ZHANG SAN

ZHANG SAN
Pedang Bintang


__ADS_3

Zhang San terus melangkah menginjak tulang- tulang yg begitu rapuh menuju arah timur.


Setelah Lama berjalan, Ahir nya dia menemukan lagi sebuah pintu. Namun hanya dengan sedikit dorongan pintu itu langsung terbuka.


Wusssh dia di pindah kan lagi, namun kali ini di sebuah istana yg megah.


"Selamat datang" Ucap seseorang yg duduk di singgasana membuyarkan lamunan nya.


Di istana itu hanya ada Zhang San dan Orang yg Duduk di singgasana. "Kemarilah...!" Ucap nya lagi.


Zhang San terlihat ragu. Lalu dia bertanya " Siapakah engkau, dan kenapa aku di pindahkan kesini?"


"Apa kah kau sudah memahami isi gulungan yg di berikan kepada mu oleh orang tua itu"


"Belom sepenuh nya" sahut Zhang san dengan jujur


"Duduk lah disini. Aku akan memberikan sesuatu kepadamu" Zhang San mendekat ke singgasana dan orang itu langsung menyentuh kening nya lalu melepaskan cahaya dari kening nya mangarah ke kening Zhang san.


Zhang San terkejut dan dia langsung merasakan sakit di kepala nya sa'at cahaya itu masuk. Sakit yg sangat luar biasa menyiksa.


Zhang San memaksakan diri untuk berkonsentrasi. Dengan Perlahan mulai reda rasa sakit dikepala nya. Lalu dia memeriksa kekuatan jiwa nya. Alangkah terkejut nya dia. "Ini ada lah jiwa dewa ucap nya. Dengan jiwa sekuat ini aku bisa menjadi grand alkemis." Dia tertawa senang. Lalu dia masuk kedalam lautan kesadaran nya. dan berlatih disana.


..........


Di sisi yg berbeda.


Yun Hai membawa Cao Ling an menghadap ketua organisasi hitam yg bernama Gu Ming-Hun.


"Kemana yg lelaki nya jadi kau hanya membawa wanita nya saja ?" Tanya Gu Ming-Hun sambil menyesap minuman nya. Dia bersandar di kursi besar layak nya raja. Di temani oleh dua wanita yg membelai nya..


"Dia tidak ada di sana, jadi aku tak bisa menangkap nya, Dia pasti akan datang cepat atau lambat kalau istri nya kita jadi kan sandera" sahut Yun Hai


"Lagi pula kita bisa menggunakan nya untuk melawan pemuda itu, kita ubah dia menjadi mesin pembunuh dan segel ingatan nya" Sambung Yun Hai.

__ADS_1


"Ide mu cukup bagus. Aku serahkan kepada mu untuk mengurus nya" Perintah Gu Ming-Hun


Yun Hai pun berjalan sambil membawa Cao Ling An yg masih tak sadar kan diri. Menuju arah kediaman nya untuk melakukan teknik pengunci ingatan.


....


Kediaman klan Gao.


"Semoga kak Zhang San lekas kembali, dan menolong Kak Ling an." ucap Zhang Wei sedih setelah mendengar cerita dari suami nya.


"Dia pasti akan kembali, Aku yakin akan hal itu" Sahut Hong Houcun yg memeluk Zhang Wei sambil mengusap ubun kepala nya untuk menenangkan nya.


Sedangkan di Klan Bai. Patriak Bai Feng Jiyu juga berharap Zhang San cepat kembali dengan membawa mutiara jiwa.


Sedangkan Zhang San tidak tau apa yg terjadi di luar..


Dia terus berlatih mendalami teknik baru. Teknik yg hanya ada satu tahap tapi dapat meningkat sesuai kultivasi pengguna. Teknik Melempar Bintang. Itu lah nama nya.


Hingga sebulan berlalu. Zhang San sudah bisa menguasai nya.


Zhang San memasang kuda- Kuda dasar nya. Lalu mengarahkan telapak tangan nya keatas kemudian dia kepalkan, dan energi besar dengan cepat berkumpul membalut kepalan tangannya. Lalu dia berteriak "Teknik Melempar Bintang" Wuuuuush Boooooom...!


Kawah besar tercipta dan mengguncang istana itu.


"Kau terlalu bersemangat anak muda" ucap sosok itu datang menghampiri Zhang San.


"Kalau saya boleh tau. Siapa kah senior sebenar nya?"


"Nama ku Han Oyang Aku ada lah roh Pedang Bintang" aku di kurung oleh dewa semesta di dalam pedang sebagai bentuk hukuman karna telah banyak membunuh dewa di dunia atas.


Dan aku di perintahkan untuk menunggu seseorang yg akan menjadi pengguna Pedang bintang tersebut, Dan mungkin kau lah orang itu"


Han Oyang Menjentik kan Jari nya. Lalu mereka pun berpindah tempat, dimana mereka berada diantara tumpukan tulang lagi.

__ADS_1


"Jika kau bisa mencabut pedang itu" Tunjuk Han Oyang. "Maka aku akan mengikuti mu"


Zhang San memandang ke arah dimana telunjuk Han Oyang. Benar disana ada sebuah pedang yg hanya terlihat pegangan nya saja.


Lalu Zhang San mendekat ke arah gundukan batu yg diatas nya terlihat gagang pedang.


Sebelum dia memegang gagang nya. Dia tak lupa untuk meminta izin kepada Han Oyang.


Han Oyang menganggukkan kepala lalu Zhang San mulai memegang nya. Tiba- tiba gravitasi di sekitar nya menghilang dia pun mengambang namun tangan nya masih memegang gagang pedang itu. Sedetik kemudian gravitasi datang lagi menghempas tubuh Zhang San menekan tubuh nya hingga dia merasa gunung besar menimpa nya.


Han Oyang tersenyum melihat nya.


Zhang San menguatkan Jiwa nya. Memaksa tubuh nya melewati batas. Lalu berteriak sambil menarik pedang tersebut. Aaaaaaaaaaaaa. "Aku harus bisa" kraaak kraaaak...!


Batu yg mengapit pedang itu hancur dan cahaya menyilaukan keluar dari bilah pedang itu.


"Haha hahaha, aku tak pernah salah menilai seseorang" ucap Han oyang tertawa karna dia akan terlepas dari belenggu yg telah lama mengekang nya.


"Pedang yg begitu indah."


"Ya pedang itu di tempa dengan metode oksidasi menggunakan material berharga, dengan tekanan udara tingkat tinggi agar menjaga ketajaman dan kukuatan pedang itu, cepat tetes kan darah mu pada bilah tajam nya. Agar dia mengenali tuan nya" Tutup Han Oyang menjelas kan


Zhang San langsung menggoreskan jari nya di ujung mata pedang. Hingga mengeluarkan darah yg langsung di serap oleh pedang bintang.


"Selamat kau sekarang adalah tuan ku. Pergunakan lah aku dijalan yg baik. Agar hukuman ku di angkat dan aku bisa kembali ke tempat asal ku" Ucap Han Oyang.


"Paman Oyang, apakah kau tau dimana aku bisa mendapatkan mutiara jiwa.?" Tanya Zhang SanĀ 


"Hemm Mutiara jiwa. Ooh aku ingat, ikut aku" Ucap nya lalu menjentik kan jari nya kembali. Mereka pun berpindah tempat.


"Disini tempat nya." Tunjuk Han Oyang lalu dia mulai bercerita.


"Ketika itu. Para dewa saling membunuh untuk memperebutkan pedang yg kini ada di tangan mu. Ada beberapa dewa yg mati dan mutiara jiwa nya tertinggal disini. Para dewa itu berusaha mencabut pedang yg tertancap itu. Namun tak ada yg bisa. Jadi mereka kembali ke tempat asal mereka...

__ADS_1


Setelah mereka menghilang, Aku lalu mengumpulkan mutiara jiwa itu dan menyimpan nya sebagai hadiah untuk orang yg akan mejadi tuan ku, Namun lebih dari sepuluh ribu tahun tidak ada yg sampai kesini. Jadi aku hampir melupakan nya." Ucap nya terkekeh lalu mengarahkan tangan nya untuk membuka peti itu....


__ADS_2