
Sebelum nya. Sang iblis Mu Tao sangat gelisah karna merasakan aura budak nya hampir melemah. Lalu dia menggunakan persepsi nya untuk mengetahui keada'an Gu Ming-Hun.
"Ini tak bisa dibiarkan, aku harus mengganti wadah" Ucap nya. Lalu dia teringat akan istri dari Gu Ming-Hun seketika saja dia menarik nya dari peti dengan balutan energi gelap tubuh istri Gu Ming-Hun melayang kedalam altar.
Iblis Mu Tao dengan paksa mengorban kan setengah kekuatan nya, Hanya untuk melepas segel yang memang sudah mulai lemah. Lalu dia merasuk ketubuh wanita cantik itu.
"Tubuh ini lumayan meskipun kekuatan ku harus tertahan lagi seperempat nya. Karna memakai tubuh yang belom siap di jadikan wadah" gumam nya. Lalu melihat ke langit kemudian dia terbang dengan cepat nya.
Setelah sampai pada aura Gu Ming-Hun. Dia pun melihat kebawah. Dimana Gu Ming-Hun akan di segel oleh pemuda tampan. "Tubuh itu sangat baik untuk wadah ku, dia harus ku dapat kan" ucap nya. Lalu menembak kan energi kedalam kubah dunia pedang...
°°°°°
Zhang San tak bergeming dari tawaran Wanita cantik yang mempesona itu.
Dia mengerat kan pegangan pedang di tangan kanan nya. Lalu melakukan tebasan dua gelombang.
Dua garis cahaya datang bergantian mengejar wanita itu. Namun serangan Zhang San hanya di anggap angin lalu. Dia mengibaskan tangan nya.
BOOOM!!
Kemudian Angin kencang bertiup kearah Zhang San dengan cepat. Membuat dia terpelanting beberapa meter jauh nya.
"Jika kau mengikuti ku. Bukan hanya kekuatan yang kau dapat kan. Bahkan tubuh ku ini juga bisa kau cicipi" ucap nya yang sudah berada di hadapan Zhang San lalu mencekik nya nya.
Zhang San mengalirkan energi nya ke Pedang Bintang, hingga bilah pedang itu berwarna merah kehitaman. Lalu dia menebas kan ketangan wanita itu.
__ADS_1
Tangan itu tanggal. Namun tidak mengubah exsperesi wanita itu. Dia malah semakin melebar kan senyum nya.
Sekejap saja. Tangan itu mulai tumbuh lagi seperti sedia kala. Seolah tak pernah dia kehilangan tangan nya.
"Ini adalah hukum mutlak kegelapan. Tidak ada yang bisa menghancurkan nya" ucap nya dengan suara lembut namun terasa menekan..
Kemudian wanita itu kembali berada di hadapan Zhang San dengan senjata kipas di depan nya, dia mengibaskan tornado besar yang membor tanah. Dan menerbang kan Zhang San sejauh jauh nya.
"Dia sangat kuat," belom sempat mendarat Zhang San kini terkena tendangan lagi. Dan lagi. Darah menyembur di mulut nya. Dada nya dipaksa sesak. Setelah terlempar dan terguling kini Dia terduduk dengan satu kaki. Mengatur nafas nya.
"Tingkat suci hanya lah awal. Jangan bangga dengan tingkatan itu" teriak wanita itu. Lalu dia mengirimi lagi serangan tornado.
Wuuuuush..! Seperti mata bor yang siap menghancurkan tubuh Zhang San. Namun sesuatu hal terjadi. BOOOM!! sebelum menyentuh Zhang San. Tornado itu hancur..
Sosok itu hanya bisa dianggap tinggi, dan tidak ada napas mengerikan yang keluar, tetapi di mata Zhang San, punggungnya lebih kokoh daripada gunung.
Kulit ditutupi dengan lapisan berwana hitam. Tubuh balok yang kuat, dan kuat sama sekali tidak memalukan, tetapi seperti gunung bergelombang di pegunungan, Setiap bagian secara alami harmonis dan mengembunkan kekuatan yang tak terbatas.
Kemudian Zhang San melihat sepasang tanduk di kepalanya. Salah satunya pecah, dan dia tidak bisa menahan teriakan: "Kakek Fei"
Wanita itu menyadari tanda bahaya sa'at menatap mata lelaki itu. Dia telah melewati banyak medan perang dalam hidupnya, mengalami bahaya yang tak terhitung jumlah nya, namun tidak berbahaya seperti saat ini. Dia seperti melihat dewa alam kembali di hadapan nya..
"Kamu... siapa kamu?" Bagaimana mungkin karakter mengerikan seperti ini menjadi dukungan dari pemuda itu.
Fei Long tidak menjawab pertanyaannya. Sebagai gantinya, dia melanjutkan: “kau berani ingin membunuh murid ku, berarti kau juga siap untuk ku bunuh!” Dia mengulurkan tangan kanannya. Lalu meneriak kan sebuah segel.
__ADS_1
"Kandang langit dan bumi, segel"
Dari atas sebuah kerangka berbentuk kayu. Tapi bukan kayu. Itu adalah energi kuat yang jatuh kearah wanita itu. Kemudian dari bumi juga keluar kerangka itu lalu menyatu. Mengurung wanita iblis itu.
Teriakan dari dalam terdengar memilukan namun berangsur angsur hilang. Kandang itu mengecil lalu menghilang dari pandangan mata.
Ya, itu menghilang. Tidak ada peringatan, tidak ada perlawanan yang kuat, atau iblis mengerikan yang berubah besar.
"Kakek Fei ..." Zhang San membuka mulutnya, tetapi tidak tahu harus berkata apa. Dia berpikir bahwa Kakek Fei mungkin kuat, tetapi dia tidak pernah membayangkan bahwa dia sangat kuat.
Kakek Fei berbalik dan meletakkan tangannya di depan Zhan San. Sebuah cincin giok tergeletak di dalamnya. Itu adalah cincin naga, "Aku meninggalkanmu sesuatu di dalamnya. Aku tahu kamu punya banyak pertanyaan, tapi percayalah, jawaban yang kamu temukan sendiri jauh lebih berharga daripada apa yang bisa kuberikan padamu. Sama seperti aku bisa memberimu kekuatan untuk menyapu dunia ini, tapi aku tidak memberikan nya, karena kamu bisa mempunyai Kekuatan yang jauh lebih kuat daripada apa yang dapat aku berikan. Sekarang, saatnya untuk pergi. "
"Kemana kakek Fei akan pergi?" Zhang San menatap kakek yang sudah lama tak dia lihat.
"Keberadaanku telah diperhatikan oleh beberapa orang di langit. Masa depan akan menjadi milikmu. Ini adalah waktu yang singkat, tetapi itu sangat menyenangkan. Ingat, jangan tunduk pada siapa pun, apa pun, kamu telah mempunyai aku di belakang mu." setelah berbicara bentuk jiwa itu memudar. Suaranya seperti perpisahan yang menyakit kan, mengejutkan hati Zhang San.
"Tunggu ..." Zhang San meraih dan hanya meraih angin dan Cincin giok di tangan nya.
Kakek Fei Long menghilang di antara langit dan bumi, dan sepertinya tidak pernah ada. Tampaknya hari ini, ini hanya mimpi. Hanya kalimat terakhir yang disimpan di jantung Zhang San.
Tidak ada rumput yang tersisa, Tidak ada tumbuh- tumbuhan. Hanya tanah gersang yang berlubang, awan-awan rendah di bagian atas kepala, dan Angin bersiul, seperti menangis. maratapi kehancuran Sekte Pedang Kebajikan..
Dong Hu bersama para tetua yang masih hidup bergerak ke sisi Zhang San. Lalu Dong Hu berseru dengan lantang. "Salam Hormat kepada patriak muda" mereka semua serentak menundukkan kepala dan duduk dengan satu kaki setengah berdiri.
Zhang San tercengang mendengar nya. "Aku tak bisa, dan aku masih terlalu muda" ucap nya menolak..
__ADS_1