
Ken Dai berteriak namun suara nya bahkan tidak keluar dari kubus itu. Dengan perlahan kubus itu menghancurkan tubuh nya hingga tak tersisa.
Para bawahan nya kocar kacir melihat kematian Ken Dai.
Pihak ke kaisaran bersorak atas kemenangan mereka. Meski ada korban jiwa. Namun yang pasti kemenangan adalah hal yang utama.
"Terima kasih ketua Dong. Jika tidak ada kamu. Mungkin kami akan mengalami kekalahan." Ucap nya tersenyum sambil menepuk bahu Dong Fu yang juga tersenyum. "Aku akan mengatakan kepada kaisar kontribusi mu, tenang saja. Kau akan mendapat hadiah. Juga yang lain nya yang membantu.
Mereka lalu duduk bersama dan memerintahkan beberapa orang masuk menyelamatkan para tawanan.
Namun tekanan kuat datang secara tiba- tiba. Membuat mereka semua berlutut bahkan batuk darah. Yang berada di bawah tingkat kaisar malah tiarap karna sungguh tak mampu menahan beban nya.
Gu Ming-Hun melayang di udara. Dia masih tak menarik tekanan yang dia berikan. Dia melihat sekitar nya dengan mata merah. Lalu memerintahkan dua orang di kiri dan kanan nya untuk turun. Dan menghabisi semua nya.
"Patriak silahkan melanjutkan rencana. Yang disini menjadi tugas kami. Dapat di pastikan mereka akan rata" ucap salah satu di antara mereka yang bersemangat untuk pembantaian ini. Lalu dia turun kaki nya menapak ketanah. Dan dia berkata kepada Lao Lixian. "Aku akan membalaskan dendam saudara ku Ken Dai" ucap nya lalu memukul dengan kencang ke arah kepala Lao Lixian. Hingga kepala itu hancur menyisakan tubuh yang mulai roboh.
Dong Fu diam- diam memberikan kabar ke patriak Chong Ling. Dan meminta nya untuk membawa bala bantuan secepat nya.
Gu Ming-Hun langsung terbang rendah lalu masuk kedalam menuju tawanan.
Salah satu nya turun di arah jendral Qing Le. Lalu dia menendang Jendral itu namun cambuk energi Dong Fu menarik sang Jendral untuk menjauhkan nya.
"Hooo kau sudah bisa bergerak rupa nya."
Dong Fu bisa bergerak setelah Gu Ming-Hun menjauh dari tempat itu. Kalau untuk melawan tingkat kaisar dia masih bisa. Asal kan musuh tidak menggunakan mode iblis.
Dia mendekat ke arah Dong Fu dengan melompat lalu tangan nya yang berisi energi Qi menghadap kedepan.
"Tinju kematian" ucap nya yang seiring tinju itu semakin dekat mengarah langsung ke dada nya. Akan tetapi Dong Fu bukan anak kemarin sore yang bila hendak di pukul akan menunggu lalu menangis.
Dia lelaki yang cukup berpengalaman. Dia mundur dengan cara melompat zig zag kebelakang sambil tangan nya hendak melilit tinju itu dengan cambuk nya.
__ADS_1
Untung saja musuh menarik tangan nya dan berbelok kesamping. Lalu terbang rendah ke arah pohon dan berputar di sana kemudian tendangan nya mengarah lagi ke bagian belakang Dong Fu.
Yang satu nya lagi membunuh para pengawal atau pun anggota aliansi putih yang ada di sana. Dia tersenyum tanpa berkedip membunuh sebagian manusia. Bahkan dia tertawa di sela waktu membunuh nya.
Mungkin dia sudah gila dalam membunuh.
°°°°°
Patriak sekte kebajikan segera terbang bersama anggota aliansi putih. Dengan kecepatan penuh melesat menyisakan cahaya kilat saja.
°°°°°
Di dalam menara kultivasi.
Zhang San melatih Fisik nya sekali lagi. Dengan tekanan gravitasi seratus kali. Dia masih duduk dengan peluh yang terus mengucur di tubuh nya.
"Tulang ku sudah sempurna. Tinggal daging yang di tubuh ku yang belom ditempa. Aku harus meningkatkan tekanan nya" lalu dia menggunakan segel lagi untuk menambah daya gravitasi nya. "Seribu kali lipat" setelah selesai berucap, tangan nya langsung menopang tubuh nya karna terkejut dengan gravitasi yang meningkat dengan cepat.
Aaaaaaaaaaaakh dia berteriak namun tetap bersemangat. Perlahan tangan kanan nya di angkat lalu dia memunculkan botol Pil penyembuh dan pil pengembali energi.
"Aku harus memiliki fisik yang paling baik. Untuk menopang tulang yang baik. Dan menguatkan teknik yang baik"
Han Oyang keluar dari rumah mewah dengan mata yang masih ingin tidur. Lalu dia mendekat kearah menara kultivasi. Untuk melihat apa yang di lakukan oleh tuan nya yang masih bocah itu.
"Kau harus mempercepat waktu disini. Agar memudahkan mu dalam berlatih. Apakah kau tak menggali lebih dalam tentang Formasi ruang dan waktu dalam teknik segel?" ucap nya menggangu Zhang San yang masih fokus. Bagaimana dia tidak Jengkel. Namun setelah di pikir. Itu memang benar.
Lalu dia menggaruk lagi kepala nya yang sudah lama tidak di keramas. "Aku lupa paman. Terima kasih telah mengingat kan." Ucap nya lalu membuat beberapa gerakan tangan untuk menambah waktu di menara itu.
°°°°°
Dong Fu hampir mati, tinggal sedikit lagi kepala nya akan tertebas jika tidak Jendral Qing Le datang menahan dengan tombak nya. Lalu dia melompat kesamping sambil membabat kan cambuk nya.
__ADS_1
"Teknik tingkat pertama, Cambuk Angin Tajam"
Dia memutar cambuk nya di udara lalu tercipta badai angin dalam putaran nya. Yang melesat ke arah tetua Angin Hitam itu.
Jendral Qing Le juga menggunakan teknik nya.
"Teknik Tingkat Pertama, Seribu Mata Tombak"
"Dong Fu, kita gabungkan serangan" ucap Jendral Qing Le lalu melesatkan serangan nya.
Pisau angin bersama ribuan mata tombak mengarah langsung ke tetua itu yang juga sudah melepas kan teknik nya.
"Teknik Tingka Ketiga, Pembelah lautan"
Wuuuuuuhs... Booooom..! Duaaar.!!
Daya kejut nya menyapu semua mayat dan beberapa orang yang masih hidup.
Namun satu yang pasti tetua kiri itu kini terpelanting beberapa ratus meter hingga terhempas di dinding luar Goa. Darah menyembur di mulut nya. Dia pun menyeka darah sambil terduduk satu kaki menahan sakit.
Tetua kanan melesat ke arah nya. Dia kemudian memberikan Sebuah Pil untuk nya.
Dong Fu dan Jendral Qing Le saling berpandangan kemudian mereka bersua bergerak. Jendral di depan sebagai penyerang. Dong Fu di belakang melindungi dengan cambuk energi nya.
Namun tetua kanan juga sudah menarik lagi pedang yang sempat dia simpan setelah membunuh hampir semua pasukan kekaisaran yang di bawa oleh jendral Qing Le.
Di dalam goa. Tepat nya di hadapan tawanan.
Gu Ming-Hun mengeluarkan para gadis itu dan memasukan nya dalam sebuah lingkaran yang di buat nya. Lalu dia juga masuk kedalam nya dan mengaktip kan alat transportasi nya menuju sekte Angin Hitam.
Chong Ling dan beberapa ketua aliansi putih tiba.
__ADS_1
"Kita sangat telat patriak" ucap Ling Ma yang berdiri di samping.
"Bantu lah Dong Fu. Bunuh mereka sebelum berubah menjadi iblis. Karna itu akan sulit, aku akan masuk kedalam Goa karna aku merasakan aura yang Familiyar" ucap nya..