ZHANG SAN

ZHANG SAN
Rahasia Cincin Giok Naga


__ADS_3

Penjaga kota itu mendorong Zhang San yang berhenti ketika membaca tulisan pada Gapura. "Cepatlah, Jika kau tidak bergeak tombak ini akan melubangi kakimu!" perintahnya, Zhang San sebenarnya sangat kesal, dia diperlakukan layaknya tahanan.


Jika dikatakan bersalah tentu dia tak merasa bersalah, Tapi itu menurutnya, Menurut orang lain belum tentu.


Seratus meter dari pintu gerbang itu, Langkah kaki mereka berhenti "Masuklah, Ini adalah aula pengadilan, Mereka yang akan memutuskan hidup dan mati seorang penyusup" Ucap sang pimpinan regu itu.


"Haih..!" Zhang San mendesah pelan lalu melangkah dengan tangan yang masih terikat di belakang.


"Tunggu disini dan duduklah" Pinta orang itu sekali lagi "Aku akan memanggil pengadil untukmu" Selesai berkata, Orang itu langsung pergi meninggalkan Zhang San sendirian dalam ruangan yang besar itu.


Sebatang dufa mungkin sudah habis tapi Zhang San masih dalam terikat tangannya dan kebosanan yang melanda hatinya.


Langkah kaki mulai terdengar mendekat, Zhang San segera menatap ke arah suara dan mendapati sosok lelaki paruh baya yang memancarkan aura yang mencekam, tapi aura itu tidak menindas, Meskipun begitu Zhang San sedikit kesulitan untuk mempertahankan ketenangannya.


"Jadi apa pembelaanmu?" Tanya sosok itu setelah duduk di kursi yang lebih tinggi dari Zhang San sekarang berada.


Zhang San menggaruk kepalanya sebentar, "Aku tidaklah bersalah" Singkat saja dia menjawabnya.


"Hemm, Banyak penyusup yang sudah kami tangkap, Dan kau tau mereka berkata apa? mereka mengatakan diri mereka tidak bersalah, Seperti kamu sekarang ini" Ucapnya yang langsung membuat Zhang San terdiam.


"Setelah diselidiki lebih dalam mereka bagian dari Klan Bayangan yang ingin menggangu ketenangan kami" Dia sedikit memberi Zhang San pengetahuan. "Jika kau dapat membuktikan bahwa kamu bukan dari Klan Bayangan maka, akan ada sedikit keringanan" jelasnya


"Apakah ini bisa membuktikan bahwa aku bukan dari Klan Bayangan" Zhang San dengan terpaksa mengeluarkan Plakat identitas yang bertuliskan Nama Long Fei dan mengangkat nya tinggi, Dia sudah melepaskan sendiri ikatan ditangannya.


Berharap saja Gurunya tidak pernah bermasalah dengan orang Klannya sendiri, Jadi meski enggan menunjukakan nya, Tapi ini mesti dilakukan.

__ADS_1


Mata sang pengadil menyipit lalu menarik Plakat itu dengan energi jiwanya, Zhang San tidak sempat menahannya. "Ada hubungan apa kau dengan Long Fei?" Tanyanya dengan wajah serius.


"Dia adalah Guruku" Sahut Zhang San


"Ikuti aku" Lelaki itu melempar kembali Plakat nama itu dan berjalan di depan menuju kediamannya "Siapa namamu," Sembari berjalan lelaki itu bertanya kembali


"Zhang San"


Mereka sampai dikediaman yang cukup besar, Meski tak sebesar yang di ujung sana, Tapi itu termasuk kediaman besar, 'Orang ini pasti punya kedudukan tinggi di Klan ini, yang bukan hanya sebagai pengadil' Zai berkata dalam hatinya sambil langkah kakinya mengikuti lelaki paruh baya itu masuk kedalam rumah


Lelaki itu segera menutup pintu dan menguncinya lalu memeberikan segel agar tidak ada yang mengganggu.


"Dimana dia sekarang?" Setelah bertanya lelaki itu segera menyuruh Zhang San untuk duduk di kursi yang terbuat dari bambu.


"Dia juga mengatakan bahwa dia telah di intai oleh pasukan langit, Entah ada masalah apa aku tidak pernah tau, Guru menghilang karna yang datang hanyalah bentuk jiwa saat itu"


"Apakah kau berada dialam rendah saat itu?" Sosok itu bertanya kembali


"Kau benar Paman, Kami bertemu di alam rendah, Saat itu Guru menolong ku dan mengajariku beberapa ilmu" Zhang San mengingat tingkahnya ketika bertemu sang guru yang cerewet, Jika dia mengingat kilas balik masa lalunya dia kadang akan tertawa sendiri, dan terkadang akan menangis.


"Baiklah, Jadi kau kesini karna ingin mencarinya?"


"Sebenarnya aku tak sengaja berpindah ketempat ini, Karna sebelumnya aku dikejar oleh Klan Bayangan. Tiba tiba saja ketika aku masuk dalam Goa aku sudah berada di puncak gunung disana" Tunjuk Zhang San, Meski terhalang oleh dinding tapi dia sangat yakin posisi gunung itu ada disana.


"Mungkin karna cincin Giok itu yang membawamu kesini" Ucap Sosok itu, "Panggil aku Long Jung"

__ADS_1


Zhang San mengerutkan keningnya "Apakah ini sangat istimewa?" Dia penasaran dengan Cincin itu.


"Kau benar, Cincin itu bukan hanya berisi sumberdaya, Tapi cincin itu adalah sebuah kunci untuk membuka alam misteri yang ada di Klan ini, Tapi jangan kau tunjukkan pada siapapun, Karna bisa saja mereka akan mengambilnya, Aku akan mengantarmu ketempat itu nantinya, tinggallah untuk sementara disini" Pinta Long Jung.


"Terima kasih banyak tetua Jung, Aku akan merepotkanmu" Zhang San menyahut dengan sopan


Sepeninggal Long Jung, Zhang San terus memperhatikan ukiran kalimat yang ada di Cincin itu, Naga Sejati, 'Mungkin Guru adalah orang yang penting, Tapi aku tetap harus berhati hati, Karna air yang tenang belum tentu tidak ada buayanya' Lalu dia membuka portal dimensi dan masuk kedalam dunia jiwa.


Zhang San muncul di kediamannya dan dia melihat istri sahnya dan pelakor sedang berbincang berdua. dia pun tersenyum lalu mendekat.


Yue Ao Zisi melihat Zhang San lebih dulu dia segera berlari kecil dan menarik tangan Zhang San dan lanjut berkata "Duduk disini sayang" Pintanya.


Cao Ling An menumbuhkan cemburu ketika jemari tangan Zhang San berisi jemari Ao Zisi. Hatinya terbakar tapi dia mencoba bersikap tenang dan menerima kenyataan bahwa pelakor sekarang tak tau malu.


Zhang San melepaskan jari yang merekat itu lalu menumpukan sebelah lututnya dilantai kemudian berkata "Sayang, Kau memaafkan aku kan, Kau akan tetap menjadi yang pertama dihatiku, Meskipun ada yang kedua dan yang ketiga"


"Hemmm" Cao Ling An menghela nafasnya pelan "Kau harus membawa Zhou Ruyue kepadaku nanti"


"Pasti sayang, Itu pasti akan aku lakukan, jika aku bisa mencapai tingkat surga secepaynya, maka aku bisa membuat saluran spasial sendiri dengan teknik segel langit yang ku miliki" Ucapnya sangat yakin "Dan aku, atau kita bisa menjemputnya" Tambahnya lagi sambil mengecup dua punggung tangan Milik Cao Ling An. "Tersenyumlah" Pintanya lagi.


Cao Ling An pun tersenyum manis, Senyum yang sudah lama tidak mengembang seperti itu, Senyum indah yang menggugah rasa mengobati lara.


"Aku akan buatkan Makanan, Kalian bicaralah dulu" Ao Zis mengerti karna mereka sudah terpisah lama jadi dia membiarkan kebersamaan mereka lebih lama, Meski ada sesak yang dalam tapi dia mengerti dirinya adalah orang ketiga. bukan yang pertama bahkan bukan yang kedua.


Zhang San mengangguk, Sepeninggal Ao Zisi, Cao Ling An segera memeluk Zhang San, Rupanya dia tadi hanya malu karna ada pelakor "Jangan menambah wanita lagi, Cukup hanya tiga saja, jika ada lagi, Lebih baik aku mati" Ucapnya yang berada dalam pelukan suaminya itu

__ADS_1


__ADS_2