
Zhang San segera keluar dari penginapan untuk jalan jalan, Setelah dua ratus meter dari tempat penginapan dia mendengar ada suara pertarungan.
Iseng saja dia ingin melihat siapa yang berani melakukan pertarungan di tengah kota. dia segera melesat menuju suara itu.
............
Dentuman keras terjadi ketika serangan mereka beradu.
"Kong" Teriak Liu Bai, Dan dia segera melesat meninggalkan musuhnya yang terpelanting terkena tendangannya.
Sekarang yang melawan Hong Kong adalah dua orang, Mereka ingin menghabisi orang yang hanya memiliki satu tangan itu
Swosh satu sosok muncul menyambut Hong Kong yang terpelanting.
"Syukurlah aku masih sempat" Zai segera meletakkan Hong Kong yang sepertinya tidak bisa bergerak lagi karna banyak luka yang sudah dia dapat. melawam dua orang sekaligus memang sulit.
"Kong...." Liu Bai mendarat didekat Zhang San dan langsung memeluk sahabat dari kecilnya itu.
"Mereka dari Klan Bayangan Tuan" Ucap Liu Bai.
Zhang San langsung berbalik melihat tiga orang yang kini menatap kearahnya.
"Terima kasih telah datang karna aku tidak perlu jauh-jauh mencari kalian" Zhang San langsung menggunakan langkah bayangan dan menghilang.
Slaaas...! Sekali ayunan satu kepala itu melayang, Zhang San langsung mengirimnya ke alam kematian.
Dua orang segera menjauh ketika melihat tubuh kawannya yang terjatuh dengan darah yang menyembur dari leher.
Zhang San sekali lagi bergerak dengan cepat, Kali ini dia berada di depan salah satu dari dua orang itu dan menusukkan pedang bintang yang begitu panas.
Slup...!. Aaaaaaakh..!
Tak sampai disitu Zhang San langsung bergerak kesamping setelah melihat satu lawan masih kaku karna kejutan yang ada dihadapannya.
Slaaaas..! Satu lagi kepala terjatuh dengan cepat.
__ADS_1
"Ini hukuman karna kalian mengganggu anggotaku" Ucap Zhang San dengan suara dingin.
Lalu dia membakar satu persatu tubuh itu tak lupa dia mengambil cincin dimensi milik mereka, lalu dia melompat kearah Liu Bai dan juga Hong Kong yang mulai sadar.
"Terima kasih Tuan, Tuan datang tepat waktu"
"Tak perlu banyak bicara dulu, Kalian kembalilah ke Dunia jiwa, Dan pergi ketabib sekte!" Zhang San langsung membuka portal dimensi setelah selesai memberi perintah.
"Klan bayangan ini rupanya sudah tau kami ada disini, Berarti aku harus segera meninggalkan kota ini" Dia pun langsung berlari kecil menuju pasar
"Berapa ini paman?" Zhang San bertanya sambil memikih sebuah topeng.
"Hanya satu Koin emas Tuan"
Zhang San segera membelinya dan pergi dari pasar itu.
"Aku harus mencari cara untuk naik tingkat secepatnya, Jika seperti ini terus aku akan mati cepat atau lambat. karna bisa saja kekuatan Klan Bayangan ini bukan hanya berada di tingkat puncak dewa langit" Gumamnya sambil terus melesat menuju luar kota.
..............
Setelah Zhang San pergi dari tempat itu , Xia Hai tiba dengan dua orang pengawalnya yang berada di tingkat dewa langit tahap menengah.
'Sialan, Apakah memang pemuda itu yang sudah membunuh tiga orang mata mataku itu? bahkan jasadnya pun hangus' Dalam hatinya berpikir sedikit keras
"Mungkin pembunuh mereka masih ada disekitar sini, Cepat cari, aku ingin meremukan tulangnya!" Xia Hai sangat murka banyak sumberdaya yang sudah dikeluarkan untuk melatih mereka tiba saatnya di tugaskan malah terbunuh, Ini sebuah kerugian besar.
"Baik Tuan Muda.." Sahut dua orang itu langsung menghilang dari belakang Xia Hai
.............
Zhang San sudah berada di luar kota dengan teknik penekan kultivasi dan juga langkah bayangan yang dia miliki, Dia dapat bergerak bebas tanpa hambatan karna tidak ada dari penjaga kota yang menyadarinya.
Atau bisa juga mereka menyadarinya tapi tak ingin menimbulkan masalah.
Seribu kilo meter dari kota Canglan, Zhang San beristirahat ketika menemukan Goa. Dia memasukinya setelah memeriksa tidak ada orang didalamnya atau aura yang membahayakan..
__ADS_1
'Eh kenapa ketempat yang berbeda, Bukankah tadi aku memasuki Goa?' Dia kebingungan mendapati dirinya tidak berada dalam Goa tapi disebuah pegunungan yang asri.
'Apakah aku memasuki ilusi?' Dalam hatinya terus berpikir sembari matanya mengedarkan pandangan kesegala arah.
Setelah dia berpaling dia tidak menemukan pintu keluar atau pintu apapun disekitarnya. dia berdiri disana tanpa seorang pun yang ada.
Membingungkan memang.
Zhang San duduk sejenak lalu memejamkan mata, Berharap dia akan kembali kedalam Goa setelah membuka mata.
Tepat ketika dia membuka mata ada beberaoa orang yang mengelilinginya dengan mata tombak yang terhunus.
Zhang San jelas terkejut dan seketika dia segera bertanya "Siapa kalian, Kenapa menodongkan senjata kepadaku?"
"Hemmm..." Salah satu dari mereka mendengus lalu lanjut berkata "Kau tidak pantas bertanya, Sedangkan kau masuk ke wilayah orang lain tanpa ijin" Ucapnya menatap Zhang San dengan tatapan tajam.
Zhang San menggaruk kepalanya, "Sepertinya kalian salah paham, Aku disini bukan Niat, ketika memasuki Goa untuk istirahat, Tiba tiba saja aku sudah berada disini. Tubuhku dipindahkan secara paksa tanpa ku sadari"
"Tak perlu banyak bicara omong kosong, Kau harus diadili, Ikat dia, Jika dia melawan patahkan saja kaki dan tangannya!" Pinta sosok itu.
"Baik pemimpin...!" Sahut sepuluh orang dengan serempak.
Mereka pun segera mengikat Zhang San, Dia tak ingin membuat keributan diwilayah orang, Apalagi dia tidak tau jalan keluar dari wilayah ini. jadi dia tak gegabah dalam mengambil keputusan, Jadi dia pasrah saja ketika tangannya di ikat dibelakang dengan sebuah tali, Mudah saja untuknya melepaskan ikatan dari tali itu,
Tapi untuk apa? Jika pada akhirnya menjadi buruan, Setidaknya dia akan tenang dari Kejaran Klan Bayangan, Tapi itu hanyalah kemungkinan saja, Karna dia sendiri belum yakin berada di wilayah siapa!
"Sebenarnya ini wilayah siapa?" Zhang San mencoba mengorek informasi dari orang yang berada didekatnya.
"Tak perlu banyak tanya!" Sahut orang itu.
"Aku bingung dengan kalian kenapa tidak menjawab pertanyaan yang mudah itu" Terus saja dia berusaha mencari tau, Agar hatinya yakin bahwa wilayah ini bukan wilayah musuh.
"Ini adalah wilayah Klan Long, Apakah kamu puas" Jawab orang itu dengan kesal "Jika kau bertanya lagi, Maka akan ku lumpuhkan!" Ucapnya ketika melihat pemuda itu akan membuka mulutny lagi.
'Klan Long, Apakah ini sebuah kebetulan, Ataukah keberuntungan' Batinnya sedikit tenang karna ini bisa saja menjadi harapan.
__ADS_1
Sebelumnya dia mempunyai Cincin Giok naga yang diberikan Oleh Guru Fei Long, Yang anehnya dalam cincin itu ada pelakat nama dan nama itu bukan Fei Long, melainkan Long Fei, 'Apakah guru memang menyembunyikan identitasnya, tapi untuk apa? sepertinya aku harus menyembunyikan cincin giok ini, Agar tak ada hal yang tidak terduga yang bisa mengancam hidupku'
Mereka pun sampai di sebuah kota yang megah, Bertuliskan pada gapura itu Klan Long.