
Setelah kematian Xia Lang patriak mereka, Anggota Klan Bayangan sudah kehilangan semangat bertarungannya, sebagian ada yang berpikir untuk lari karna tidak lagi meyakini kemenangan. Namun sebagian masih mempertahankan harga diri sebagai seorang kultivator.
Akan tetapi semua itu tidak mengubah apapun, berkat datangnya bantuan dari Klan Long dan juga tiga patriak lainnya, Semua hampir dilibas merata.
Ada sebagian lagi yang menyerah, Mereka pun tidak dibunuh tapi mereka diikat dan diserahkan keputusan kepada Cao Ling an..
................
"Meskipun kita berada didua tingkatan yang berbeda, Aku akan melampaui batasanku" Ucap Zhang San disamping telinga Sosok tetua itu, Dengan telapak tangan terbuka.
"Teknik Telapak Dunia, Telapak Sepuluh Ribu!" Gumamnya, keluar dari telapak tangan Zhang San ribuan telapak tangan besar, Tetua itu langsung mundur untuk menjaga jarak. Karna dia meyakini meskipun tingkatannya rendah, namun tekniknya cukup kuat.
Sosok itu melambaikan tangannya dan mengirim energi Qi angin yang dimilikinya untuk menghancurkan ribuan telapak tangan yang mengarah kepadanya.
Boom.. Boom Booom.
Ledakan besar tercipta diudara dikarnakan dua energi itu bertabrakan.
Zhang San meluncur diantara ledakan itu dengan gerakan Zigzag dan dengan sebilah pedang yang berada ditangannya. "Pedang Bintang buktikan kekuatanmu yang sesungguhnya"
Swing~~ Pedang Bintang bergetar seolah mendengar apa yang dikatakan oleh tuannya. Warna ungu cerah menyala menyemburkan api hitam yang siap membakar apa saja.
Segera dia memberikan pertunjukan yang diminta oleh tetua itu untuk dilakukannya. "Teknik Pedang Petir, Amarah Dewa!" Dengan ujung pedang yang berada diatasnya langit cerah mulai menunjukkan mendungnya, Cacing petir mulai menggeliat dibalik awan dan muncul perlahan hingga membesar berbentuk naga. ketika Zhang San mengarahkan ujung pedangnya ke arah tetua itu.
Segera saja Cacing yang sudah berubah menjadi naga petir yang menggeliat dilangit mengikuti jejak kemana arah pedang bergerak.
Sosok itu lagi-lagi melambaikan tangannya terlihat dia melempar sesuatu berupa piringan kecil yang terbang dihadapannya, Kemudian dia menggerakkam sebuah gerakan yang cukup rumit dan mengirim seutas energi jiwa kepada piringan kecil yang berputar seperti gasing itu.
__ADS_1
Piringan itu berwarna emas cerah, Setelah diberikan energi Jiwa dia mulai membesar layaknya sebuah gunung kokoh yang menghadang lajunya Naga petir.
Booom Ledakan besar yang menyapu daratan dan menerbangkan berbagai rumah kediaman Klan Bayangan.
Semua orang yang semula melihat pertarungan mereka langsung bergegas menjauh sejauh-jauhnya karna tak ingin menjadi korban keganasan serangan mereka.
Kraaak Piringan emas itu retak karna dihantam oleh Pedang Bintang yang memiliki tingkat kekerasan yang belum ditemukan lawannya.
"Aku tak percaya, Artefak pertahanan yang ku beli dengan mahal tak dapat menahan pedang miliknya, Jika kekuatanku sudah kembali, Ini tidak akan sulit hanya seperti membalik telapak tangan saja" Gumamnya.
Booom..! Piringan itu terbelah menjadi dua. namun itu tidak membuat tetua itu panik atau pun takut.
"Aku memang tidak bisa mengeluarkan energi Qi-ku jika tak ingin luka ini terbuka kembali" Gumamnya lalu menatap pemuda itu yang masih meneruskan serangannya. "Tahan Nak!" Ucapnya dengan membuka telapak tangannya.
Zhang San berhenti di udara dan menarik pedangnya kebelakang. Dia tau lawan tidak menggunakan energi Qi untul melawannya. makanya dia berhenti ketika diminta berhenti, Jika benar-benar orang itu melawan dengan segala kemampuannya jelas Zhang San tak mungkin menang, Karna itu dia menurut untuk berhenti, Namun dia masih tetap siaga.
"Sebenarnya aku tidak ada hubungan dengan Xia Lan, jadi kenapa kita tidak duduk bersama saja dan saling berbincan, Oh Ya! Namaku Zhang Yimin!" Ucapnya dan dia mengenalkan diri.
"Kalau begitu kita cari tempat untuk santai" Zhang San melesat ke arah Kota, lalu dia memberi pesan kepada Long Zhong dan juga tian Zhu serta istrinya untuk membersihkan sisa kekacauan yang terjadi
Ending yang tidak terduga kan.
.............
"Ibu! kita menang!" Ucap Cao Ling An bersemangat sambil memeluk ibunya yang menangis haru.
"Iya Nak, Akhirnya dendam Klan Yu terbalaskan, Setelah suamimu membangun sekte disini, Ibu akan pergi menjemput Pamanmu Yu Tai Ba"
"Iya Bu" Mereka saling berpelukan, dua wanita cantik yang sangat mirip bagai peri kembar.
__ADS_1
"Ehem" Tian Zhu mendekat lalu berdehem disamping dua wanita itu. Setelah dua wanita itu menengok lalu dia berkata. "Semua sudah dibereskan, Tinggal menunggu perintah dari kalian berdua saja, Mau diapakan mereka yang masih hidup?" Tanya Tian Zhu sambil menatap penuh kekaguman kepada mertua Zhang San itu. Ada setitik rasa yang menyelinap dalam dadanya ketika pandangan mereka bertemu, Tapi dia sengaja menekan gemuruh di hati agar tidak melakukan kesalahan.
"Kurung saja dulu yang sudah menyerah, Nanti kita putuskan dengan Menantuku saja" Sahutnya tak lagi menatap mata Tian Zhu karna mungkin dia juga merasakan ada jejak rasa yang tertinggal dipandangan itu, Dia masih tak mau membuka hatinya meskipun sudah berlalu puluhan tahun hatinya terkunci.
"Baiklah, aku akan menyuruh yang lain untuk mengarahkan mereka mencari penjara yang ada di Klan bayangan ini" Ucap Tian Zhu lalu berpaling.
"Tunggu!" Yu Ling An kembali bersuara, "Minta kepada yang lain untuk membersihkan tempat ini, hingga rata. karna Zhang San akan menaruh Sekte yang ada didalam dunia jiwa disini" Ucapnya.
"Mm" Tanpa berpaling, Tian Zhu menganggukkan kepalanya. lalu berjalan ke arah kerumunan orang.
.............
"Terima kasih banyak Patriak Tang, Jing dan Lou, kalian sudah ikut andil dalam kehancuran Klan Bayangan, Sekarang ini adalah Wilayah yang dalam perlindungan Klan Long, Karna wilayah yang luas ini akan dijadikan sebuah sekte oleh Patriak Muda kami" Ucap Long Zhong sambil tersenyum. "Untuk wilayah Patriak Wang yang sudah berkhianat, kalian bisa membaginya, itu terserah kalian, Tapi ku harap tidak ada perselisihan" Ucapnya lagi lalu meninggalkan mereka dan berpaling menatap Tian Zhu yang datang kepadanya.
Lalu mereka berbincang lagi dan mengatur segalanya.
"Ikuti aku kembali ke kediamanku" Ucap Jing He, Dia adalah yang paling bijak dan paling tua diantara dua patriak lainnya.
"Baiklah jika itu maumu" Sahut Lou Tianxing dan mereka bergerak bersama setelah menyuruh anggotanya untuk kembali ke klan masing-masing
..............
Sedangkan para penonton yang berada jauh saling memandang lalu melesat kembali kekota untuk mengabarkan semua hasil yang diperoleh.
Segera terjadi kegemparan yang menyebabkan riuh suara dari setiap penjuru kota Yuan dan tentunya bukan kota itu saja, Kota yang berada di dua benua itu langsung tau akan kabar hancurnya Klan Bayangan yang sudah merajai dua benua, Barat dan timur dari ratusan tahun yang lalu.
..............
Di suatu kota yang jauh dari kota Yuan.
__ADS_1
"Apa kau mendengarnya Patriak, Kekuasaan dari Klan Bayangan sudah dilengserkan oleh seorang pemuda yang dibantu oleh empat patriak, Tang, Jing, Lou dan yang utama adalah Klan Long"