ZHANG SAN

ZHANG SAN
Kalajengking Merah 3


__ADS_3

"Adik... kau jangan mati!" Teriak nya sambil mengeluarkan energi untuk menyembuhkan Shou Qisi. Namun Shou Qisi memang sudah tidak bisa lagi di selamat kan. Dengan tubuh yang sudah hancur setengah. Meskipun dapat hidup dengan keajaiban. Tapi tak mungkin akan kembali seperti sedia kala.


Dan dia pun menghembuskan nafas terakhir nya tanpa dapat lagi berkata.


Shou Budi berpaling dan kemudian berdiri. Dia melayang kan pandangan nya yang tajam kearah Zhang San lagi dan lagi.


"Tak usah menatap ku dengan tatapan seperti itu. Tatapan itu tak mungkin membunuh ku" ucap Zhang San dari kejauhan.


Namun itu jelas terdengar di telinga Shou Budi. Membuat wajah nya semakin merah karna amarah.


Shuo Budi mengalirkan banyak energi di pedang yang sudah berada di genggaman nya. Angin berhembus sangat kencang membuat rambut putih itu melayang dan malambai diudara. Tekanan kekuatan yang dashyat menggetarkan tanah dan meretak kan nya bagai sarang laba laba..


Shou Budi langsung bergerak dengan cepat dengan senjata di tangan nya menerjang dengan kekuatan penuh nya. Dia tak lagi menahan kekuatan yang telah lama dia sembunyikan.


Ternyata dia sudah berada di tingkat setengah Dewa. 


Dentang... Dentang... Dentang...


Tiga serangan pedang beruntun di sambut oleh Zhang San dengan pedang yang entah kapan muncul di tangan nya.


Zhang San juga mengeluarkan potensi nya. Di bawah pengaturan energi yang pas dia dengan mudah menghadapi serangan musuh yang terlihat kejam tanpa pengampunan.


Pedang Bintang terus berpijar layak nya bintang yang bersinar. Dengan ditambah nya aliran energi jiwa menambah kuat daya hancur nya..


Shuo Budi mundur beberapa langkah kemudian melesat lagi dengan pedang bergerigi nya berada di belakang lalu mengayun kan keatas melepas energi berbentuk bulan sabit yang melengkung.


Di jarak yang berdekatan. Serangan penghancur yang ingin menghancurkan itu masih dapat di halau oleh Zhang San dengan dia menebaskan juga pedang nya melawan arah serangan sabit. Terdengar kembali ledakan dahysat yang menggema di lembah itu.

__ADS_1


Booom...! Debu semakin tinggi berterbangan dan pertarungan semakin intens saja. Semua menjadi tanah lapang yang tandus.


Kini Zhang San terlihat lebih serius. Dia menggunakan kembali teknik nya "teknik Pedang tanpa wujud. Seribu pedang"


Terlihat oleh mata Zhang San seribu pedang reflika yang di bentuk sesuai dengan pedang bintang menari mengikuti arah jari nya. "Menarilah...!" Teriak nya


Shuo Budi memperhatikan gerakan itu lalu dia ingat akan teknik yang pernah mengalahkan nya. "Apa kau dari Klan Tian?" Tanya nya sambil mengeluarkan jimat tempurung kura- kura untuk pertahanan mutlak. Lalu mengaktifkan nya.


Zhang San menahan teknik nya lalu bertanya "Ada apa memang nya?"


"Aku hanya tidak ingin berurusan dengan Klan Tian, karna aku pernah di kalahkan oleh Panatua agung Tian Zhu yang juga menggunakan teknik itu. Seperti nya kau dekat dengan nya dan Aku sudah berjanji padanya. Tidak akan menumpahkan darah anggota Klan nya jika bertemu, jika aku di biarkan hidup, dan memberikan aku kesempatan tapi dengan syarat sumpah kematian."


Zhang San langsung menghilangkan teknik nya, mudah saja bagi nya membunuh tingkat setengah dewa ini. Sebelum nya dia hanya ingin berlatih dan mempertajam serangan pedang nya.


"Emmm baik lah, tapi aku bukan anggota Klan Tian, hanya saja aku bisa di anggap sebagai murid dari panatua agung Tian Zhu" sahut Zhang San dan menurun kan kewaspadaan nya.


Aku mengetahui informasi ini dari anggota ku yang berada di kota Tian,


Patriak Klan Tian yang sekarang adalah patriak muda yang mewarisi sementara jabatan ayah nya yang sedang mengalami mati suri kata nya akibat menerobos tingkatan secara Paksa.


Tetua pertama sebagai adik nya dari patriak Tian Shang tidak terima bahwa yang menjabat sebagai patriak sementara adalah Tian Wujie.


Lalu dia mengumpulkan tetua- tetua dan sebagian dari anggota Klan untuk mendukung nya menurunkan Tiang Wujie dari Kursi pemimpin, hanya itu yang ku tau"


Setelah selesai menyampaikan informasi nya. Dia mendekat kearah jasad Adik Nya lalu membawa nya terbang entah kemana yang pasti Zhang San tidak akan memikirkan nya.


Zhang San mengabari Lang Ming bahwa tempat itu sudah aman. Lalu mereka berkumpul kembali.

__ADS_1


Wushh.. dua orang keluar dari kehampaan.


"Ayah, ibu...!"


Duo kakak beradik itu langsung memeluk orang tua nya. Orang tua nya yang paling disayang yang rela berkorban untuk mereka. Dan mereka pun rela berkorban untuk orang tua nya. Tapi duo wanita itu tak mungkin menceritakan pengorbanan mereka. Jika sampai menceritakan maka pidato panjang akan memanaskan telinga..


"Terima kasih Tuan Muda" ucap Feng Xiao saar melihat pemuda tampan itu. Dia tak mengira akan diselamatkan dan dipertemukan kembali dengan anak mereka.


Klan Feng hanya klan kecil di pinggiran Kota BingRu. Namun kini Klan itu telah hancur. Hanya tersisa mereka berempat saja.


"Terima kasih Tuan Muda" ucap Feng Yingyu dan Feng Yaya.


Zhang San mengangguk dan membiarkan mereka melepaskan rasa. lalu Zhang San mengalihkan pandangannya dia memperhatikan wajah sedih Wei Lang lalu dia mendekat dan duduk di samping Wei Lang kemudian bertanya. "Bagaimana keadaan mu saudara Lang?"


"Aku sudah baikan. Hanya saja ayah tak bisa di selamatkan" ucap nya sedih sambil menyeka air yang berada di ujung mata nya.


Zhang San langsung menepuk Bahu Wei Lang lalu berkata "Aku juga pernah merasakan kehilangan orang tua. Jadi aku tau bagaimana rasa nya. Semangat lah dan bangkit lah. Orang tua di surga sana tak ingin melihat anak nya larut dalam duka."


"Terima kasih saudara Zhang" sahut Wei Lang mulai cerah wajah nya. "Aku akan kembali ke Sekte, Jika kau ke kota TianLu cari lah aku di Sekte Tombak Nirwana" lalu dia menangkupkan tinju nya kepada Zhang San kemudian dia berpaling kearah Lang Ming yang duduk bersandar.


Dia mendekat sekedar berpamitan dan berkata "Saudara Ming, aku akan kembali ke Sekte. Semoga di masa depan kita akan bertemu kembali" ucap nya lalu melesat terbang ke arah Klan nya lebih dulu untuk memberitahu kematian ayah nya..


Setelah itu entah kapan dia baru kembali Ke sekte Tombak Nirwana kita tak perlu memikirkan nya.


Kita lanjut ke posisi Mc...


"Setelah ini Kalian semua akan kemana?" Tanya Zhang San kepada keluarga Feng.

__ADS_1


"Kami tidak tau kemana kembali. Rumah serta harta telah habis. Tidak ada tempat untuk kembali" ucap nya menunduk sedih....


__ADS_2