ZHANG SAN

ZHANG SAN
Nona Muda 2


__ADS_3


"Sebaiknya tuan memilih Vip saja, karna perbedaan dari Vvip hanya tempat yang sedikit lebih luas dari Vip"


"Atur saja mana yang menurutmu baik untukku" Zhang San segera berkata dan mengikuti penjaga itu dan setelah mereka berdua sampai pada tempat yang dituju. Zhang San melemparkan sebuah kantung yang berisi beberapa koin emas. "Aku ingin makanan yang terbaik dan itu bonus untukmu" Ucapnya lagi Lalu, dia berjalan menuju balkon yang ada dilantai dua itu untuk menyegarkan matanya denhan pemandangan indah.


Penjaga itu pun segera pergi, dia mencari pelayan dan mengatakan untuk memperlakukan tamu yang ada di Vip nomor lima itu dengan spesial, Dan dia juga memesan wanita untuk menemani Zhang San ditempat itu.


Selang waktu berganti. terlihat dua gerobak kecil yang didorong dengan roda kayu dengan dua orang wanita yang cukup menggoda yang mendorongnya, berisi berbagai masakan dan bau yang menyegarkan hidung dengan keharumannya.


Dua wanita itu bergegas menata makanan di meja sambil melirik pemuda yang masih menyandar di tiang lantai dua itu.


"Tuan Muda, Semua makanan sudah disajikan, Silahkan untuk dicicipi" Salah satu dari wanita itu mendekat dan berkata dengan gaya centil mengedipkan mata.


Munafik jika tidak tergoda. tapi Zhang San menahan gejolak itu. "Baiklah....." Zhang San berjalan, dan jalannya tentu menuju meja yang sudah tersedia makanan, dia menyingsing sedikiit bajunya dan mengayunkan tangannya untuk mengambil daging yang katanya adalah daging sepiritual tingkat dewa Kuning. tapi ayunan tangannya terhenti karna melihat dua wanita itu belum pergi.


"Apakah kalian ditugaskan untuk menemaniku?" Tanya pemuda itu, tidak ada senyuman yang ditampakkan diwajah tampannya. tapi dia tetap saja terlihat tampan dalam pandangan wanita.


"Emm, Kami ditugaskan untuk melayani bukan hanya menemani" Ucap Wanita yang lebih dekat dengan pemuda itu.


"Kedengarannya mengasyikkan, tapi aku belum ingin dilayani, tapi jika kalian ingin menemani, tentu aku tidak masalah, duduklah dan makan bersamaku" Sahutnya.

__ADS_1


Kali ini dia langsung mengayunkan makanan yang sebelum nya tertahan dan masih berada di genggamannya.


"Jangan sungkan, Makan saja" Zhang San kembali bersuara ketika melihat dua wanita itu terdiam.


Setelah itu dia makan dengan lahap tanpa memikirkan dua wanita yang masih saja memandangnya dengan banyak keraguan dihati.


Dari setiap gigitan daging itu dia merasakan ada kekuatan yang mengalir tapi itu hanya sedikit bahkan tidak mampu menggetarkan kultivasinya. dia memang memerlukan sumberdaya yang Extra sekarang.


................


"Apa yang terjadi dengan kalian?" Pengawal pribadi itu datang dan melihat wajah ketakutan yang masih dipasang oleh dua orang anak buahnya, Yang sebelumnya dia kirim untuk menangkap pemuda yang di ingini oleh Nona Mudanya


"Bukan kah kami sudah menyampaikannya kepada tuan, Bahwa orang itu sangat kuat" Sahut salah satunya dengan kesal meskipun kesalnya tidak dia tampakkan diwajahnya dan tetap tersimpan dihatu, Karna biar bagaimanapun orang yang berdiri dihadapan mereka cukup kuat, setidaknya mereka berdua tidak akan mampu melawan meski bekerjasama.


"Dia bukan tidur, tapi dia pingsan hanya dengan pukulan sederhana, bahkan dia tidak menggunakan gerakan khusus, hanya memukul biasa saja langsung membuat dia pingsan" sahut yang lain lagi.


"Sudahlah, Tunjukan dia pergi kearah mana? biar nanti aku yang menyelesaikannya"


"Kearah sana tuan, sepertinya dia masuk kedalam Resto" Sahut salah satunya lagi dalam hati dia mencibir. 'Meskipun kau cukup kuat, dia bahkan lebih kuat, karna kami dapat membedakan perasaan membunuh yang kejam darinya'


"Kalian pulanglah ke Klan dan katakan pada Nona Muda bahwa aku akan membawanya kehadapan Nona!" Selesai berkata dia langsung berjalan ke arah Resto yang sebenarnya hanya berjarak Lima Ratus meter saja dari tempatnya.

__ADS_1


.............


Zhang San keluar dari ruangan Vip dengan di iringi oleh dua wanita yang sebelumnya menemaninya makan, Dan mereka berpisah didepan tempat kasir berada.


Zhang San segera menoleh ke arah kegaduhan yang terjadi didepan resto, Tapi itu bukan kegaduhan yang melibatkan perkelahian yang serius yang dapat menghancurkan tempat itu, Hanya adu mulut saja dan teriakan dan itu benar benar menggelitik telinganya untuk lebih penasaran.


Munculnya Zhang San langsung menghentikan adu mulut itu, "Nah akhirnya aku menemukanmu Anak Muda, Cepat ikuti aku, Nona Mudaku ingin kau datang ketempatnya" Ucap orang itu


Zhang San melihat kearah penjaga Resto dan ada sedikit jejak merah dipipinya lalu, dia mengalihkan pandangannya ke arah orang yang berbicara kepadanya seolah olah dia pemegang kuasa "Mengapa kau memukulnya? dan siapa itu Nona Mudamu, aku bahkan tidak mengenalnya dan ingin memaksaku untuk ikut, Maaf dia tidak layak untukku!" Pernyataan Zhang San itu menyebabkan kegemparan pada sekitar.


Saat itu, ditempat itu, cukup banyak orang yang memperhatikan kekacauan sebelumnya dan ketika mendengar Kata kata dari mulut pemuda yang pedas seperti sambel paling pedas itu, Telinga mereka seakan terus di rongrong oleh kata kata itu dan memutar kata itu diotak mereka. kata Tidak layak ini sangat mengganggu.


Karna sejatinya mereka tau siapa Nona Muda yang disebutkan oleh Pengawal Pribadi itu. Nona Xia Xia adalah wanita yang kejam dan sadis, Jika dia menginginkan sesuatu, pasti akan dia dapatkan. Tapi pemuda dihadapan mereka menolak dan berkata tidak layak, Itu seperti sebuah penghargaan yang patut untuk diberikan dan diacungi jempol.


Disaat orang lain berlomba lomba untuk mendapatkan hatinya, Dia malah berkata kata yang tidak enak didengar telinga, Terlepas dari kekejamannya dia dikenal merupakan wanita tercantik di Kota Yuan bahkan ada yang mengatakan dia Perinya kota Yuan dan orang di kota-kota lain pun mengakuinya dan ingin meminangnya. Meskipun latar belakang yang sedikit menakutkan


"Katamu aku tidak layak?" Suara kencang yang tidak lembut layaknya wanita pada Umumnya. Diterikan hingga membelah kerumunan yang berdiri disana. dengan tangan yang berkacak pinggang dia berjalan menampilkan dominasi yang dimilikinya.


Segera semua orang memberi jarak karna tak ingin tersenggol masalah.


Zhang San tersenyum melihat kilatan mata yang memancarkan aura tirani untuk sebagian orang tapi untuknya itu bukanlah masalah yang harus dihadapi dengan gelisah.

__ADS_1


"Hilangkan Auramu itu, kasihanilah mereka dan berhati lembutlah untuk menjadi seorang wanita" Ucap Zhang San pelan, lalu, Dia melangkah hanya satu langkah. Karna dia dihadang oleh pengawal yang semula ingin membawanya dengan paksa


"Paman, Biarkan saja, apa yang mampu dia perbuat kepadaku, bahkan dengan kata kataku saja aku bisa menggerakkan Klan untuk memburunya jika dia berbuat hal yang tidak baik kepadaku" Ucapnya dengan angkuh dan percaya diri. dia tetap tidak menghilangkan Aura Tirani miliknya yang menyesak kan dada orang-orang disana.


__ADS_2