ZHANG SAN

ZHANG SAN
Pernikahan


__ADS_3

Berita kemenangan Klan Shi tersebar ke seluruh pelosok kota. Bahkan yg lebih heboh lagi adalah berita pernikahan Shi Meiyin dan Wang Xiaohui.


Di ahiri dengan kemenangan. Dia awali dengan pernikahan...


Bendera- bendera merah di pasang di tiap sudut, Lampu lampion menghiasi jalanan. Sungguh megah menunjukkan kekaya'an..


Datang dengan kuda putih yg gagah, bersama rombongan pengiring nya. Wang Xiaohui menampilkan senyum ramah terbaik nya. Sambil melaimbaikan tangan ke arah penduduk kota.


"Tuan muda yg tidak sombong, dia akan menjadi pilar masa depan kota Sungguh dia sangat cocok bersanding dengan putri Klan Shi"


"Iya mereka berdua bahkan terlihat seperti dewa dan dewi. Satu nya tampan dan satu nya sangat cantik" Pembicara'an dua orang yg melihat dari samping terus berlanjut.


Namun kita tinggalkan piguran yg tidak penting itu..


Setelah memasuki gerbang klan Kang. Rombongan Xiaohui memasuki kediaman yg sudah terurai karpet berwarna merah. Dan setiap hiasan berwarna merah.


Duduk seorang wanita dengan gaun berwarna merah. memakai penutup kepala juga berwarna merah  menghadap ke arah ayah nya.


"Pengantin laki- laki tiba" teriak orang yg berjaga.


"Degh. Oh jantung ku, mengapa aku begitu gugup" batin Shi Meiyin.


Wang Xiaohui mendekat kearah Shi Meiyin. Lalu sebuah suara terdengar kembali.


"Hormat kepada orang tua"


Kemudian pengantin menunjukkan hormat nya.


"Hormat kepada langit dan bumi"


Pengantin pun memberi hormat. Kemudian meletakkan dupa. 


Lalu ucapan selamat saling bergantian dari tamu yg datang, dan hadiah terus menumpuk di meja tamu..


Setelah Zhang san dan Cao Ling An mengucap kan ucapan selamat, mereka lalu keluar...


"Gege, kapan kita juga seperti itu?" Tanya Cao Ling An.


"Kita akan merayakan nya suatu hari nanti, bersabar lah" Ucap nya sambil mengusap ubun kepala Cao Ling An.


Membuat Cao Ling An tersenyum bahagia, lalu memeluk erat tubuh Zhang San..

__ADS_1


"Setelah acara ini kita akan pamit kepada mereka, semoga tidak ada rintangan lagi" ucap nya lagi


"Mau di bawa kemana pun aku akan tetap ikut, " sahut Cao ling an sambil menarik Zhang san ke arah taman.


(Klan Kang ini cukup Luas wilayah nya. Dan kenapa di putuskan acara pernikahan nya di klan Kang. Karna di Klan Shi masih butuh banyak waktu untuk perbaikan)


"Kita kembali kekamar" ucap Cao Ling An setelah puas berjalan di taman dan berbincang


"Baik lah. Aku juga belom memeriksa cincin dimensi milik Kang Ming dan Jun Zeming."


Para tamu undangan terlihat sudah mulai berkurang. Dan waktu menjelang malam, ahir nya para tamu habis. Sa'at nya pengantin begadang, menunaikan hajat yg lama terpendam.


Sudah tak perlu di rincikan lagi. Yg jelas mereka berkuda'an 😁😁


........


Di kamar nya Zhang san memeriksa cincin di mensi yg pertama. Di sana tidak banyak herbal. Yg ada hanya pil pemulih energi tingkat rendah. Pil peningkat kultivasi tingkat menengh. Dan beberapa juta keping emas.


"Semoga disini lebih baik isi nya" gumam nya sambil  mengeluarkan isi cincin dimensi yg kedua.


Woooos. Beberapa herbal langka terpampang nyata. Juta'an emas. Dan tiga senjata tingkat rendah, tujuh senjata tingkat menengah. Ada juga jimat transmisi suara sekali pakai dan sebuah batu berwana putih, entah batu apa itu. Zhang San tak memikirkan nya. Namun dia tetap menyimpan nya.


(Cincin di mensi hanya bisa di gunakan ketika memiliki energi Qi yg cukup. Jadi tidak bisa di pakai kalau sudah kehabisan energi Qi. Dan cincin dimensi Zhang san. Ada lah Cincin langka yg di berikan sosok guru yg dia temui dalam goa, jadi bisa menampung banyak harta benda)


"Mungkin aku harus mencari guru seorang alkemis. Agar ku bisa menggunakan herbal ini. Semoga saja aku lekas menemukan nya..


Pagi pun menyapa kediaman klan Kang yg kini berganti nama menjadi Klan Shi.


"Tuan muda" panggil pelayan di depan kamar Zhang San.


Pintu kamar dengan cepat terbuka.


Pelayan langsung berkata "Patriak meminta saya untuk membawa kalian ke perjamuan makan"


"Baik lah. Tunggu sebentar" ucap Cao Ling An, lalu meninggalkan pelayan yg berdiri di depan pintu.


Setelah itu Zhang san bersama Cao Ling An keluar dan mengikuti pelayan tersebut.


Sesampai nya di ruang perjamuan mereka sudah melihat banyak orang yg hadir.


Lalu Zhang San berkata. "Ma'af membuat kalian menunggu"

__ADS_1


"Ah, sudah lah. Kami juga masih menunggu yg lain, silah kan duduk dulu dan nikmati makanan yg tersedia" sahut patriak tersenyum gembira.


Setelah perbincangan santai. Zhang San pun mengutarakan keinginan nya.


"Begitu lah patriak, jadi aku tak ingin menunda lagi" ucap Zhang San yg sudah menceritakan detail perjalanan nya.


"Kalau begitu. Kami tak bisa menahan mu, ambil lah cincin ini. Aku sudah mengumpulkan banyak herbal sumberdaya untuk mu" ucap Patriak Shi Ju-long.


"Saudari ku. Jika kau berada dalam masalah. Hubungi kami secepat nya. Kami pasti akan membantu sekuat tenaga kami" Ucap Shi meiyin sambil memegang tangan Cao Ling An. Mereka kemudian berpelukan..


"Aku juga sangat berterima kasih. Karna waktu itu kau menyelamatkan ayah ku, hampir saja aku kehilangan nya, jika kau tak datang tepat waktu" Ucap Wang Xiaohui. Menjabat tangan Zhang San.


"Ingat lah, kami berhutang nyawa kepada mu. Jadi jangan sungkan meminta apa yg kau perlukan" Xiaohui menambah kan.


Lalu mereka mengantarkan Zhang San Beserta istri nya hingga pintu gerbang klan.


"Terima kasih, kalian sudah ku anggap keluarga. Suatu hari aku akan singgah kembali," ucap zhang san sambil tersenyum.


Selamat tinggal" ucap Zhang San dan Cao Ling An bersama'an dan melambaikan tangan nya hingga menghilang di dari pandangan.


"Sungguh anak muda yg baik. Dia mempunyai modal untuk sombong. Tapi dia bahkan tak sombong dengan kekuatan nya. Aku yakin suatu sa'at nama nya akan bersinar di benua ini" ucap patriak sambil melangkah masuk 


Tinggal Shi Meiyin bersama suami nya. "Apakah kau juga ingin berpetualang suami ku?"


"Ya...! aku ingin berpetualang di tubuh mu" ucap nya yg membuat merah pipi Shi Meiyin.


..........


Setelah melihat ujung perbatasan kota. Zhang san bersama Cao Ling An melajukan kuda nya.


"Berhenti.....! Ada keperluan apa kalian ke kota ini?" Tanya penjaga gerbang kota.


"Kami ingin mengunjungi sanak saudara"


"Biaya masuk satu keping emas" ucap nya tegas


Zhang san menggeleng lalu menghela nafas kemudian dia mengeluarkan satu keping emas.


"Jangan membuat onar di kota ini" ucap nya lagi lalu membuka gerbang kota...


Note: Memang sangat sulit untuk bersabar, Tapi menyiakan pahala dari kesabaran itulah yg lebih buruk

__ADS_1


__ADS_2