
Udara bergetar ketika suara Zhang San diperdengarkan. Itu dia lakukan agar semua orang di Klan Wang tau akan kedatangannya Dan tidak ada yang mencoba untuk mengganggunya.
"Selamat datang Tuan Muda di tempat kecil kami ini" Ucap Wang Ding sambil membungkuk. Padahal orangnya masih belum terlihat.
Empat penjaga juga ikut membungkuk, karna mereka merasakan ada sebuah tekanan. Tapi tekanan itu tidak terlalu ekstrim hingga mereka masih bisa berdiri tegak, Walaupun ada sedikit tidak nyaman.
Zhang San muncul dengan wajah yang sudah terlihat matang. Tampilannya lebih dewasa sekarang, Mungkin itu pengaruh dari memiliki anak.
"Silahkan masuk Tuan Muda." ajak Wang Ding dan penjaga langsung membukakan pintu gerbang. Zhang San mengangguk mengikuti Wang Ding dan Wang Yuwen. Mereka berbincang santai. Meninggalkan Empat penjaga yang saling berpandangan dengan wajah yang masih bingung.
"Bukankah dia menantu Patriak Zhou Suyan?" Salah satu mengutarakan pertanyaannya.
"Kau benar. Dia memang orangnya! Tapi aku tidak tau mengapa Patriak Wang Ding dan Panatuan Agung begitu menghormatinya?" Sahut teman disamping.
"Tak perlu dipikirkan. Jika mereka begitu menghormati. Bagaimana dengan kita. Untungnya Patriak lebih dulu datang dan menyambut. Jika tidak, Entah apa yang akan terjadi kepada kita" Tubuhnya bergetar ketika berkata.
"Bagaimana kabar Tuan Muda? Sudah hampir setahun lamanya tidak ada kabar. dan tingkat kultivasi Tuan Muda sepertinya meningkat derastis, Aku bisa merasakan hal itu walau tak bisa melihat dengan pasti." Ucap Wang Ding sambil mempersilahkan Zhang San duduk.
Lima tarikan nafas berlalu setelah mereka duduk. Pelayan datang membawakan minuman dan juga makanan.
"Silahkan dinikmati Tuan Muda." Wang Yuwen kali ini yang berkata. Keduanya memperlakukan Zhang San layaknya raja.
"Maka aku tidak akan sungkan." Sahut Zhang San langsung mengambil gelas. dan Wang Yuwen segera merebut teko dan menuangkan air kedalam gelas Zhang San. "Terima kasih banyak." Katanya lagi.
"Sebenarnya jika Tuan Muda menginginkan kami datang, Kami pasti akan datang. tidak perlu Tuan Muda yang repot-repot kesini" Ujar Wang Ding
__ADS_1
"Tak apa. Aku hanya ingin berkunjung saja. selagi aku masih ada disini." Sahut Zhang San. tidak merasa tersinggung dengan ucapan dari Wang Ding meskipun Wang Ding terlihat ingin meralatnya.
Tidak berapa lama Zhang San pun pergi dari Klan Wang. Dia kembali ke kediaman Zhou dan mempersiapkan hari keberangkatannya.
...............
Perjalanan Zhang San akan segera dimulai.
..............
Di depan sebuah Pintu besar Klan Zhou. Beberapa orang melambaikan tangan kepada sebuah kereta kuda yang sudah siap untuk memulai perjalanan. Didalamnya ada satu wanita hamil dan dua wanita yang menyusui.
Sedang yang menjadi kusirnya adalah Zhang San sendiri. Perjalanan itu akan memakan waktu yang lama. Namun mereka tetap bersikeras untuk ikut berkereta saja. Katanya menikmati masa bersama akan terasa lebih indah. Meskipun akan ada bahaya yang bisa saja datang kepada mereka.
Zhang San memacu kuda tidak terlalu cepat. Karna jalan diluar kota sudah bergelombang. dan takutnya Zhou Ruyue akan merasakan kesakitan.
Dia kemudian mendekat dan duduk disamping suaminya itu, Setelah dia menidurkan Zhang Mei. Dia Lalu mengambil kain dan mengelap keringat yang hanya satu butir muncul diwajah Zhang San.
"Apa kau lapar?" Tanya Zhang San.
"Meskipun kultivaror tidak akan mati kelaparan walau tidak makan. Tapi energiku banyak terkuras ketika menyusui Zhang Mei, Dia melebihi dirimu menghisapnya." sahut Cao Ling An tersenyum.
"Kalau begitu kita berhenti didekat sini. Dan aku akan berburu untuk kita makan. Terik matahari juga sudah sangat menyengat kulit" Jelas Zhang San.
"Disana saja!!" Tunjuk Cao Ling An pada pohon besar yang sangat rindang.
__ADS_1
Zhang San segera menghentikan Kereta kudanya. Sesuai dengan apa yang diminta oleh Cao Ling An.
Merasa kereta berhenti Ao Zisi segera bertanya "Apakah kita sudah sampai?" Tanyanya sambil menyingkap Tirai
"Belum Adik Zi. Kita istirahat sebentar. kasian kudanya kepanasan. biarkan dia makan mencari rumput di sekitar." Sahut Cao Ling An
"Aku akan berburu sebentar, Kalian tunggulah disini dan jangan keluar dari pembatas. Apapun yang terjadi" Sambil dia melambaikan tangannya membuat Formasi perlindungan. Setelah itu dia mengambil Panah Dewa yang dia ambil dari Wang Qhisang (Wang Qhisang mati di Buku pertama pada Ch Kematian Xia Lang, Dan Wang Qhisang disini tidak ada hubungannya dengan Wang Ding atau Klan Wang yang ada di benua selatan)
Melihat tiga orang itu mengangguk. Zhang San langsung berangkat mencari hewan.
Beberapa saat setelah kepergiannya. Ada beberapa pasang mata yang menatap Tiga wanita cantik yang tengah bercanda sambil menyiapkan nasi yang mereka bawa.
"Kenapa Kak Zhang lama sekali Ya? Apa mungkin dia tidak dapat buruan hingga pergi terlalu jauh?" Zhaou Ruyue bertanya kepada Ao Zisi dan Cao Ling An. "Aku merasa tidak enak. Rasa-rasanya ada yang mengawasi kita sedari tadi." tambahnya lagi sembari mengedarkan indra sepiritualnya.
Cao Ling An juga mengedarkan Indra sepiritualnya dan dia dapat merasakan sepuluh pasang mata yang mengintip dari atas pohon.
"Kau benar Adik Ruyue, mereka ada di atas pohon besar lima batang pohon dari sini, Tepat dibelakangmu! Kau jangan menengok nanti mereka curiga. pura-pura saja tidak menyadarinya" Ucap Cao Ling An. dia yang lebih tinggi tingkatannya dari kedua madunya itu. Sekarang dia sudah berada ditingkat Dewa Hijau tahap Awal. sedangkan Ao Zisi berada pada Tingkat Dewa Biru tahap Puncak. Dan Zhou Ruyue yang terlemah berada pada Dewa Kuning tahap awal.
"Aku tidak bisa merasakannya Kak Ling, Berarti mereka berada diatasku. Sesuai dengan pesan dari seuami kita, Kita jangan keluar dari pembatas yang dia ciptakan." Ucap Yue Ao Zisi. Dia tidak terlihat panik seperti Zhou Ruyue. Karna dia sangat yakin Pelindung yang diciptakan oleh Suaminya tidak mudah untuk dihancurkan.
Satu persatu dari sepuluh orang itu melompat dari pohon sambil menggemakan tawa mereka yang sedikit tidak nyaman untuk didengar. Namun orang yang dicoba Ganggu tidak memperdulikan.
Mereka berdiri sepuluh meter dari Tiga wanita cantik itu dan saling berbicara..
"Aku tidak mengira ada tiga wanita cantik yang ada dalam Gerbong kereta itu. Tak ku sangka keberuntungan kita akan sangat bagus hari ini" Salah satu berbicara dengan lantang. Mencoba memprovokasi Tiga wanita itu agar keluar dari Pembatas. Namun yang dicoba provokasi adalah orang yang patuh, Jadi mereka tidak menghiraukan ucapan dan tatapan yang penuh nafsu itu.
__ADS_1
Mereka hanya berada ditahap Dewa Biru tahap Puncak. Meski begitu, Cao Ling An tidak yakin mampu mengalahkan mereka. Jika saja satu atau dua orang, dia bisa berpikir untuk melawan. Tapi, Mereka ada sepuluh orang. Hal yang tak mungkin untuk dia lawan..