ZHANG SAN

ZHANG SAN
Orang yang mengantar kematian


__ADS_3

"Majulah!" Ucap Zhang San dengan melambaikan tangan.


"Kalian berlima maju! Dia hanya berada ditahap menengah, Sedang kalian dipuncak. Tak mungkin kan kalian kalah?"


"Baik Tuan Muda Wang!" sahut lima orang yang langsung bergerak.


Swush!!


Mereka berlima muncul dihadapan Zhang San berada, di satu meter langkah kakinya. mengayunkan lima pukulan secara bersamaan dengan kekuatan penuh yang mereka miliki "Terima kematianmu!" Ucap salah satu dari lima orang yang menyerang itu.


Zhang San tersenyum, lalu dia berkata. "Katakanlah itu untuk diri kalian sendiri" Selesai berkata dia melambaikan tangannya dan ratusan pedang Qi langsung menghujam ketubuh mereka.


Akh. Lima orang itu tidak sempat menghindar, Karna memang pada dasarnya Pedang Qi itu sudah menjuntai dan dilangit dan hanya tinggal menunggu perintah.


Enam orang yang tersisa terkejut, salah satu berseru "Pasti ada orang hebat yang melindunginya!"


"Kau benar, Pasti tetua itu ada disekitar sini. Lebih baik kita kabur secepatnya!" Ucap Wang Lu. Meskipun dia sudah berada ditingkat Dewa Merah, Tapi itu hanya tahap awal. Sedangkan, Tetua itu berada pada puncak. sangat jauh berpedaannya.


Namun yang mereka kira tidak sepenuhnya benar


Swosh!!


Zhang San muncul di arah jalan lari mereka dengan pedang Qi ditangannya yang langsung menebas kepala dari satu orang Dewa Biru tahap puncak itu.


Empat lainnya berpencar. Sedang, Wang Lu terus berlari dan memberi kabar ke Ayahnya Patriak Wang.


Zhang san membuat Empat Klon bayangan dan mengirim mereka ke empat arah dimana empat orang itu melesat. kemudian, Dia mengejar Wang Lu, dia sudah sangat jengkel sedari awal dengan ocehannya.


Swosh! Zhang San berada disampingnya mengimbangi laju terbangnya. dan berkata "Kau lamban sekali"


Peng!! Wang Lu terlempar karna Zhang San langsung mengayunkan tinjunya. setelah dia selesai dengan perkataannya. Zhang San tidak menggunakan Qi jadi Wang Lu tidak langsung mati.

__ADS_1


"Brengsek, Jangan sombong hanya karna bisa memukulku" Teriaknya menunjuk Zhang San dan sekedipan mata Wang Lu, Zhang San menghilang dari pandangannya.


Beng!! Zhang San muncul dibelakangnya dan meninju punggungnya hingga gumpalan darah keluar dari mulut Wang Lu


Puah!! Dua genggam banyaknya karna dia dua kali muntah darah.


Lalu Zhang San meraih kepalanya hingga terdongak ke belakang dan berkata dengan dingin "Hanya segini kekuatan Dewa Merah tahap awal yang kau gembor-gemborkan. Bahkan, Tanpa bantuan Pamanku sekalipun. aku bisa dengan mudah mengalahkanmu" Ucapnya


"A-ampun seni-or! Ampuni aku, Aku tidak akan lagi mengganggumu. Aku berjanji!" Mohonnya. Tapi Zhang San bukan orang yang mudah melepaskan lawannya jika sudah mengganggu dia. Dia sudah belajar banyak dari pengalaman. Bila dilepaskan suatu saat akan jadi bumerang.


"Maaf, Aku bukan orang yang berbelas kasihan" selesai berkata Zhang San langsung memenggal kepalanya dengan Pedang Qi yang ada ditangan kirinya.


Setelah melayang kepala Wang Lu dan berguling ditanah. sebuah aura penekanan menyapu tempat itu. membuat Zhou Ruyue sesak nafas. Zhang San menoleh kebelakang ketika Zhou Ruyue berkata pelan. Aura itu tidak berpengaruh untuknya. tapi tidak bagi Zhou Riyue.


Zhang San langsung mengeluarkan Aura Raja Naga untuk menetralkan tekanan itu. hingga Zhou Ruyue bisa bernafas dengan normal lagi. Kemudian dia memasukan Zhou Ruyue kedalam dunia jiwa.


Zhang San menatap ke atas langit ada lima orang tingkat Dewa Merah tahap menengah berdiri menatap ke arah bawah tempatnya berada sekarang. Dengan tatapan intimidasi yang kuat. seolah Zhang San adalah semut yang dipandang rendah.


Zhang San segera menyahut "Aku hanya membantumu untuk menghukumnya" Ucap Zhang San sambil tersenyum.


"Apa kau tau? Dia adalah jenius nomor satu di Klan kami? yang sudah dirawat dengan baik" Sahut tetua yang lain.


"Aku tidak peduli hal itu, Jika dia menggangguku. maka siap untuk mati. Majulah jika kalian ingin membalaskan dendamnya" Ucap Zhang San dia sekalian ingin mencoba kekuatan full yang dimilikinya sekarang. Semenjak dia bersatu dengan jiwa dirinya dimasa lalu. dia seolah memiliki sikap yang berbeda dan terkesan sedikit sombong. Mungkin itu karna pengaruh dari bawaan Dewa Penguasa Alam yang merasa tidak ada yang pantas mengalahkannya jika lawan masih berada dibawah tingkatan Penguasa Alam juga.


"Kau terlalu sombong anak muda! Aku seusiamu tidak pernah seberani ini. Aku salut padamu, Sayangnya kita berada di seberang jadi tidak bisa membimbingmu" Ucap tetua yang terlihat lebih tua disebelah kanan.


"Jangan Banyak omong, Maju saja kalian semua. aku masih ada urusan" sahut Zhang San. dia merasa jengjel karna pihak lawan masih bicara saja. "Apakah harus aku yang menyerang lebih dulu?" tanyanya dengan berteriak.


Wush!! Satu sosok muncul dihadapan Zhang San dengan ayunan tangan yang mematikan.


"Teknik iblis perang, Telapak kematian!" Gumamnya

__ADS_1


Lalu melepaskan serangan itu ke arah Dada pemuda itu, Namun Zhang San langsung menghilang dengan langkah bayangan dia bergerak ke atas mendatangi empat orang yang masih bertengger di udara itu. Mereka berempat terkejut. Namun itu hanya sekejap. Mereka dapat memulijkan keterkejutan itu dan dua orang langsung mengadu tinju dengan Zhang San.


Beng!!


Zhang San terlempar. Karna dia memang tidak menggunakan Qi. Dia hanya ingin mencoba kekuatan tubuhnya saja


Zhang San bangkit dari tanah. Dan sebuah serangan langsung bersarang dipunggungnya. Membuat dia terlempar jauh hingga ratusan meter.


"Punya kemampuan sedikit saja begitu sombong" Ucap tetua yang memukul Zhang San itu.


Namun tiba-tiba waktu terasa terlambat baginya dan sebuah pukulan langsung bersarang dirahangnya.


Bugh! ugh! Puah! sebuah Pukulan keras yang dialiri Qi langsung menghantam tetua itu menerbangkan tubuhnya dengan semburah darah yang tercecer dimana-mana.


"Hanya sedikit kemampuan, Kau begitu sombong orang tua" Balas Zhang San dengan kata-kata yang sebelumnya diucapkan untuknya.


Lalu dia melambaikan tangannya dan menghujamkan puluhan pedang Qi ketubuh Orang tau itu. Dia tudak bisa menangkis dan langsung berakhir dengan kematian.


"Begini sajakah kekuatan tempur Tingkat Dewa Merah tahap menengah?" tatapnya menprovokasi empat orang yang tersisa.


Mereka dengan marah langsung menghamburkan diri menyerang Zhang San.


"Teknik Transpormasi Naga. Perisai Naga!" Ucapanya. Seperti sebuah jirah yang terbuat dari sisik naga. Prisai itu segera melindungi tubuh Zhang San dari lima serangan yang datang.


Beng Beng Beng Pong Pong! Setiap pukulan memantul ke arah mereka sendiri. Tentu mereka heran. Namun tidak ada waktu untuk memikirkan hal itu.


Zhang San bergerak dengan Pedang Bintang yang entah sejak kapan berada ditangannya. Pedang Yang memancarkan Aura penekan yang luar biasa. membatasi pergerakan ringan mereka.


"Tetua, Apakah juga meraskannya?" Tanya Patriak Wang kepada salah satu dari tiga orang yang bersamanya.


"Ya, Aura Pedang itu tidak biasa. Seolah ada gunung yang ingin menindih tubuhku.."

__ADS_1


__ADS_2