ZHANG SAN

ZHANG SAN
Rencana Pergi dari Klan Yue


__ADS_3

"Sepertinya sudah tidak ada lagi yang dapat ku sampaikan, Aku akan pamit dulu masih banyak urusan yang harus aku selesaikan, Apalagi tentang Kota Yue yang sekarang setengahnya hancur" Ucap Patriak Yue, sebelum berdiri dia memberikan cincin penyimpanan kepada Zhang San lalu meninggakan tiga orang yang tersisa


"Aku juga akan pergi, Kalian lanjutkan saja ngobrolnya" Ucap Yue Ao Juan


Tertinggal dua orang berlawanan jenis, Ao Zisi terlihat malu, Tapi dia mulai berbicara. "Apa Kak Zhang mau makan?" tanya nya dengan lemah lembut bagai peliharaan penurut.


Dikatakan bersalah, Jelas Ao Zisi merasa bersalah, Karna pada awal nya dia yang berniat memiliki dan merayu Zhang San agar melanggarnya dengan cara yang sedikit tercela.


Tapi itu di lakukan karna dia memang mencintai pemuda itu, Tidak ada salah baginya, Hanya penilailah yang menyalahkan nya karna bertindak seperti itu atas alasan cinta.


"Boleh.."


"Ikut dengan ku, Aku tau di Klan ini ada tempat yang bagus dan suasananya menyenangkan" Ucap Ao Zisi merangkul tangan Zhang San dan Zhang San mengikutinya.


Mereka berjalan berdampingan layaknya insan berpasangan.


Rumah Makan Nikmat Rasa terletak di tengah tengah bangunan Klan yang berdiri kokoh. Dengan lampu lampu kecil yang menghiasi menambah kesan mendalam bagi penikmat rasa.


"Kak Zhang Mau makan apa, Biar aku pesan kan?"


"Terserah apa yang kamu pesan, Aku tidak masalah" Sahut Zhang San.


Ao Zisi berdiri kemudian menuju pelayan. dan memesan beberapa hidangan serta minuman lalu dua kembali ke tempat semula.


"Maafkan aku Kak Zhang, Aku tidak berniat membuat mu terjebak dalam permainan, Aku hanya berusaha untuk memberikan milik ku padamu, Setelah aku berpikir ulang semalaman, Aku merasakan rasa bersalah yang dalam. Kali ini aku tak memaksa Kak Zhang Untuk membawaku pergi, Aku hanya ingin Kak Zhang Bahagia.


Dan tentang cerita kita malam itu, Aku tidak akan menuntut tanggung jawab karna itu murni keinginan diriku sendiri, Apa lagi aku juga mendapat manfaat darimu, Berkat kejadian itu aku sekarang berada di ranah yang hanya bisa aku bayangkan saja"


"Yang lalu biarlah berlalu, Aku tak menyalahkan mu, Karna cinta memang bisa membuat orang bertindak melebihi akal sehat.

__ADS_1


Ini juga karna kesalahan ku yang tak bisa tegas menjadi seorang lelaki, Aku ingin setia tapi tak bisa. karna ini sudah terjadi maka teruskan saja lagi, Aku akan menjelaskan nya nanti kepada istriku saat kami bertemu"


"Permisi Nona muda" Ucap pelayan yang membawa makanan yang di pesan oleh Ao Zisi dan menata nya di atas meja. tidak banyak tapi cukup untuk makan berdua.


Pelayan itu undur diri dengan pelan berjalan.


Ao Zisi melanjutkan Ucapan nya yang sempat terhenti karna kedatangan makanan. mereka berbicang sambil menikmati rasa yang memang nikmat di lidah.


............


Mereka kembali ke kamar, Karna tidak adalagi kecanggungan dan rasa bersalah atau yang disalahkan menurut mereka.


Mereka mulai melepaskan helai demi helai kain yang mereka pakai. hingga tubuh telanjang mereka sama sama terlihat. Di terangi lampu yang temaram suara de*ahan yang kuat menggema di kamar itu, Rintihan dan kenikmatan bersatu padu bagai irama lagu yang kadang cepat kadang lambat.


Hanya terpisahkan beberapa inci dan kembali menyatu, Seperti itu terus berulang. Meski sudah beberapa hari sebelum nya mereka sudah melakukan nya, Tapi milik Ao Zisi masih lah ketat dan sangat rapat.


"Uhg.... Oh... Jangan berhenti"


Ao Zisi merasakan terbakar di tempat milik nya dia sudah tidak sanggup lagi, Tapi Zhang San memegang erat pinggul nya dan terus menyodok kan milik nya.


"Kaaaaa, Jangan...!" Teriak Ao Zisi sembari menggelengkan kepalanya ketika Zhang San mempercepat pergerakan nya. hingga semburan hangat mengisi rongga yang lapar. bersambut dengan hangat yang keluar dari rongga tersebut, semburan itu menyatu dan menjadi satu kesatuan yang indah, Entah bisa menjadi buah atau tidak.


Mereka pun berpelukan hingga tertidur pulas...


...........


Siang hari kembali datang, Dua insan sudah berpakaian rapi dan mereka pun berjalan keluar dari kamar..


"Kita akan pergi sekarang, Tutup lah wajah mu agar tak ada yang membuat keributan karna kecantikan bisa menimbulkan bahaya. Bukan takut hanya saja lebih baik menghindari hal yang tidak perlu" Ucap Zhang San menasehati Ao Zisi.

__ADS_1


Jelas Ao Zisi paham dengan maksud Zhang San jadi dia mengeluarkan kain yang memang sering dia pakai untuk menutupi wajah nya yang cantik.


"Adakah yang lebih tebal yang tidak trasparan, Itu masih terlihat wajah cantikmu" Ucap Zhang San setelah melihat apa yang di ambil oleh Yue Ao Zisi adalah kain tipis.


Yue Ao Zisi memiliki wajah yang memerah di bilang cantik oleh Zhang San, Di puji oleh orang yang disayang adalah sebuah kebahagiaan yang tak terlukis. baginya itu sesuatu yang tak bisa dibeli dengan koin emas atau harta langka sekalipun.


"Aku tidak memilikinya lagi, kita beli saja, Ayo kepasar" Ajak Yue Ai Zisi dengan senang hati menggandeng lengan Zhang San yang tak menolak diperlakukan seperti itu.


'Apakah dia menerimaku seutuhnya?' Semoga saja iya!' Batin nya riang membuatnya tersenyum sendiri.


Zhang San tak tau apa yang di pikirkan oleh wanita disampingnya yang kini menggandeng tangan nya. Tapi dia melihat ada senyum bahagia di bibirnya yang terukir.


Tidak banyak yang di jual di pasar klan, Karna Klan mereka tersembunyi dari dunia Luar jadi hanya keperluan untuk di dalam Klan saja yang banyak di jual. Tapi jika hanya mencari sepotong kain atau beberapa set pakaian. tentunya pasar Klan menyediakan nya..


"Paman, Ambilkan aku sepotong kain sepanjang satu meter saja" Ucap Yue Ai Zisi tersenyum kepada pedagang.


Pedagang itu langsung mengambilkan beberapa potong kain dengan warna yang berbeda.


"Silahkan Nona Muda pilih yang mana" Ucap Pedagang tersebut. Dia menghemparkan potongan kain itu agar memudahkan wanita cantik itu memilih yang mana.


"Ambil saja semuanya" Ucap Zhang San kepada Yue Ao Zisi lalu dia betanya kepada pedagang, "Berapa semuanya?"


"Lima koin emas saja untuk enam potong kain ini Tuan Muda" Sahut pedagang itu.


Zhang San tidak menawar, Jadi dia langsung saja membayar harga yang disebutkan dengan jumlah yang tak dilebihkan.


"Kamu mau kemana lagi Sebelum kita pergi?" Tanya Zhang San sambil berjalan


"Aku ingin ke makam ayah lebih dulu" Sahut nya

__ADS_1


"Baiklah, akan ku temani" Ucap Zhang San dan mereka pun bergegas menuju pemakaman Klan berada.


Sebelum nya Yue Ao Zisi menyuruh beberapa orang untuk membawa jasad ayahnya dan menguburkan nya di pemakaman Klan setelah mendengar kabar dari Patriak Ao Dalu.


__ADS_2