
Klan yang terbagi menjadi dua kubu semakin memanas, Tapi tidak ada dari salah satu kubu menyatakan perang terbuka. Mereka masih sama sama mengumpulkan dukungan.
Tian Zhu menyuruh seseorang untuk menyampaikan sebuah pesan kepada matriak Sekte Bulan Sabit.
Selama di dalam dunia jiwa, Zhang San melatih tiga orang murid berbakat, Sebagai murid pribadi nya.
Salah satu nya ada lah Feng Yaya adik ipar dari Lang Ming yang mempunyai kecantikan alami, Dua lain nya adalah laki laki dari murid sekte Pedang kebajikan sendiri yang juga memiliki pesona nya masing masing.
"Kalian bertiga, Kemarilah!" Panggil Zhang San, Setelah melihat mereka bertiga berlatih bersama.
Tiga orang itu menghentikan latihan mereka dan mendekat kepada Zhang San "Salam hormat guru!" Ucap mereka serempak tak lupa menangkup kan tangan dan membungkuk sedikit
Zhang San tersenyum melihat kepatuhan mereka.
"Bagaimana dengan latihan kalian, Apakah kalian merasa ada peningkatan?"
Dua orang laki laki itu mengangguk saja
Feng Yaya maju satu langkah, "aku menemukan kebuntuan dari teknik ke empat yang di ajarkan Guru, Bisa kah guru mempraktek kan nya lagi" Ucap nya tersenyum manis sambil memiringkan kepala sedikit.
"Baik lah, Tolong perhatikan" Ucap Zhang San melompat dan menarik sebuah ranting kayu dan mengaliri nya dengan energi bintang.
Zhang San menusuk kan ranting itu ke arah boneka kayu, Kemudian menarik setengah ranting lalu melompat ke kanan dengan posisi ujung ranting ke tanah dan menebas kan secara horizontal
Blaaar..! Boneka kayu hancur,
Zhang San memperagakan beberapa gerakan yang tersisa, Dari Teknik Membelah Bulan.
"Apa sekarang sudah mengerti? Sebagai wanita kau harus mendalami teknik ini dengan baik, Dan ingat lah senjata hanyalah sebuah alat bantu untuk memperpanjang jarak serangan" Ucap nya kepada Feng Yaya.
"Baik guru!" Sahut nya, Meski sempat tumbuh rasa saat itu dengan Zhang San tapi kini Feng Yaya ingin menghilangkan rasa itu dengan menjadi murid pribadi nya. Yang bisa menjadi tameng nya, dan melayani keperluan guru nya.
Zhang San mengalihkan pandangan nya Kepada Guan Zhong dan Hao Wen, "Apakah ada pertanya an lagi dari kalian berdua?"
"Tidak ada Guru"
"Tidak ada"
__ADS_1
"Latih tanding lah kalian berdua, Aku ingin melihat sejauh mana kalian sudah menguasai teknik yang ku berikan"
Merega berdua mengangguk dan menjauh sedikit.
"Jangan sungkan Adik Wen" Ucap Guan Zhong
Di sana Guan Zhong memulai teknik nya lebih dulu. Dia mengeluarkan pedang dari cincin dimensi nya, Sebilah pedang dengan corak naga menghiasi gagang nya, dan bilah yang panjang sedikit melengkung pada ujung nya.
"Teknik tingkat pertama, Pembelah Awan" Gumam nya dengan nada rendah tapi energi yang terpancar keluar terlihat mendominasi
Hao Wen tidak berdiam diri melihat Guan Zhong memulai teknik nya. Dia juga mengeluarkan pedang tipis yang di miliki nya. Dengan bilah panjang berwarna putih mengkilap, Dia menggumam kan teknik nya
"Teknik Tingkat Pertama, Pembunuh iblis" Terlihat kini dari bilah pedang nya yang putih mengkilap sedikit muncul Aura kental berwarna kebiruan. Entah aura apa itu, tapi terlihat juga begitu mendominasi.
Hiyaaaaat....
Mereka berdua melompat saling mendekat, Karna ingin menggunakan teknik nya pada serangan jarak dekat.
Dentang.. dentang.. dentang...
Bugh... Hao Wen terpental ke belakang terkena tendangan di perut nya tapi tidak membuat nya jatuh. Dari jarak dua meter itu dia melepaskan serangan nya jarak jauh nya
Siuuuuuuut....! Blaaaar...! Guan Zhong menahan nya. Tapi dia harus termundur beberapa langkah..
Kaki Mereka menginjak tanah dengan sempurna lalu mengambil gerakan gaya kedua.
"Cukup...!" Teriak Zhang San.
Mereka pun menghentikan nya. Lalu saling membungkuk sebagai sesama seperguruan.
"Kekuatan mu semakin meningkat kakak Zhong, Akan semakin sulit melawan mu" Ucap Hao Wen
Guan Zhong tersenyum dan menepuk bahu Hao Wen dengan kasih sayang seperti seorang adik. "Kau juga semakin meningkat adik Wen, Aku hampir saja kalah tadi!"
"Kalian bertiga duduk lah disini!" Pinta Zhang San yang lebih dulu duduk tanpa alas di tanah.
Tiga orang murid itu menurut saja. Karna Zhang San bukan hanya guru, Tapi juga Patriak sekte yang kekuatan nya sudah mencapai alam dewa. Sesuatu yang hanya bisa mereka bayangkan saat ini. Tapi itu juga membuat sebuah motivasi bagi mereka bertiga. Bahkan bagi murid sekte yang lain nya.
__ADS_1
Keberadaan yang sebelum nya hanya menjadi legenda, tapi itu tidak lagi jadi legenda setelah melihat patriak mereka yang ada di tingkatan dewa.
Zhang San mengeluarkan 6 botol pil yang berisikin Pil penyembuhan tingkat tinggi dan Pil penerobos Alam..
"Ambil lah, Satu orang dua botol" Ucap Zhang San dan mereka pun tidak lagi sungkan untuk kemajuan jalur kultivasi mereka.
Lalu Zhang San mengeluarkan tiga butir pil berwarna merah hati, "Ini adalah pil embun hati untuk menerobos ketingkat suci" Tiga butir pil itu melayang di udara. Tiga orang itu sangat bersemangat karna akan mencapai tingkat suci,
Tidak pernah mereka mengira, Diumur yang sangat muda akan mencapai tingkat Suci meski pun itu tahap awal. Tapi itu adalah jalan pembuka untuk mencapai tingkat dewa.
Sekarang umur Guan Zhong baru mencapai 15 tahun, Sedangkan Hao Wen baru menjajaki umur 14 tahun. Hanya Feng Yaya saja yang lebih tua dari mereka berdua. Yaitu berumur hampir 18tahun.
Tapi Feng Yaya tetap senang, Tidak ada menurut nya orang yang berada di tingkat suci di bawah umur 20 tahun. Pengecualian guru di depan nya itu, Jadi jika dapat mencapai tingkat suci akan sangat membanggakan bagi keluarga dan juga sekte.
"Sekarang menerobos lah, Tapi ingat jangan di paksakan, Aku akan pergi lebih dulu" Selesai berucap Zhang San menghilang dari hadapan mereka bertiga.
"Aku akan ke menara kultivasi, Apa kalian mau ikut junior?" Tanya Feng Yaya.
"Berangkat senior" Sahut Guan Zhong.
Hao Wen hanya mengangguk.
Sebagai yang tertua di antara murid Zhang San dan sebagai ipar dari saudara nya Guru, Feng Yaya punya kedudukan lebih tinggi di mata dua orang itu. Cocok di jadikan pemimpin meski seorang wanita. Dan juga Feng Yaya pada dasar nya orang nya lembut jadi mereka berdua tidak mempermasalahkan nya.
Swoosh..! Swooosh..! Swoooosh..! Mereka bertiga sampai dengan cepat didepan menara kultivasi yang berada di tengah antara bangunan sekte. Setelah mendaftar kan diri kepada penjaga menara, Mereka bertiga di persilahkan masuk
"Ayo, Jangan tunda lagi" Ucap Feng Yaya yang sudah tidak sabar ingin naik tingkat ke tahap menengah tingkatan kaisar.
Begitu pula Guan Zhong Dan Hao Wen yang ingin bisa terbang. Karna saat ini mereka masih berada di tingkat raja tahap puncak dan menengah.
Guan Zhong dan Hao Wen melangkah di belakang Feng Yaya dan mereka mencari sudut tempat yang kosong agar tidak terganggu oleh murid yang lain yang berlalu lalangan.
Setelah mendapatkan tempat yang di anggap cocok, Mereka duduk bersila lalu mengeluarkan satu pil penerobos alam dan mengayun kan tangan ke mulut masing masing..
Sedang kan Zhang San kini duduk di antara puluhan tetua yang ada di klan Tian.
Dia di Ajak oleh Tian Zhu untuk ikut menghadiri rapat klan. Meski pun sudah menolak karna akan sulit orang lain menerima orang luar seperti dirinya. Tapi Tian Zhu tetap memaksa, apalah daya..
__ADS_1