
Xia Han terkejut pedangnya dibelokir. tapi setelah memperhatikan siapa yang memblokir, Dia langsung mundur dan menoleh kebelakang. tidak ada lagi temannya yang berdiri, Dua orang itu mati dengan cepat.
'Sial, Jika bantuan datang terlambat, Aku pasti mati' Dia terus berpikir dalam hati mencari cara untuk terus mengulur waktu.
"Maafkan aku Putri Yu, Aku tidak akan membocorkan kebedaraanmu jika kau tidak membunuhku" Ucap Xia Han memohon demi bertahan hidup.
"Kau bocorkan pun aku tak masalah, Karna sekarang aku sudah berada di tingkat ini, Dulu memang aku lemah hingga harus menghindar, Sekarang dendam lama akan ku hitung denganmu" Ucap Yu Ling An menatap tajam.
"Klan Bayangan atau Klan Xia akan ku hancurkan satu persatu" Tambahnya lagi
Lalu menyerang Xia Han dengan pedang panjangnya yang berwarna biru pada bilahnya, Yu Ling An mendapat pedang itu dari Bola cahaya yang pernah diberikan Kakaknya.
Sreng...! Bugh..! Sekuat tenaga Xia Han menahan Gempuran pedang milik Yu Ling An tapi dengan basis yang tidak berada pada tempat yang sama, Jelas dia tak mampu menahan terlalu lama. dan dia harus terkena tendangan Yu Ling An yang menerjang dengan kaki terkuatnya.
Xia Han terpelanting hingga menghantam pohon dan menumbangkannya.
Yu Ling An segera dan tak membuang waktu, Dia menghentakkan lagi kakinya ditanah lalu melompat dan menghunuskan pedangnya.
Sreeeeeeng....! Kala pedang itu sudah hampir membunuh Xia Han satu pedang terulur dan menahan pedang Yu Ling An.
Yu Ling An terkejut dan dia menapakkan kakinya ketanah lalu terbang mundur menjauh.
"Sudah lama kita tidak bertemu, Kamu masih cantik sama seperti dulu" Suara itu menggema dan tak mungkin dilupakan oleh Yu Ling An.
"Hooo sekarang tingkat kultivasimu meningkat drastis, Sungguh aku iri kepadamu An'Er" Tambah sosok itu yang dengan tenang dan kelembutan menatap peri cantik dimasanya.
"Jika aku tak mengenalmu dengan baik, Aku akan tertipu dengan senyum palsu dan ketenanganmu Xia Hai" Ucap Yu Ling An.
Lalu bersiap dengan pedangnya dan menggunakan tekniknya "Pedang Seribu Bunga" Gumamnya.
Dia melemparkan pedangnya kelangit dan membuat suatu gerakan hingga pedang itu memecah menjadi ribuan bunga teraratai dan menyerang Xia Hai.
__ADS_1
Xia Hai tetap dengan tenang menghadapi serangan Dahsyat itu. Dia mundur beberapa langkah, Lalu dengan pedangnya menangkis serangan yang datang dari segala arah.
Pertarungan antar dewa langit tajap Puncak terus berlajut hingga menjauh dari tempat awal pertarungan.
'Ibu, Semoga kau bisa melawannya, Yang disini biar aku yang membereskannya' Cao Ling An menatap tajam Xia Han yang terlihat lemah dia pun mengarahkan pedangnya dan melompat ke arah Xia Han.
Xia Han yang tertunduk tersenyum karna gadis muda ini termakan triknya yang pura-pura sekarat.
Saat ketika pedang itu hampir menusuk dada Xia Han, Tangan Xia Han segera mengayun dan menangkap pedang itu.
Cao Ling An terkejut karna tak menyangka, Dia mengira orang tua dihadapannya sudah sekarat jadi dia memberanikan diri untuk menghabisi, siapa kira itu hanyalah tipuan.
'Sial aku tertipu oleh orang tua ini' Batinnya gelisah
"Gadis manis, Jika aku menangkapmu, Tentu ibumu akan tunduk kepada tuan muda Xia Hai" Ucapnya.
Terdengar pilu, Cao Ling An melepaskan pegangannya pada pedangnya. lalu mundur beberapa langkah.
"Sekarang kau tak mungkin bisa lari lagi" Xia Han langsung mengejar Cao Ling An, Dengan perbedaan satu tingkat, Cao Ling An tak mungkin menang melawan Xia Han, Tapi dia tetap mempertahankan hidupnya dengan terua melawan..
Ugh...! Cao Ling An termundur terkena tendangan diperutnya hingga menghantam dua pohon kembar yang berada dibelakangnya.
Dia terduduk disana menahan sakit yang terasa mengaduk-ngaduk isi dalam perutnya.
"Sekarang kau tak bisa lari lagi" Ucapnya dengan segera dia mengarahkan tangannya ke arah leher Cao Ling An dan mencekiknya dengan kuat, "Jika aku ingin membunuhmu, Pasti sudah ku lakukan, Tapi kau cukup bisa dijadikan alat untuk mendapatkan sesuatu yang hilang dulu" Ucapnya menyeringai.
Lalu melesat membawa terbang kearah pertarungan Xia Hai dan Yu Ling An..
Zhang San saat itu terbang dengan santai, Tapi dia segera mempercepat terbangnya ketika melihat ada sosok yang membawa sosok lainnya dengan tidak wajar.
Dia terus mendekat hingga dapat mengenali seorang wanita yang dibawa oleh sosok itu dari kejauhan, Segera dia melesat dengan kecepatan cahaya. lalu menendang Sosok yang terbang itu hingga terseok ketanah dan meraih wanita yang terlepas dari cekikannya.
__ADS_1
Zhang San terpana melihat kecantikan yang sangat dia rindukan selama ini, 'Benarkah ini bukan mimpi, benarkan yang ku peluk ini istriku yang lama hilang'
Cao Ling An sendiri dalam keadaan pingsan jadi dia tak tau bahwa ada orang yang menolongnya. bahkan yang menolongnya adalah suaminya sendiri.
Zhang San tak berpikir banyak dulu, dia segera meletakkan wanita itu dengan lembut diatas rerumputan yang kering. lalu menatap sosok tua yang kin mulai bangkit.
"Siapa kau anak muda, Mengapa kau mengganguku?" tanyanya Xia Han dengan tatapan tajam. dia sebelumnya tak menyadari ada sosok yang mendekat kearahnya, Bahkan menendangnya.
"Tak perlu banyak pertanyaan" Sahut Zhang San langsung mengeluarkan Pedang Phonex dan mengalirinya dengan Api Hitam yang membara, Dia ingin segera menghabisi orang tua itu dan menyadarkan wanita yang sangat mirip dengan istrinya.
Wush... wush... Deru api yang menyala menghantam pedang Milik Xia Han, Tapi Hal yang tidak terduga terjadi pedang Xia Han langsung hancur termakan Api Hitam.
'Api Apa itu, Mengapa bisa melelehkan pedang sepiritual milikku' Sementara Xia Han memikirkan banyak Hal.
Zhang San sudah berada didekatnya dengan langkah bayangan dia mendekat tanpa disadari dan menusukkan pedangnya melalui punggung Xia Han.
Aaaaaaaa.... teriakan Xia Han menggema hingga akhir hidupnya dan tubuhnya yang seketika hangus.
Zhang San langsung bergegas kembali kearah wanita itu.
Dia memberikan Pil penyembuh tingkat tinggi miliknya lalu mengalirkan Energi kedalam tubuh wanita itu untuk mempercepat penyembuhan padanya.
Setelah sekian detik lamanya, Cao Ling An membuka matanya, Dia terkejut merasakan ada energi yang masuk ketubuhnya melalui punggungnya. dia pun menoleh lalu melihat wajah tampan yang selalu hadir dalam mimpinya.
"Apakah aku sudah berada dialam kematian, Hingga aku melihat bayangan pujaan hatiku sekarang" Gumamnya.
Zhang San mendengar Gumaman itu dan dia dapat memastikan bahwa wanita dihadapannya adalah istrinya.
"Kau masih berada di Alam Dewa Istriku" Ucap Zhang San yang tersenyum.
Cao Ling An jelas terkejut mendengar kalimat itu. Dia pun berpaling setelah Zhang San melepaskan telapak tangan dari punggungnya.
__ADS_1
Cao Ling An menyentuh wajah tampan itu dengan senyuman manisnya dan bulir air mata yang terjatuh tanpa sadar...