
Wush!! Energi tak terbatas mengelilingi Wang Ding kemudian masuk kedalam tubuhnya secara bertahap.
Duar! Suara teredam terdengar pelan. dan itu sangat membahagiakan dirinya.
"Hahaha aku tidak menyangka, Hanya dengan sebutir Pil. Tingkatan ku yang sudah lama tersendat akhirnya dapat ditembus juga!!" teriaknya senang. Lalu dia memandang kearah Wang Yuwen yang sedari tadi diam dengan semua kekaguman itu. "Apakah kau menyesal tidak menjadi pelayannya?" tanya Wang Ding
"Kau benar" Sahutnya sedih "Aku pun sama denganmu. sudah lama mendambakan untuk naik tingkat. Namun sepertinya harapan yang ada didepan mata sudah menghilang" tambahnya sambil menggelengkan kepala.
"Masih ada kesempatan, Aku yakin itu" Tepuk Wang Ding di bahu kanan Wang Yuwen untuk menenangkan kesedihan yang berlebih. "Apa kau ingat, dia mengatakan akan menunggu di Klan Zhou?"
Wajah Wang Yuwen langsung bersemangat mengingat kembali kalimat itu. lalu dia berkata dengan cepat "Ayo kita kesana!!"
"Mm!" Wang Ding mengangguk senang melihat sahabatnya itu bersemangat kembali. Mereka langsung melesat menuju kediaman Klan Zhou
...****************...
Zhang San muncul di pintu gerbang Klan Zhou seorang diri. Ketika penjaga melihat itu dia langsung bertanya" Ada keperluan apa kau kesini?!" Tanya penjaga itu. dia tidak tau siapa yang dia tanyai karna sebelumnya dia ijin cuti waktu pertandingan itu dimenangkan oleh Zhang San.
Zhang San tersenyum "Apakah Patriak Zhou Shuyan ada?" Tanyanya.
__ADS_1
"Ada keperluan apa malam-malam begini bertamu?" Tanya penjaga itu lagi dengan tegas.
"Ada sesuatu yang penting yang akan ku bicarakan kepadanya. Sampaikan padanya. Zhang San ingin bertemu." Sahut Zhang San. Tidak ada kemarahan dalam kata-katanya. Karna memang dia suka dengan penjaga itu. suka dengan sikapnya.
"Baiklah... Tunggu disini, jika kau melanggarnya. Maka kau akan menerima hukuman dari Patriak Zhou!!" Ucapnya dengan lantang.
Zhang San duduk di kursi yang sedikit jauh dari pintu gerbang itu. Lalu dia mengeluarkan Zhou Ruyue dan mereka duduk bersama.
"Mengapa tidak masuk kedalam? Pasti kakek menunggu kita pulang!" Ucap Zhou Ruyue sambil tersenyum manis.
"Biarkan dia yang mendatangi kita ke sini" sahutnya santai sambil merentangkan tangannya ke bahu kiri Zhou Ruyue dan Zhou Ruyue segera menyandarkan kepalanya pada bahu Zhang San.
"Cepat cari dia! jika kau tidak membawanya pulang kesini. Kau akan mendapat hukuman!!" Teriak Zhou Suyan dengan lantang.
Zhang San dan Zhou Ruyue tersenyum mendengar ucapan kakeknya. mereka segera berdiri dan mendekat lalu Zhou Ruyue segera berkata "Tidak perlu kakek!" Ucapnya tersenyum "Kasihan dia kau marahi. diakan hanya menjalankan tugad yang diberi kakek untuknya" Tambah Zhou Ruyue lagi. Zhang San tersenyum saja disamping wanita itu tanpa melepaskan genggaman tangannya.
"Haiih!" Zhou Suyan mendesah pelan. Dia pun menatap penjaga itu dan berkata "Minta maaflah kepadanya!"
Penjaga itu segera menurunkan lututnya untuk bersujud atas kesalahan yang dia lakukan. Namun Zhang San tidak membiarkannya. Dia segera mengulurkan tangan dan menangkap kedua bahu penjaga itu dan menahannya "Tidak perlu seperti itu. Aku senang dengan penjaga sepertimu, Tegas tapi tidak menghina" Ucap Zhang San
__ADS_1
"Apakah kau puas sekarang? Yue'er!" Tatap Zhou Suyan kepada cucu tercintanya itu.
Zhou Ruyue tersenyum lalu mencium pipi kanan Kakeknya itu dan berkata "Ayo kita masuk" Ucapnya sambil menggandeng tangan Zhou Suyan dan meraih tangan Zhang San. Sedangkan dia berada ditengah diapit oleh dua lelaki gagah dengan senyuman yang mengembang.
Beberapa langkah mereka masuk. datang dua aura yang berbeda dengan kecepatan cahaya.
Zhou Suyan langsung waspada dan melepaskan gandengan tangannya pada Zhou Ruyue dan berkata "Kalian berdua masuk saja dulu, Aku akan menjemput tamu" Ucapnya.
Zhang San tersenyum dan berkata kepada Zhou Ruyue. "Ayo sayang. biarkan kakekmu yang beraksi" UcapnZhang San yang langsung menarik Zhou Ruyue.
Terlihat wajah Zhou Riyue yang sepucat kertas. "Percayalah dengan Kakekmu" ucap Zhang San lagi.
"Nak Zhang benar Cucuku, percayalah pada Kakek" Ucapnya lembut sambil menepuk pelan pucuk kepala Zhou Ruyue.
Meski berat. Zhou Ruyue tetap melangkah pada akhirnya mengikuti langkah kaki Zhang San untuk masuk kedalam.
"Patriak Zhou! Maafkan atas kedatangan kami ke kediamanmu. Meski tak diundang" Ucap Wang Ding dengan sopan dan menangkupkan kedua tangannya.
Hal itu jelas tidak berada dalam pikiran Zhou Suyan. dimana Wang Ding yang kini sangat berubah drastis. "Ada keperluan apakah dua tetua dari Klan Wang datang berkunjung?" tanya Zhou Suyan dengan cukup singkat dan padat
__ADS_1