalian pancing muncul" Teriak Tang Rui


Booom.... Booom.. Booom.. Pyaaar.

__ADS_1


__ADS_2