
"Huh, Dia itu memang penyakit udah lama, Bukan aku yang memberikan dia sakit. aku pun ingin mengobati tapi dituduh meracuni, sudahlah aku tak pedulu" Ucap Sosok itu melangkah pergi.
"Jika kau pergi sekarang berarti kau membenarkan bahwa kau memberikannya racun dingin" Ucap Zhang San.
Sosok itu menggertakan giginya lalu menghela nafas "Baiklah, aku akan disini, Tapi bukan aku mengakui" Ucapnya lalu mencari tempat untuk duduk sambil menguap 'Akan ku lihat sebearapa mampunya kau dalam mengatasi hal itu, aku yakin dia akan mati sebelum disembuhkan'
Zhang San tersenyum simpul dibalik penutup wajahnya. dia mengubah api merah menjadi api ungu dan menyentuh kepala Ibunya Xia Meng, Dia ingin menarik semua unsur dingin yang ada didalam tubuh melewati kepala dan membakarnya saat keluar.
Sosok itu tak lagi memperhatikan karna mungkin dia sangat yakin ibu itu pasti mati jika ditangani dengan cara yang salah. apalagi ketika mendengar lelaki berjubah hitam itu akan memperlancar aliran darah yang tersumbat melalui punggung, itu malah akan mengakibatkan kekacauan internal dalam tubuh.
Huwek... Semburan darah kental keluar dari mulut ibunya Xia Meng dan Zhang San segera menghentikan aliran tenaganya. karna yakin racun itu sudah musnah, Dan gumpalan darah itu sebagai bukti bahwa ada racun yang terkandung didalamnya.
"I-ibu akhirnya kau selamat" Xia Meng penuh dengan air mata ketika ke khawatirannya sedikit berkurang saat melihat kelopak mata ibunya mulai bergetar setelah terbatuk darah.
"Hei orang tua, apa kau menyangkalnya sekarang?" Zhang San berdiri dan bertanya dengan keras.
Namun sosok itu menggelengkan kepalanya "Huh, itu bukan racun dariku, mungkin dia sudah lebih dulu mengkosumsi racun. sebelum aku memberinya obat" dia jelas tak mungkin mengakuinya bahwa dia diminta oleh Xia Lang untuk membunuh wanita itu, Entah apa alasannya tidak ada yang tau selain Xia Lang itu sendiri.
Saksi mata menatap tajam orang dari Asosiasi Pil itu yang bernama Lei Gang. mereka marah karna orang itu tidak mengakui padahal bukti sudah didepan mata.
"Semuanya tangkap pembohong ini" teriak warga yang ada disana. Semua orang segera bergerak, Warga disana juga kultivator meski tidak seberapa tingkatannya.
__ADS_1
"Kalian tidak punya Kualifikasi untuk menangkapku, Dasar orang orang bodoh" Lei Gang mencibir dan langsung mengeluarkan aura tingkat Dewa Langit tahap menengah miliknya.
Wush... Tekanan aura tak terlihat mengangkat rambutnya dan melambaikan jubahnya yang seperti tertiup angin kencang.
Para warga lokal jelas tak dapat menahan tekanan yang dia berikan. Zhang San melambaikan tangannya melempar pedang tanpa wujud kepada Lei Gang dan mengenai bahunya hingga tekanan yang dia berikan kepada orang lain terlepas.
Terlihat darah menetes dari bahu kanannya 'Apa yang terjadi, kenapa aku merasakan ada pedang yang menggores bahuku dan terasa sakit, Tapi tidak terlihat serangan apapun darinya dan ini darah asli' dalam hatinya terus berpikir lama hingga dia menyimpulkan bahwa sosok berjubah hitam itu adalah ahli yang tersembunyi.
"Aku harus pergi dari sini" gumamnya lalu melesat terbang
Seeeeet... Zhang San melemparkan lagi pedang aura yang kecil dan mengenai Kakinya. Rasa sakit itu membuat konsentrasi Lei Gang buyar hingga dia terjatuh dan terseok ditanah.
'Sial, Aura ini seakan menusuk seluruh tulangku, jika aku keras kepala, aku pasti akan mati disini,' "Maafkan aku, Aku akan memberikan kompensasi" Lei Gang segera mengambil cincin dimensi miliknya dan melemparnya ke arah Zhang San "Sekarang lepaskan aku" Ucapnya lagi.
Zhang San melempar cincin itu kepada Xia Meng dan di sambut dengan sedikit senyuman "Ini sebagai peringatan" Ucap Zhang San dingin lalu menggerakkan tangannya dan memukul menghancurkan pelatihan Lei Gang,
Ghuuuaaak.. Dia memuntahkan darahnya "Aku tak akan melupakan hal ini" Ucapnya sambil menatap tajam Zhang San kemudian dia pergi dengan berlari karna tak mungkin lagi dia bisa terbang setelah pelatihannya dihancurkan.
"Bawa masuk ibumu, Angin sudah mulai terasa dingin" Ucap Zhang San yang langsung di angguki oleh Xia Meng.
Xia Meng menatap semua warga yang ada disana lalu berkata "Terima kasih banyak atas bantuan kalian semua" lalu dia masuk membawa ibunya yang sudah bisa berjalan walau harus dipapah.
__ADS_1
Tidak ada kamar didalam gubuk, hanya ruangan Empat kali empat saja, disana makan disana pula tidur.
"Terima kasih banyak tuan, Anda dua kali menolong sayang dan juga ibu, Entah bagaimana caranya agar aku bisa membalas semua kebaikan yang sudah Tuan lakukan untuk kami berdua" Xia Meng duduk lalu bersimpuh dihadapan Zhang San setelah meletak kan ibunya di tempat tidur yang hanya berlantai tanah dan beratap daun.
Zhang San menggelengkan kepalanya lalu berkata "Itu tidak perlu, aku hanya ingin tau, apa kau dari Klan Bayangan?"
Terlihat wajah kesedihan yang menyimpan banyak luka mendengar pertanyaan itu "Jujur aku tak ingin mengakuinya, Tapi benar aku memang berasal dari sana" Xia Meng menghel nafasnya lalu dia bercerita "Aku dilahirkan di Klan bayangan, Sebuah Klan yang tersembunyi, Aku anak tunggal dari dua orang kultivator tingkat Dewa Langit pada masanya. tapi semenjak ayah dan ibu menentang keputusan dari Xia Lang (Patriak sekarang) yang ingin menghancurkan banyak Klan agar mau tunduk padanya. saat itu lah terjadi pertikaian dan ayahku kalah terkena racun hingga mati sedangkan ibuku pelatihannya dihancurkan, Karna ibuku berasal dari klan Xia jadi dia tak dibunuh melainkan hanya dibuang sebagai contoh untuk yang lain agar tidak menentang keputusan seorang Patriak, Saat itu aku masih kecil dan aku tidak tau jelas jika tidak ibu yang menceritakannya.
Mulai saat itu ibuku sering sakit sakitan dan penyesalan terdalamnya adalah tidak bisa menolong suaminya (Ayahku)
Dan aku tanpa kultivasi terus di hina dan di ejek, terkadang aku menjadi samsak tinju untuk mereka agar aku dapat memiliku uang buat makan dan ibu berobat
Tidak banyak orang yang tau dimana sebenarnya Klan Bayangan itu tinggal. Tapi jika tuan ingin mencari Klan Bayangan, Tuan harus mencari Klan Xia. dan tuan tanpa sengaja menemukannya." Dia berhenti bicara untuk menyerahkan Air putih kepada Zhang San. "Hanya ini yang dapat aku suguhkan" ucapnya lagi dengan sedikit bulir air mata yang keluar
Zhang San mengambilnya tanpa ragu lalu membuka penutup kepalanya dan menegak air putih itu hingga habis.
Terlihat wajah ketidak percayaan di wajah Xia Meng kala memandang wajah Muda Zhang San. 'Aku mengira dia orang tua, nyatanya umur tak jauh berbeda'' dia pun tersenyum kecut menyadari hal itu,
Zhang San jelas melihat Xia Meng tersenyum masam ketika dia memperlihatkan wajahnya lalu dia berkata "Hidup kadang memang tidak adil, terkadang kita merasa ini buruk untuk kita, Tapi itu salah, dimasa depan nanti kau akan tau sebuah kebenaran, Yang kau anggap buruk hari ini, adalah sebuah kebaikan untuk masa depan. itu pun jika kau mau berubah dan bangkit dari tekanan hidup.
Dan lagi, Aku melihat ada potensi dalam dirimu yang tersembunyi, jika kau berlatih dengan giat aku yakin tidak ada kata terlambat"
__ADS_1