ZHANG SAN

ZHANG SAN
Masih Dalam Dunia Kecil 2


__ADS_3

Terlihat dari atas sudah ada ratusan orang yang ingin memasuki makam kuno itu. Entah itu dari Sekte Bintang Terang atau dari Sekte Naga Hitam atau pun kultivator pengembara..


"Kita turun" Ucap Du Sam, di ikuti dua orang di samping nya.


"Seperti nya pintu makam belum terbuka" kini Du Anchi mulai berbicara,


"Kau benar adik. Kata guru. Pintu akan terbuka pas matahari berada di atas kepala. Cahaya nya akan menyinari lubang kunci seperti itu lah mekanisme nya. Entah bagaimana orang yang bisa membuat nya. Tak usah kita memikirkan" sahut Du Sam.


Sedang kan Zhang San hanya berdiam diri mengamati sekitaran, dia tak ikut berbicara karna memang dia tak ingin.


"Ho Ho.. Kakak beradik rupa nya ada di sini juga" Terdengar sebuah suara dari belakang mereka.


"Kau mau apa Shei Jing?" Ucap Du Anchi


"Wah Nona Anchi jangan lah kasar kepada pemuda tampan seperti ku! Salah kah jika aku menyapa kalian?"


"Kami tak perlu sapaan orang licik seperti mu!" Jawab Du Anchi yang memang membenci Shei Jing ini


"Kau terlihat sangat membenci ku! Kenapa? Apakah aku berbuat salah kepada mu?" Sahut Shei Jing sambil tersenyum dan memindai tubuh Du Anchi dari atas sampai ke bawah yang menonjolkan keindahan dan ke montok kan.


"Pergi lah... kami tak ingin berurusan dengan mu" Kini Du Sam angkat bicara. Dia tak ingin adik nya termakan Trik dari Shei Jing yang terkenal sangat licik dalam bermain kata.


"Kau juga mengusir ku Du Sam" Shei Jing mendengus terlihat hawa panas keluar dari tubuh nya.


Du Sam hanya menggelengkan kepala lali dia mengajak adik nya serta Zhang San untuk menjauh.


Tapi di hentikan oleh teman nya Shei Jing.


Melihat itu Du Sam menjadi marah "Apa maksud mu dengan menghadang jalan kami?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin adik mu Du Sam, kau boleh pergi dengan dia tapi tinggalkan adik mu satu malam dengan ku" tunjuk nya ke arah Zhang San sambil meminta kepada Du Sam untuk pergi.


"Kita tidak pernah bermusuhan sebelum nya, jadi kenapa kau mengusik kami. Meski pun Klan Shei adalah Klan besar aku tidak takut untuk membunuh mu Shei Jing" Du Sam sudah siap dengan pedang yang di genggam nya.


"Ha ha ha, Aku tak peduli, Tangkap dia untuk ku"


Tiga puluh orang berada di tingkat kaisar tahap puncak langsung bergerak mengelilingi tiga orang.


Wajah Du Anchi terlihat pucat karna jelas ini penindasan. Tapi tidak untuk Du Sam dan Zhang San.


"Saudara Zhang, Pergilah.. ini urusan kami, biar kami yang menyelesaikan nya" Pinta nya kepada Zhang San tapi Zhang San hanya tersenyum lalu menepuk bahu Du Sam.


"Kau tenang saja. Tidak akan ada yang terluka di antara kita" ucap nya menenang kan


"Tapi...!" Ucapan nya terhenti karna lambaian tangan Zhang San.


Zhang San maju lalu berkata kepada Shei Jing. "Jika kau memang laki-laki. Datang lah sendiri dan hadapi aku. Jika kau menang. Ambil dia" sambil ujung jari nya menunjuk Du Anchi yang terlihat masam.


"Kakak...! Dia ingin menjadikan aku taruhan. Bagaimana jika dia kalah" ucap nya terus menggoyangkan tangan Du Sam meminta pertolongan.


"Kita juga tak mungkin melawan tiga puluh orang di tingkat Kaisar tahap puncak. Apa lagi Shei Jing juga sudah di tingkat suci tahap awal. Kita ikuti jalan cerita nya lebih dulu. Jika melenceng dari rencana nya. Kita akan lari" ucap Du Sam


"Kau berani..." tunjuk Shei Jing ke arah Zhang San. "Jangan berlagak hebat di hadapan ku dan ingin jadi pahlawan, aku adalah jenius terhebat di Sekte Bintang Terang, tidak ada yang bisa melawan ku di tingkatan yang sama. Apa lagi hanya kau yang berada di tingkat kaisar tahap puncak." 


"Buka matamu dan lihat lah...." Shei Jing mengeluarkan tekanan tingkat suci nya. Memang terlihat lebih mendominasi dari tingkatan yang sama.


Tapi untuk berhadapan dengan Zhang San dia harus berada di tingkat dewa. Jika hanya tingkat suci apa lagi baru tahap awal. Hanya seperti semut yang di injak langsung mati.


Semua orang yang mendekat di sana tertekan oleh kekuatan dari Shei Jing. Karna memang seperti yang dia bilang. Di tingkatan yang sama pun akan sulit menghadapi nya.

__ADS_1


Apa lagi orang di sekitar nya masih berada di bawah tingkatan nya. Terkecuali Zhang San yang tidak terpengaruh oleh tekanan kekuatan Shei Jing.


Alis Shei Jing naik sebelah ketika melihat pemuda yang ada di hadapan nya tidak tertekan oleh kekuatan nya. "Rupa nya kau memiliki harta yang bagus, pantas saja kau berani melawan ku" ucap nya


Dia tak mungkin mengira pemuda di hadapan nya itu sudah berada jauh di atas nya. Meski pun patriak nya yang datang tak akan mampu menyelamat kan nya. Itu sebab nya dia mengira Zhang San memakai sesuatu Harta yang dapat menghilangkan tekanan.


Shei Jing bergerak dengan cepat. Dengan tangan terbuka dan membentuk cakar yang di aliri energi. Lalu dia menggunakan teknik nya


"Teknik Tingkat Kedua, Cakar Qilin Api" Tangan nya membesar dan Cakar Api itu juga ikut membesar terasa hawa panas di sekeliling nya yang langsung membuat dedaunan layu.


Tubuh nya melenting di udara setinggi dua meter dengan cakar yang siap membunuh Zhang San dengan satu gerakan.


Pergerakan nya sangat cepat. Dan hampir tak bisa di lihat oleh mata semua orang. Hanya bayangan api yang seperti meteor terlihat menghembus.


Tap tidak bagi mata Zhang San. Dia melihat setiap gerakan yang di lakukan oleh Shei Jing.


Shei Jing keheranan melihat pemuda itu tersenyum dan hanya berdiam tidak bergerak. "Matilah.... jika kau memang ingin" teriak nya.


Boooooom... Suara ledakan terjadi dan tanah rekah karna nya. Terlihat tubuh Shei Jing yang terkapar dan tengkurap dengan darah yang mengalir keluar dari tubuh nya.


Sebelum nya ketika serangan itu hampir mengenai Zhang San. Dia melompat seperti tinggi dengan kecepatan cahaya lalu menginjak tubuh Shei Jing seperti meteor jatuh hingga terjadi ledakan dan hasil nya Shei Jing terkapar di tanah tak bernyawa.


Semua mata terbelalak dan rahang mereka hampir terjatuh jika tidak merekat dengan kepala.


Sungguh mereka tidak mengira. Seseorang yang terlihat mendominasi di kalahkan hanya dengan satu injakan. Ini seperti menginjak semut kecil.


Terlebih tiga puluh orang anak buah Shei Jing. Mereka tidak mempercayai kematian yang begitu mudah namun terlihat menyakitkan di alami oleh Shei Jing. "Apakah ini karma untuk nya yang sering menindas orang lain" Entah yang mana yang berucap. Yang pasti di antara tiga puluh orang itu.


Satu pun dari mereka tak ada yang berani maju untuk mengangkat tubuh Shei Jing kecuali kaki yang berada di atas punggung itu menjauh...

__ADS_1


__ADS_2