ZHANG SAN

ZHANG SAN
Lanjut


__ADS_3


Zhang San tergerak telinganya ketika mendengar tetua Bing Ren menyebut Klan Zhu. 'Apakah ini ada hubungannya dengan ayah mertua, Jika ada berarti aku harus berkunjung kesana dan juga harus menyembunyikan Feng Yaya, Takutnya mereka akan merebut Pusaka Klan mereka yang kini berada ditangan Murindku itu'


"Seberapa besarkah kekuasaan yang dimiliki oleh Klan Zhu? tetua Ren!" Tanya Zhang San sambil menatap dengan penasaran.


"Kau bahkan sebagai Patriak dan guru Pribadi dari gadis itu tidak tau tentang hal itu? bagaimana mungkin?" Sahutnya dengan sedikit kebingungan.


"Benar, Aku bahkan tidak pernah tau, Bisakah kau menjelaskannya?" tanya Zhang San lagi tanpa ingin memberitahu kebenaran bahwa pedang itu adalah pemberian.


"Rumor mengatakan kekuasaan mereka tidak terbayangkan, Bahkan termasuk dalam empat keluarga besar yang melebihi pamor Sekte besar disana, dan juga yang tersiar dari kabar bahwa Klan mereka memiliki ada lebih banyak ahli, Ribuan tingkat Dewa Hijau dari tahap awal hingga tahap awal dan juga tingkatan yang lebih tinggi banyak ditemukan disana.


Karna disana sumberdaya lebih banyak dan juga mereka memiliki banyak ahli formasi, Jadi untuk membuat Formasi pengumpul Qi mudah bagi mereka. hingga banyak jenius yang terlahir disana.


Bahkan untuk orang yang dikatakan jenius langka di dua benua ini, Bisa saja ditempat mereka hanya kultivator dengan bakat yang biasa-biasa saja" Jelasnya dengan cukup panjang.


"Terima kasih atas penjelasanmu tetua Ren" Ucap Zhang San. "Suatu hari aku akan kesana, Ada yang aku mau urus" Tambahnya lagi.


"Jika Patriak ingin kesana, Lebih baik singgah di sekte Bintang Hidup milikku, Karna pulau kami adalah pembatas dari Lautan ganas" Ucap Tetua Bing Ren


"Tentu aku akan berkunjung" Sahut Zhang San sambil tersenyum.


Sedangkan pertandingan sudah dimenangkan oleh Pihak Sekte Pedang Kebajikan, karna Qiong Cha dan dua teman lainnya menyerah dengan kekuatan yang ditampilkan oleh Feng Yaya.


Dan pertandingan dilanjutkan lagi oleh sisa kelompok yang lainnya.


.............

__ADS_1


Di Tribun yang cukup tinggi sosok bercaping duduk dengan santai, Sambil menyilangkan kakinya menatap ke arah gadis yang sedang kembali ke tempat tabib.


"Apakah dia berasal dari Klan Zhu, Dan pedang pusaka itu" Ada keterkejutan diwajahnya sambil tertawa pelan "Bukankah aku akan mendapat keuntungan ganda bisa merebut pedang pusaka Klan Zhu dan juga menangkap buronan Klan Zhang, Haha aku untung besar" Dia tertawa pelan agar orang lain tidak curiga dengannya "Tapi aku harus tetap waspada, Pasti ada ahli yang menjaganya hingga dia dibiarkan berada disekte kecil seperti ini" Ucapnya lagi.


.............


"Akhirnya pemulihanku berjalan dengan baik, Racun ditubuhku sudah hilang, Aku harus segera berkultivasi untuk mengisi ruang Qi yang kosong" Gumam Zhang Yimin. Dia segera mengumpulkan Energi Qi yang ada didalam goa itu, Untung saja ada Formasi pengumpul Qi disana, jika tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengisi ruang yang kosong.


Wush Wush~~ Suara desingan angin yang berputar dikepalanya membuat pusaran yang terus menerus menyaring energi Qi dan langsung memasukannya ketubuh Zhang Yimin.


Duaar...! Suara teredam terdengar dalam tubuhnya, Menandakan sekarang dia berada dipuncak Dewa Merah


"Aku bahkan tidak menduga bisa naik tingkat di benua ini, Bisa dikatakan ada keuntungan dibalik kerugian yang aku alami selama ini" Gumam Zhang Yimin senang dengan keadaannya sekarang, Setelah itu dia memejamkan mata lagi untuk mengkondisikan kekuatannya.


.............


Pertandingan terakhir berjalan sangat seru dimana kini di atas arena hanya tinggal satu lawan satu, Karna empat orang dari tiap kelompok sudah tidak bisa bertanding dan mereka masing-masing menyerahkan tampuk kemenanga pada dua orang yang kini saling berhadapan.


"Kau bertambah kuat? tapi apakah aku akan tetap ditempat, Tidak, aku juga bertambah kuat, dan aku yakin kali ini kau akan tetap kalah Kang Du, Menyerahlah lebih dulu, karna tak mungkin kau bisa mengalahkanku" Ucap Yin Gong dengan sedikit memprovokasi


"Kalian mulai saja, Waktu sudah tidak banyak lagi, Sudah mau menjelang petang" Ucap Dong Hu sedikit kesal melihat mereka hanya berbicara sedari tadi.


Yin Gang memunculkan sebuah pedang namun dengan pegangan yang cukup panjang dan sedikit runcing pada ujung satunya Mungkin bisa disebut tombak pedang.



Begitu pula dengan Kang Du yang juga mengeluarkan senjata andalannya. Satu pedang yang bentuknya sedikit melengkung ke atas. dengan pegangan yang kecil sama dengan pedang pada umumnya.

__ADS_1



Kemudian dia membagi pedang itu menjadi dua di kedua tangannya, Rupanya pedang itu memang pada dasarnya dua namun bisa menjadi satu.


Siapa yang menyerang, dan siapa yang diserang, tidak diketahui namun yang pasti mereka berdua sama-sama saling mengayunkan senjata kedepan.


Dentang! Dentang! dentang! Tiga kali senjata mereka berdua beradu hingga sama-sama termundur akibat dorongan dari energi yang terhubung memantulkan tubuh mereka. Namun itu tidak mengurangi semangat mereka dalam pertarungan.


"Jangan memakai Qi" Ucap Yin Gong di sela tangkisan dan itu di angguki oleh Kang Du yang juga sebenarnya tak ingin memakai energi Qi.


Pertarungan teknik dan keterampilan dalam penguasaan senjata dan juga pengalaman bertarung di andalkan.


Yin Gong mendorong Senjata panjangnya ke arah leher Kang Du, Namun Kang Du melihat itu dengan jelas dua pedangnya langsung menahan laju Tombak Pedang itu.


Treeeeeeng!!


Terdengar nyaring memekakkan telinga hingga sebuah kesalahan dilakukan oleh Kang Du dan dia terpelanting terkena tendangan yang dilakukan oleh Yin Gong.


"Aku menyerah!" ucap Kang Du meski ini sulit tapi dia memang kalah dalam hal keterampilan


"Pemenangnya adalah Yin Gong dari Klan Yin"


Pertandingan pun berakhir dan Hari sudah menjelang malam "Besok adalah Final, Dan kita sudah mendapat lima kelompok, dan satu yang sudah menunggu, Jadi kita memiliki enam finalis, Semoga kalian terhibur atas pertandingan persahabatan ini" Ucap Dong Hu kepada para penonton yang hadir.


Semua orang pun bubar dengan hati yang cukup puas. karna bagi mereka mendapat tontonan pertarungan adalah sebuah seni, Sebuah hal yang sulit untuk dilewatkan, Terlebih lagi itu gratis.


..............

__ADS_1


Setelah acara berakhir, Sosok bercaping itu menggendap-ngendap di antara rumah-rumah yang ada disekte pedang kebajikan. Dia bergerak seperti hantu, Antara ada dan tiada. karna dia menghilangkan auranya hingga ke titik dimana orang dibenua ini tidak bisa mendeteksinya..


Tapi satu hal yang tidak dia tau, Ada seekor srigala kecil sedang mengikutinya dari kejauhan, karna berbentuk binatang, Sosok bercaping itu pun tidak menyadari bahwa srigala itu adalah jelmaan.


__ADS_2