ZHANG SAN

ZHANG SAN
Manfaat 2


__ADS_3


Luapan energi terus memasuki tubuh mereka berdua, Hingga waktu terus berganti, Di karnakan sebelumnya Zhang San sudah menutup pintu dengan segel karna niat nya yang ingin ke dunia Jiwa, maka tidak ada yang bisa memasuki kamar itu, ataupun mendengar apa yang terjadi didalam ruangan.


Yue Ao Zisi mempunyai wajah yang Lemah karna terus menerus mengeluarkan Cairan dari tubuhnya.


Dia tak menyangka Zhang San akan sangat kuat dalam permaianan ranjang, Dan kebutuhannya sangat terpenuhi, Bahkan dia tak pernah mengira akan naik tingkat semengerikan ini. Dengan susah payah dia menaikan tingkat kultivasinya, Tapi masih saja dirasanya lambat, Meski sering di sebut jenius muda tapi itu hanya sebutan belaka, Tidak ada jenius yang sesungguh nya. karna di atas jenius masih ada jenius lainnya.


Duar...! Sekali lagi Ao Zisi naik tingkat dan itu sangat membahagiakan buatnya, Tak salah dia memilih melepaskan yang pertama kali untuk pemuda dihadapannya itu, karna mamfaat yang dia dapat kan sungguh berlipat ganda.


Zhang San tak kecewa meski dia belum dapat menembus gerbang penghalang, Tapi dia sudah merasakan juga tanda tanda akan mencapai peningkatan.


Merekanterus melakukannya hingga hari pun berganti.


Ao Zisi langsung tertidur pulas karna lelah dua hari dua malam terus bekerja keras.


Zhang San merentangkan tangan nya. Dikatakan menyesal, Ada sedikit penyesalan, Dikatakan bahagia, tidak juga karna dia mengambil manfaat.


Dia duduk lalu masuk kedalam dunia jiwa, Tujuan nya adalah kediamannya. dan Dia langsung muncul di dalam kamarnya dengan masih bertelanjang tanpa sehelai benang.


Kyaaaa..! Braaak..! "Guru, kenapa kau bertelanjang?" Teriak Feng Yaya yang kebetulan berada di kamar Zhang San entah apa yang dia lakukan di kamar itu.


'Besar sekali milik guru, Tidur saja seperti itu, bagaimana kalau sudah bangun ya?' Pikiran nya melayang, Karna dia terkadang mengintip kakak nya dengan suaminya bermain merintih terlihat sangat ke enakan, Membuat gairah nya tumbuh dan sering mendambakan gurunya yang menindihnya.


Zhang San melihat tubuhnya, Dan melihat kembali ke arah suara, Dia menemukan seorang wanita yang ternyata adalah muridnya. "Ya'er kenapa kau disini? Inikan kamarku!" Ucap Zhang San sambil mengambil kain yang menggantung di dekat lemari kayu. dan segera melilitkan ke pinggangnya untuk menutupi buah dan tongkatnya yang baru tidur.


Dengan wajah malu yang tertutupi oleh kedua tangan nya. Feng Yaya segera menyahut "Aku mau mengambil cucian di kamar Guru, Tapi terkejut melihat guru, Lihat gara gara guru datang dengan tiba tiba makanya semua cucian yang sudah aku cuci kotor lagi karna terjatuh" Ucapnya dengan wajah cemberut tapi merah.

__ADS_1


"Oke maaf, Ini memang salahku, Tapi keluarlah dulu aku mau mandi" Ucap Zhang San lagi menyuruh Feng Yaya keluar dari kamarnya.


"Memangnya Guru dari mana? Kok telanjang gitu? Jangan Jangan guru baru dari rumah bordil ya!"


"Eit, Kamu ini anak kecil bertanya tentang hal tabu, Berlatih yang giat sana" Usir nya dengan mendorong Feng Yaya dan menyuruhnya keluar.


Tapi dia menginjak baju panjang Feng Yaya dan itu berhasil membuat Feng yaya terjatuh.


Feng Yaya harus berpegangan, dan tak berpikir bahwa yang dia pegang adalah sepenggal kain yang menutupi milik gurunya.


"Terlihat sangat gagah dari dekat" Gumamnya


"Apa yang kau gumamkan bocah?" Tanya Zhang San yang belum sadar bahwa kain di pinggangnya sudah terlepas.


"Itu, Milik guru sangat gagah" Tanpa malu dia menujuk dan jarinya hampir mengenai pusaka gurunya.


Feng Yaya hanya melihat pantat putih milik gurunya yang seakan mengundang hasratnya untuk datang.


Dia menggelengkan kepalanya, Lalu mencari air dan membasahi wajah nya untuk menghilangkan pikiran itu, 'Dia itu gurumu Yaya, Tak boleh murid dan guru ada hubungan' Feng Yaya terus membatin sambil langkahnya menuju pintu dan keluar dari kamar Zhang San. menuju kamarnya yang ada di samping kamar gurunya tersebut.


Zhang San tak habis pikir dengan kelakuan muridnya itu, Dia segera menyelesaikan mandinya. dan keluar dari kamar mandi, Dia masih melihat tempat cucian baju yang berada di kamar itu beserta isinya yang terjatuh yang di tinggalkan oleh Feng Yaya.


Zhang San membawanya ke kamar mandi dan manaruh nya disana lalu keluar lagi dan berpakaian.


"Guru..! Makan malam sudah di siapakan" Ucap Feng Yaya dari luar.


"Aku akan segera keluar" Sahut Zhang San, Jika tidak segera di jawab, Feng Yaya bisa masuk kembali dengan seenaknya.

__ADS_1


Menampilkan kegagahan nya dengan pakaian warna putih berlapis jubah warna merah.


Zhang San membuat Feng Yaya terpukau akan ketampanan yang dimiliki oleh Gurunya itu.


"Mau ku colok matamu" Ucap Zhang San dengan sedikit membentak.


"Idih, Guru sekarang pemarah" Ucapnya merajuk.


"Aku punya sesuatu untuk mu" Zhang San mengeluarkan sebuah kotak kuno dari cincin dimensinya dan memberikannya.


"Apa ini guru?" Tanya Feng Yaya penasaran sambil menyambut kotak kuno tersebut.


"Jika penasaran buka saja" Sahut Zhang San sambil mengambil makanan yang sudah di sediakan oleh Feng Yaya di atas meja.


Dengan Perlahan dan hati berdebar Feng Yaya membukanya. Terlihat sebuah Cahaya memancarkan aura yang tenang dan menampak kan wujudnya.


"Itu adalah mutiara jiwa, Untuk menguatkan jiwamu yang seperti nya terganggu oleh roh jahat"


"Roh jahat dari mana, Aku tidak merasakan ada sesuatu yang mengangguku" Sahutmya.


"Jika tak kerasukan roh jahat, Kau tak mungkin bisa berpikiran aneh aneh seperti tadi" ucap Zhang San mengingatkan Hal yang dia bayangkan.


"Ih guru, Mana ada aku seperti itu" Ucap nya menyangkal dan menutup kembali kotak itu. lalu menyimpannya untuk kultivasinya nanti..


"Bagaimana keadaan dua Junior mu, Apakah sudah ada peningkatan?"


"Hao Wen sekarang sudah berada di tingkat kaisar, Padahal dia sangat muda sekali tapi mampu menembus penghalang, Sedangkan Guan Zhou masih berada di tingkat Kaisar tahap menengah Guru. Apakah guru mau aku panggilkan mereka..

__ADS_1


"Tidak perlu, Aku cukup mendengar cerita darimu saja" Ucapnya lalu menyuruh Feng Yaya bercerita....


__ADS_2