
Hong Houcun memerintah kan anak buah nya Untuk mengawasi dan membantu Zhang San jika dalam kesulitan dengan mengirim kan serorang mata- mata.
Setelah hampir satu jam memacu kuda. Mereka pun memasuki pemukiman peduduk yg ada di pinggiran kota.
Mereka turun dari kuda. Kemudian menarik nya sambil berjalan. Melewati pasar kecil dan tempat yg sesak oleh pejalan kaki.
Kemudian mereka bertanya kepada salah satu pedagang. "Apakah klan Lu masih jauh" tanya Zhang San dengan ramah sambil membeli buah yg di jual pedagang itu.
"Habis dari pasar ini. Kalian akan menemukan persimpangan. Setelah itu ambil jalur kiri. Ikuti terus jalan itu. Kemudian belok lagi sebelah kanan Hingga kalian menemukan gapura yg bertuliskan Klan Lu. Baru kalian sampai." Ucap pedagang yg sudah bongkok termakan usia.
"Terima kasih atas informasi nya" Zhang San memberikan satu keping emas kepada pedagang tersebut.
Dan pedagang itu pun hendak bersuara. Tapi dihentikan oleh Zhang san dengan kode tangan, "Simpan lah baik- baik" ucap nya
Lalu mereka berdua melanjutkan lagi perjalanan nya.
Setelah melewati jalan yg berliku. Mereka pun menemukan gapura yg bertuliskan Klan Lu. Lalu mereka memasuki nya. Sesampai nya di pintu gerbang klan. Mereka di hentikan oleh suara.
"Ada keperluan apa kalian ke klan Lu" ucap penjaga gerbang dengan tegas.
"Aku kesini ingin mengunjungi saudara ku yg bernama Zhang Wei. Apa kah bisa?"
"Tunggu, aku akan masuk dulu kedalam mengkomfirmasi nya"
Beberapa menit terlewat. Ahir nya penjaga tadi kembali. Dan dia menyuruh Zhang San dan Cao Ling An untuk masuk.
"Kak San. Aku merindukan mu" ucap Zhang Wei langsung memeluk Zhang San tanpa melihat kanan kiri lagi.
Pelukan itu harus terlepas ketika ada deheman dari samping kiri.
"Siapa dia kak San?"
"Kenal kan ini Cao Ling An. Dia istri ku"
Mendengar kata istri, jantung Zhang wei terasa sesak dan hendak pecah. Air mata begitu sulit di bendung.
Cao Ling An mampu memahami apa yg di rasa oleh Zhang Wei. Namun dia tak mungkin berbagi suami. Lalu dia memeluk nya. Dan berkata "Saudari ku, aku sudah mendengar dari gege bahwa kau adalah orang yg paling peduli di klan. Jadi aku sangat berterima kasih kepada mu telah menjaga dia untuk ku.
__ADS_1
Aku mengerti perasa'an mu. Tapi aku tak bisa jika harus berbagi. Jadi ma'af kan aku yg telah merebut nya, relakan lah dia untuk ku. Semoga kelak kau akan menemukan yg terbaik di antara yg terbaik" dia berkata sangat panjang sambil tersenyum dan tangan nya menyeka air mata Zhang Wei
Zhang Wei mencoba menerima kenyata'an. Dengan berbesar hati.
"Masuk lah dulu, pasti kalian lelah karna perjalanan jauh" lalu mereka berbincang sambil berjalan kedalam kediaman Klan Lu.
"Bagaimana keada'an ibumu?" Tanya Zhang San.
"Beliau baik- baik saja. Sekarang beliau belom pulang" jawab nya sambil menunjukkan kamar tamu untuk istirahat...
.........
Beberapa hari di lalui tanpa ada gangguan. Dan Cao Ling An semakin akrab dengan Zhang Wei. Begitu pun Zhang Wei susah mulai membiasakan diri dengan kenyata'an..
Di tempat makan yg di hadiri oleh sebagian anggota Klan Lu yg kecil. Tiba- tiba ada teriakan dari luar yg membuat gelisah seisi rumah.
"Hei Lu Cangmin. Keluar kau, aku datang karna janji mu" teriak orang itu menggema.
Mereka pun langsung berdiri dan berjalan keluar.
"Kapan kau akan membayar hutang- hutang masa lalu mu?" Teriak nya kembali.
Apa lagi setelah kehilangan anak laki- laki satu- satu nya. Dia mulai frustasi dan menyebab kan menurun nya klan nya. Dan anggota keluarga yg lain memilih meninggalkan klan.
Lu Cangmin hanya mempunyai dua orang anak satu laki-laki yg kini cacat di pembaringan Satu lagi perempuan ibu nya Zhang Wei.
"Ma'af kan aku. Aku masih mengumpulkan nya. Jadi beri lagi aku tempo" Ucap Lu Cangmin
"Tak ada lagi tempo. Jika kau tak mampu membayar. Maka rumah ini akan kami ambil, Pengawal...! Usir mereka.
"Jika ada yg berani maju. Maka akan mati" Ucap Zhang Wei yg sudah menarik pedang nya.
"Bos Gao. Beri lah lagi tenggang waktu. Aku pasti akan membayar nya" Lu Cangming tidak ingin Zhang Wei melawan mereka.
Karna dia tau di belakang bos Gao ini ada seseorang yg hebat.
"Hahaha boleh saja tapi dengan satu syarat," ucap Gao Beng sambil membusungkan dada nya.
__ADS_1
"Apa syarat nya. Jika kami mampu, akan kami berikan," Sahut Lu Cangmin
"Dia...! (Tunjuk Gao Beng Kearah Zhang Wei) aku menginginkan nya,"
"Aku tidak terima," ibu nya Zhang Wei menolak dengan berteriak.
"Aku juga tak sudi dengan orang tua yg sudah bau tanah," Timpal Zhang Wei.
"Kalau begitu., (dia melirik ke arah bawahan nya.) Tangkap dan bawa dia kehadapan ku.
Kemudian satu persatu dari lima anak buah Gao Beng menghamburkan diri, Lalu mengarahkan tangan nya untuk menangkap Zhang Wei
Namun Zhang Wei bukan Orang yg mudah di tangani. Dia juga jenius bela diri dengan tingkat emas tahap puncak. Dia mudah menghindari.
Satu serangan datang dari kanan. Dia berkelit ke kiri. Satu lagi dari kiri datang, dia pun melompat kedepan sambil menendang.
"Bugh... ugh!" Satu terpelanting.
Kemudian dia memutar badan dan mengarah kan tinju nya ke belakang. Praaaaak...! Satu hidung patah.
Hingga beberapa menit terlewat Satu persatu dari mereka kemudian tergeletak tak berdaya.
Gao beng terkejut dan dia pun memakai teknik langkah seribu...
"Lari nya kencang juga" Ucap Zhang Wei lalu mengepakkan tangan nya dari debu.
"Ayo masuk" ucap nya lagi meninggalkan anak buah Gao Beng yg tergeletak di tanah.
Setelah sampai di dalam. Terlihat Lu Cangmin sangat gelisah.
"Apa yg membuat mu begitu gelisah kakek?"
"Bagaimana aku tak gelisah, dia pasti akan kembali dengan membawa bala bantuan yg lebih besar," sahut Lu Cangmin.
"Tenang saja kakek, selagi masih ada aku. Dan kakak Zhang San. Pasti musuh akan menghilang," Jawab Zhang Wei dengan tawa.
Namun belom berahir tawa Zhang Wei, Braaaaak.....! Sepasang pintu melayang karna tendangan.
__ADS_1
Gao Beng membawa dua puluh orang yg mempunyai bela diri di tingkat prajurit tahap awal.
"Aku akan membalas kalian. Jika kalian tidak mati hari ini. Maka jangan sebut nama ku Gao Beng" teriak nya dengan emosi...