ZHANG SAN

ZHANG SAN
Menuju Gunung Kayangan 2


__ADS_3

Zhang San tidak menoleh atau pun menengok ke arah lain, Dia hanya terus melesat kedepan hingga seharian dia terbang, Barulah dia melihat sebuah gunung yang benar benar tertutupi awan di puncak nya.


"Masih berapa hari lagi untuk sampai kesana" Batin nya, Zhang San turun dan mendarat di tanah lapang lalu dia mengedarkan persepsi nya untuk mendeteksi apakah ada bahaya yang mengancam ketenangan nya.


Setelah tidak menemukan binatang buas yang kuat, hanya ada beberapa binatang buas di bawah tingkat raja,


Zhang San pun membakar kayu untuk memanggang daging beruang yang tersisa. Beberapa binatang buas datang menganggu nya namun itu dapat dengan mudah di atasi nya, Hanya dengan pukulan sederhana mereka dikirim menemui dewa Neraka.


Zhang San pun beristirahat dengan meditasi di atas batu, Selang beberapa waktu berlalu dia merasakan ada sesuatu yang bergerak ke arah nya.


Bam..!


Sebuah kepalan tangan menghantam batu yang di duduki nya hingga hancur lebur, Debu terangkat, Sosok itu melesat ke arah pohon karna merasakan target nya berada di sana.


Beng.! Kepalan tangan nya menghatam dahan pohon lagi, Zhang San melompat turun dan menatap tajam sosok itu.


"Kenapa paman menyerang ku?"


Orang itu tak bersuara kemudian terlihat di tangan nya. Sebuah energi yang siap di lepas kan.


Wuuush... Dia melemparkan energi di tangan nya itu,


Energi yang kuat berwarna jingga itu melesat dengan kecepatan cahaya, Zhang San merasakan bahwa kekuatan itu bisa menghancurkan segala nya, Tapi itu jika melawan yang di tingkatan yang sama dengan nya.


Zhang San tersenyum lalu dia bergerak cepat dengan Langkah bayangan...


"Teknik pedang petir, Amarah dewa" Gumam nya dengan suara rendah, Dan dia langsung mengarahkan nya ke sosok

__ADS_1


Baam.! Tanah bergetar, Namun sosok itu juga tidak ada lagi disana.


"Cukup anak muda!" Ucap Sosok itu menghentikan Zhang San yang sudah siap dengan teknik selanjut nya. "Bisa kah aku minta tolong kepada mu?" Kata nya lagi.


Alis Zhang San terangkat "Jika ingin minta tolong kenapa harus begini cara nya!" Ucap nya sembari menghilangkan pedang di tangan nya. Lalu mencari tempat untuk duduk. Setelah menemukan batu besar dia mengibas kan tangan nya mengeluarkan tekanan angin rendah untuk mengusir debu.


Sosok itu tersenyum, Dia adalah orang yang menunjuk kan jalan menuju gunung kayangan kepada Zhang San waktu itu,


Orang itu pun duduk di seberang Zhang San lalu berkata, "Maafkan aku anak muda, Kenal kan nama ku Fu Zingmin" Ucap nya sambil menangkup kan tangan nya.


Zhang San mengangguk lalu menangkupkan juga kedua tangan nya, "Panggil aku Zhang San Paman, Paman mau minta tolong apa, Jika searah dengan tujuan ku, Aku akan membantu, Jika tidak, Cari yang lain saja" Ucap Zhang San yang tak ingin melenceng dari perjalanan nya.


"Tentu searah, Aku hanya ingin ikut dengan mu ke Alam Dewa" Sahut nya.


Zhang San menelisik kultivasi orang itu, 'Hemmm, ternyata dia juga berada di tingkat dewa, Tapi hanya dewa bumi tahap awal' Pikir nya


"Maaf tetua, aku tidak mengangka masih ada orang yang berada di tingkat dewa tapi masih berada di alam ini, Kenapa paman tidak naik ke alam dewa sendiri?" Dia sambil bertanya mengeluarkan lagi daging mentah dan menyalakan api di kayu yang ada di dekat nya. Buzzz Api menyala di kayu besar dengan cepat setelah beberapa menit, Bara nya pun jadi.


Zhang San langsung melempar dua daging dengan potongan cukup besar.


Fu Zingmin melihat itu mata nya berbinar, "Sudah lama tidak makan daging binatang buas! Sebenar nya beberapa teman ku dan satu saudaraku dulu sudah naik ke alam dewa,


Namun ketika mereka sampai di sana mereka langsung di tangkap oleh pasukan kerajaan langit. Entah mengapa aku belum tau detail nya.


Yang pasti, Salah satu teman ku melarikan diri dan kembali lagi ke alam ini, Namun tubuh nya tidak sanggup menahan angin kekacauan yang menyerang nya ketika kembali ke alam ini, Setelah sampai di kaki gunung kayangan itu, dia meninggal, tapi sebulum dia meninggal, dia sempat memberitahu ku melalui telepati"


Zhang San terlihat memberi bumbu pada daging lalu membalik nya. Untung mematang kan sisi satu nya sambil mendengar kan cerita Fu Zingmin.

__ADS_1


"Jadi jika kita naik ke alam dewa maka kita akan tertangkap oleh pihak kerajaan langit, Hemm. Jadi bagaimana menurut paman, kenapa paman masih berniat untuk ikut pergi dengan ku?"


"Aku ingin melihat bagaimana sekarang keadaan saudara ku, jika memang di tangkap. Kita pasti akan bertemu di penjara, terkecuali mereka sudah di bebaskan" Sahut nya


"Paman rela di tangkap hanya untuk bertemu saudara, bukan kah itu tindakan bodoh paman?"


"Memang benar itu tindakan bodoh, Tapi dengan itu juga, Aku berniat ingin menyelamat kan nya" terlihat semangat yang membara di mata nya ketika Fu Zingmin menjawab.


Zhang San memberikan Daging yang sudah matang itu dengan tangan kanan nya.


"Silahkan di nikmati" Ucap nya lalu mengambil potongan daging untuk nya.


Fu Zingmin menggigit daging itu, Setelah satu gigitan dia pun menambah gigitan yang lain nya. "Kau berbakat memasak anak muda, Ini seperti masakan para ahli masak" ucap nya sambil mengunyah daging di mulut nya.


Zhang San hanya tersenyum mendapat pujian. "Seberapa jauh lagi menuju puncak itu paman?"


"Untuk menuju gunung itu kita hanya perlu dua hari dengan terbang, Untuk menuju puncak nya mungkin perlu berbulan bulan, Entah lah, kita akan tau jika sudah berada disana" sahut nya sambil mengeluarkan dua teko arak dari cincin dimensi nya dan memberikan satu teko kepada Zhang San.


"Terima kasih" ucap Zhang San, Dia menyambut arak itu dan langsung menegak nya dari teko. "Aaahhhh, Arak yang nikmat" kata nya lagi.


"Aku penasaran dengan mu anak muda, Aku tidak pernah menemukan seorang pemuda yang bisa berada di tingkat tertinggi di alam ini, Bahkan seperti nya, Kau sudah berada di tingkatan yang lebih tinggi dari aku.


Selama ini aku hanya bertemu beberapa pertapa yang sepuh yang berada di tingkat dewa, itu pun mereka sudah tidak bersemangat lagi mengejar kekuatan, Karna sudah merasa terlalu tua"


"Aku hanya mendapat berkah dari surga saja, Hingga bisa berkultivasi sampai tingkatan ini, aku juga tidak pernah menyangka paman" tidak ada kesombongan dalam kata kata nya


"Aku suka dengan mu, Suka dalam artian orang yang punya kekuatan untuk meruntuhkan gunung, Tapi tidak sombong, Kebanyakan manusia sudah lupa akan hal itu, Mereka melupakan ketika mereka belum di sebut jenius" Ucap Fu Zingmin. Dan mereka melanjutkan perbincangan hingga larut malam.

__ADS_1


🙏🙏🙏 Maaf dua hari tidak Up. karna masih pusing kepala.


__ADS_2