ZHANG SAN

ZHANG SAN
Extra Kakek Misterius 2


__ADS_3


Sebuah sosok dengan sisik yang besarnya seperti kepala persatu sisiknya dan keras seperti baja terpejam matanya dengan tenang dia menyerap energi yang ada di Dunia Jiwa dengan sangat Ekstrim. Kecepatan penyerapannya sama dengan Zhang San yang sekarang. Jika ditambahkan waktu yang cukup mungkin satu tahun lagi kekuatan Naga itu akan kembali ke Puncaknya.


Perlahan dia membuka mata dengan pupil mata besar dan dia perlahan melayang.



Dia dapat merasakan aura yang familiar. mengarah ke arahnya.


Swosh!!


Zhang San muncul dihadapannya dengan sebuah senyuman. lalu dia berkata "Kekuatanmu sepertinya sudah meningkat jauh dari awal pertemuan kita." Ucapnya dan menyentuh kepala Long Sheng dia menyuntikan tanda jiwa kepada Long Sheng tanpa sepengetahuan Long Sheng sendiri. "Aku senang melihatmu seperti ini" Ucapnya lagi sambil tersenyum.


Long Sheng yang tak menyadari apa yang dilakukan oleh Zhang San membiarkan saja kepalanya dielus. Meski ada sedikit tidak nyaman karna memang sifat Naga terkenal dengan kesombongan dan keangkuhannya. Tapi dia merelakan Untuk menutupi rencananya agar tidak terbongkar dengan cepat.


Apalagi jika dia harus bertikai dengan Zhang San sekarang dan harus keluar dari dunia jiwa dan berpindah ke dunia nyata. dengan kekuatanya yang sekarang mungkin dia hanya akan menjadi buruan oleh Para penguasa Alam yang pasti akan rela menembus alam Dewa demi mendapat tunggangan seperti dirinya. 'Aku harus bersabar' Batinnya.


"Berkat Energi tak terbatas didunia ini aku bisa memulihkan energiku setengahnya. Dan sekarang aku bisa membantumu dalam bertarung meski tak bisa lama" Ucapnya yang entah tersenyum atau mengejek. Tidak ada bedanya.


"Syukurlah. Aku ada urusan lagi didunia luar. aku akan pergi lagi" Ucap Zhang San lalu menghilang


'Tunggu sebentar lagi. Tubuhmu akan ku rebut dan juga aku akan menguasai seluruh alam. Hahahah' dia tertawa lepas dalam hati. 'Tunggu saja kalian yang telah menghancurkan bangsaku!! aku akan membalas sakit hati ini yang sudah jutaan tahun terpendam'


Kembali dia memejamkan matanya...


.............

__ADS_1


Zhang San keluar dari penginapan dan menunggu seseorang yang katanya akan datang menemuinya.


Zhang San memesan makanan yang cukup banyak. Meskipun dia tidak lapar tapi itu untuk menjamu Kakek misterius itu.


Tidak berapa lama Kakek itu berjalan masuk ke Resto. Zhang San dapat merasakan Aura keberadaannya. Karna dia sempat menyisipkan tanda di tubuh Kakek itu.


"Apa kah sudah lama kau menunggu?" tanya Kakek Tua itu.


"Tidak juga! Baru saja" Sahutnya singkat.


Kakek itu tersenyum lalu duduk dengan santai dan berkata lagi. "Apa kau sudah siap untukku Bimbing?" Tanyanya.


"Hemm" Zhang San menggeleng. lalu menyambung "Siapa Kakek sebenarnya?"


"Sebut saja aku Ma Chen" sahutnya sambil tangannya mengambil segelas arak yang sudah dituangkan oleh Zhang San.


"Aku berasal dari tempat yang jauh yang mungkin tidak bisa kau gapai sekarang" Sahutnya dengan kesal karna banyak ditanya.


"Oke.... Maaf Kakek Ma Chen, Sepertinya aku tidak akan menunjukan Naga itu." ucapnya langsung berdiri pelan. "Semua sudah dibayar. Nikmatilah makanannya. Aku masih ada urusan yang harus aku kerjakan. Dan tidak ada waktu untuk membicarakan hal yang ingin kau ungkapkan" Tambahnya lagi.


Namun ketika dia hendak pergi. Tangannya ditahan oleh Kakek tua itu. "Anak muda. Apakah kau tidak ingin mengendalikannya? aku tidak memungut biaya apapun loh" Kata Ma Chen dengan tersenyum.


"Aku bisa sendiri Kakek!" Sahut Zhang San dengan lembut tapi ada Nada yang sedikit ditekan. lalu melepaskan pegangan tangan Ma Chen dari tangannya.


"Hahaha." tawa lepas keluar dari mulut Ma Chen. dia tertawa sembari menatap Zhang San dan berkata "Kau memang pemuda yang luar biasa. Aku akan senang bisa bertukar beberapa pukulan denganmu" ucap Ma Chen yang langsung menyerang Zhang San dengan kaki kanannya yang menendang.


Zhang San mengangkat kursi yang ada didekatnya lalu memukulkan ke arah Kaki itu. Bukan kaki yang hancur. Melainkan kursi itu sendiri.

__ADS_1


Semua pengunjung perlahan mundur melihar pertarungan yang mulai melebar. Namun tidak ada energi yang dilepaskan dari setiap pukulan mereka yang beradu. Akan tetapi, Hal itu tetap tidak mengurangi kerusakan pada furniture Resto.


Semua kursi dan meja yang berada didekat mereka hancur. Bahkan tiang penyangga sudah patah dan bangunan itu mulai bergetar. Mungkin sebentar lagi akan rubuh.


Sedang mereka tidak berhenti memberi serangan. dengan tendangan, Dengan pukulan bahkan dengan sikutan.


"Kau memang cukup terlatih anak muda" Ucap Ma Chen Lagi disela pertarungan mereka.


Zhang San tidak menghiraukannya dan dia langsung mengumpulkan sebuah energi yang berputar ditangannya lalu menghempaskan ke arah Ma Chen. Serangan itu menganai Ma Chen. membuat tubuh Ma Chen terlempar ke tiang penyangga dan langsung merubuhkan bangunan itu.


Zhang San melompat mundur dan menatap ke arah bangunan. Terlihat satu sosok menembus debu yang mengepul dan melayang. Tampilannya tidak tua. melainkan sangat muda sekali tapi dalam bentuk jiwa. Dia menatap Zhang San dengan tatapan yang ingin membunuh. "Aku salut denganmu karna dapat memukulku, Kita akan bertemu lagi di kota kekaisaran. aku harap saat itu kau siap dengan pertarungan Hidup dan Mati" Ucapnya lalu menghilang.


"Siapa sebenarnya orang ini, Mengapa mengincarku. dan darimana dia tau aku akan ke Kota Kekaisaran?" Gumamnya bingung.


"Atau apakah Tetua Zhang Yimin tertangkap? Tapi meskipun ditangkap Klan Zhang tak mungkin mengenali siapa aku. Hemmm Ataukah dia adalah salah satu pengikut Dewa Penguasa Alam yang pernah aku rasakan turun ke Alam ini, jika itu benar. Pasti dia memiliki semacam artefak ditangannya agar bisa mengenali jiwa Milikku. Ini akan cukup sulit" gumamnya


Zhang San lalu melihat kedepan dan menemukan seseorang yang menangis dihadapan bangunan runtuh itu lalu dia memberikan sebuah Cincin dimensi lalu menghilang.


"Aku tak bisa berterima kasih kepadamu, Karna memang kau yang menghancurkan usahaku. Tapi yaa sudahlah. Mungkin saatnya aku membangun yang lebih baik lagi" Gumamnya.


Para penjaga kota pun datang dengan beberapa orang dalam satu kelompok yang sama. Salah satu maju kepada orang yang masih berlutut. "Siapa yang membuat onar di resto mu ini." Tanya Penjaga kota itu.


"Tidak tau Juga tuan. Mereka tiba-tiba saja bertarung diresto dan menghancurkannya" Sahut pemilik Resto itu dengan lemas.


Sedang Zhang San langsung pergi dengan cepat mencari letak Portal teleportasi yang menghubungkan ke Ibu Kota Kekaisaran. Setelah berjalan cukup jauh. Tapi tidak menemukannya. Zhang San akhirnya bertanya kepada seseorang yang lewat. "Tuan, Dimanakan letak Portal Telportasi?" Tanya Zhang San.


Orang itu tanpa banyak bicara langsung menunjukan arahnya. "Terima kasih Tuan" Ucap Zhang San. Lalu dia pergi sesuai dengan arah yang ditunjukan.

__ADS_1


__ADS_2