ZHANG SAN

ZHANG SAN
Extra Kakek Misterius


__ADS_3

Segera dia membayar biaya masuk yang cukup besar itu. Tanpa ada pertanyaan yang berlebihan. Karna dikota ini penjaga sudah sering diingatkan oleh Tuan Kota, jangan memandang orang dari tampilan. Jika dia mengeluarkan uang maka bisa masuk dijalur itu. jika tidak mengeluarkan uang. Maka di jalur satunya.


Sedang orang yang dia ajak tadi hanya tersenyum kecut ketika melihat orang yang mengajaknya masuk kedalam Kota. "Haih. memang salahku yang tak mempercayainya" gumamnya dengan penyesalan.


Zhang San terus memasuki kota yang sangat megah itu. dia melihat banya bangunan-bangunan tinggi dengan banyaknya orang berjualan


"Kakek mertua pernah mengatakan bahwa dikota ini ada Pintu teleportasi yang langsung menghubungkan ke Ibu Kota Kekaisaran" gumamnya. Langkah kakinya terus mengayun sambil melihat-lihat apakah ada yang ingin dibeli dan sembari menajamkan pendengaran untuk menggali informasi.


Tidak mendapat informasi berharga dia mencari penginapan yang terlihat mewah. Diantara penginapan yang dia lewati sebelumnya. Segera dia masuk kedalam dan bertanya tentang kamar. Ketika dia hendak berbalik menuju kamar yang disewa.. Seseorang langsung menabraknya dengan arak yang membasahi bajun miliknya.


"Woy anak muda! Mengapa kau tidak lihat-lihat ketika berbalik?" tanyanya dengan sesenggukan. Dia berdiri sudah tak sempurna. sedikit sempoyongan.


"Maafkan aku Kakek Tua. Aku tidak sengaja" Sahut Zhang San sambil tersenyum. Meskipun dia tidak merasa salah sepenuhnya. Tapi dia tetap meminta maaf. Karna lawan bicara adalah orang tua dan dia merasakan gerataran Energi yang kuat ketika bertabrakan itu, Jadi Zhang San tidak ingin menyinggungnya. Bukan takut. hanya mengantisipasi saja.


"Kau memang mencari masalah denganku anak muda! apakah dengan minta maaf arakku akan kembali! Tidak bukan?" Ucapnya cukup keras hingga orang-orang yang ada di Penginapan melihat kearah mereka.


"Jika kakek meminta Kompensasi akan aku berikan, Tapi jangan membuat keributan. Ayo aku ajak Kakek ke Resto disana!" tunjuk Zhang San. Resto yang masih berada pada penginapan Bulan Merah itu.


"Baik" Sahutnya mengikuti Zhang San dari belakang sambil tersenyum misterius.


Mereka duduk saling berhadapan, Terlihat Kakek tua itu tidak lagi sesenggukan, Dan dia sedari tadi berjalan normal. Zhang San merasakan perbedaan itu. Namun dia tidak menegur. Itu urusan orang!


"Silahkan Kakek memesan apapun, aku yang akan membayarnya." ucap Zhang San dengan telapak tangan terbuka.

__ADS_1


"Tentu aku tidak menolak..... Pelayan!" Panggilnya sambil menatap Zhang San. Tak henti dia tersenyum.


"Sepertinya ada yang ingin kau katakan, Hingga terlalu lama menatapku. Apakah aku salah?" Zhang San lagi bertanya.


Kakek tua itu tidak terkejut dengan pertanyaan yang ditanyakan oleh anak muda didepannya. "Aku hanya merasa kau tidak sesederhana yang dilihat. Ada Aura tenang yang dapat ku rasakan ketika tubuhku berada didekatmu... Tapi kau jangan salah faham. Yang ku maksud bukan tentang nyaman dalam hubungan. Melainkan aura sang naga ada padamu" Ucapnya pelan.


Zhang San mengerutkan keningnya. 'orang tua ini sedikit tidak biasa' dalam hati dia berpikir sebentar "Aku berasal dari Klan Long." Sahut Zhang San pelan juga.


"Pantas saja." Ujarnya lagi. Lalu menunggu Pelayan selesai menata makanan yang dia pesan. Dia menambahkan lagi. "Aku dapat merasakan Naga yang sebenarnya ada pada tubuhmu. Jika kau tidak bisa menaklukannya dengan baik, Tubuhmu suatu saat akan diambil alih olehnya" Kakek tua itu menatap Zhang San dengan serius. "Hati-hati dengan Naga. Naga memang dikenal dengan makhluk agung, Dan selama jutaan tahun Naga telah menjadi sombong. Hingga dimusnahkan oleh Dewa Penguasa. Jika kau ingin cara agar bisa mengendalikannya. Tunggulah aku besok ditempat ini" Ucap Kakek tua itu lagi. setelah itu dia menghilang dengan semua makanan yang juga langsung menghilang dibawanya.


'Dia memang terlihat aneh, tapi dia juga kuat, Bahkan aku tak bisa melihat tingkatannya. dan ada semacam hawa mengancam ketika ditatap olehnya. Dia mengatakan bisa mengendalikan Naga Agung! Siapa sebenarnya orang tua itu? Aku menyadari ada yang tidak beres dengan Naga yang bersedia berada di Dunia Jiwa. Sampai sekarang aku masih tidak sepenuhnya bisa mempercaya Naga itu. Mungkin jika bertanya dengannya, Akan ada jalan! tapi aku tidak tau apa alasannya ingin membantu'


"Hal yang sulit memang, Tapi biarkan waktu yang mengambil alih keputusan." Gumamnya. Lalu berjalan keluar dari Resto itu dan menuju kamar yang sudah disewa olehnya.


Wosh!!


Zhang San muncul didalam kamar dan dia mendapati Zhang Mei yang tertidur dikasur kecil. Segera dia mengambilnya dan mengajaknya jalan-jalan. Namun masih disekitaran dunia jiwa.


Waktu sudah menjelang malam, Namun aktifitas didunia jiwa masih berjalan. dimana hanya ada beberapa orang lagi saja yang ada disana.


Seperti ke Empat muridnya. Feng Yaya, Guan Zhong, Wen Hao dan Xia Meng beserta ibunya yang kini membantu merawat kedua bayinya.


Lang Ming bersama istrinya Feng Yingyu dan anaknya Lang Feng. Gabungan dari Marga orang tuanya.

__ADS_1


Han Oyang dan ketiga istrinya dan juga dua anaknya. Sedang yang lainnya dia tinggalkan disekte. Sebagai tetua dan Murid, ada juga yang menjadi pihak keamanan sekte..


Dia lalu duduk di bawah pohon. Meskipun tidak panas tapi akan terasa teduh jika dibawah bersantai.


Cao Ling An datang mendekat. "Aku terkejut ketika masuk dalam kamar tidak lagi mendapati Mei'er di kasur." Ucapnya. Lalu duduk disamping Zhang San. "Tapi ketika aku menyadari bahwa tak mungkin ada berani menculik, Aku pun lega" Katanya lagi.


"Maaf aku tadi mencarimu, Tapi sepertinya kau sedang mandi. Dan aku tidak ingin menggangu mandimu." Ucap Zhang San. lalu mengalihkan pandangannya "Meng! Kesini" ucap Zhang San yang melihat Xia Meng mengakhiri latihannya.


Tap.


Tap.


Xia Meng berlari dengan cepat ketika namanya dipanggil oleh Zhang San.


"Ya! Guru!" Sahutnya bersemangat.


"Bagaimana pelatihanmu sekarang?"


"Masih jauh dari harapan Guru!" sahutnya dengan lantang.


Zhang San terkekeh. "Sekarang kau sudah berada di Tahap awal Dewa Kuning. seandainya kau berada di alam yang lebih rendah. Paling-paling kau hanya akan berada di Tahap Prajurit saja. Tapi, Untungnya energi didalam dunia jiwa ini menyesuaikan dengan energi di alam dewa bahkan lebih padat. Hingga bisa kau serap dengan baik. Lihatlah kakak seniormu sudah hampir kau kejar. Karna tubuh mereka berasal dari alam rendah. Makanya sedikit lambat Penyerapannya. Kau berbeda! Kau terlahir di alam dewa. hingga adaptasimu dengan energi ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Meskipun kau baru belajar tentang menjadi kultivator"


"Iya Guru, Terkadang aku merasa sedikit tinggi hati ketika melihat Kakak senior sudah hampir terkejar tingkatannya. Aku merasa sombong dengan kemampuan menyerap energi, Mohon guru membimbingku selalu. Agar aku tidak salah jalan" Pinta Xia Meng.

__ADS_1


"Meskipun kau nanti sama dengan mereka tingkatannya. Kau akan tetap kalah melawan seniormu, Karna mereka sudah memiliki lebih banyak pengalaman dalam pelatihan. Maka dari itu, Jangan malu untuk bertanya dan sering-seringlah latih tanding dengan Kakak seniormu" Pesan Zhang San "Kembalilah ke tempat mu" Ucapnya lagi


__ADS_2