
Setelah mengunjungi makam, Yue Ao Zisi ditemani oleh Zhang San pamit kepada petinggi Klan Yue yang berkumpul di aula pertemuan.
Mereka keluar dari gerbang yang tersembunyi. dan melesat menuju Kota Selanjutnya.
Dua hari perjalanan terlewati bergitu saja dengan terbang, Tinggal satu hari untuk sampai dikota selanjut, meski pun ada jarak yang cukup jauh, Tapi kota selanjutnya masihlah berada dibawah kekuasaan Raja Ming sebelumnya. Entah sekarang bagaimana setelah Ming Shao mati.
"Sepertinya kau kelelahan" Ucap Zhang San kemudian mengaitkan tangannya di pinggang ramping Yue Ao Zisi dan turun setelah melihat ada Bangunan kecil di tengah hutan, Entah milik siapa.
"Aku akan memeriksanya lebih dulu" Zhang San menggunakan persepsinya untuk mengetahui apakah ada orang di dalam nya. dan meluaskan persepsinya lagi hingga seribu langkah melingkar, Tapi dia tak menemukan apa apa. 'Ini aneh, Kenapa ada Bangunan di tengah hutan seperti ini' Batinnya
"Sepertinya ini aman, Tapi kita akan tetap berada di luar saja, Kalau kalau ada pemiliknya datang" Ucap Zhang San lagi lalu mengeluarkan Karpet untuk alas mereka.
Mereka pun duduk sembari bersandar di batang pohon besar yang menaungi mereka dari terik matahari. "Tunggulah sebentar, Aku akan mencari kayu bakar" Ucap Zhang San yang di angguki oleh Yue Ao Zisi.
Zhang San langsung bangkit berdiri kemudian dia mencari kayu bakar dengan menggunakan langkah bayangan agar cepat.
Setelah kembali dia tak menemukan Wanita yang bersamanya, "Kemana Dia.... Zisi'Er" Panggil Zhang San berulang kali setelah menunggu beberapa menit.
Tapi tidak ada sahutan yang terdengar, Lalu Zhang San menggunakan persepsinya untuk mengetahui keberadaan Ao Zisi, Tapi nihil. Ao Zisi bak hilang di telan bumi,, Zhang San mengerutkan keningnya "Apakah hutan ini ada hantunya" Gumamnya
Hatinya gelisah tak menentu dan terus berpikir keras 'Tak mungkin Zisi'Er meninggalkanku begitu saja tanpa sebab, Tapi kemana dia pergi, Sedangkan jejaknya sudah tidak ada, Padahal hanya sebentar aku tinggalkan, Dan bekas pertarungan pun tidak ada, jadi apa yang membuat Dia hilang'
"Apa kau mencari kekasih mu manusia?"
Zhang San mencari sumber suara tapi tak dapat menemukan nya, Kemudian dia memejamkan mata dan mengalirkan energi Bintang ke matanya. Terlihat kilatan cahaya berwarna emas memenuhi pupilnya setelah dia membuka mata.
Zhang San pun dapat melihat sosok seperti apa yang berbicara kepadanya.
Mempunyai tubuh layaknya manusia dengan dua tanduk di kepalanya yang terpisah, Dengan kulit berwarna merah darah memancarkan hawa kematian yang pekat.
__ADS_1
"Apakah kau yang menculiknya?" Tanya Zhang San sambil menatap tajam sosok itu.
Sosok itu terkejut karna pemuda dihadapannya dapat melihat dirinya yang menyembunyikan keberadaannya dari kasat mata manusia.
Tapi dia masih tak percaya, Jadi Dia berpindah tempat untuk membuktikan sangkaan nya.
Mata Zhang San sudah mengunci targetnya jadi kemanapun mahluk itu berpindah kepala Zhang San akan mengikuti kemana matanya membawanya.
"Apa kau bisa melihat ku?" Tanya sosok itu yang masih tidak percaya dengan Teknik Klan Iblis Asyura yang dimilikinya.
"Aku bukan hanya bisa melihatmu, Tapi juga bisa melihat dimana kau menyembunyikan wanitaku, Lepaskan dia! Aku tak akan membunuhmu"
Hahaha hahaha "Baru kali ini aku bertemu dengan manusia yang sombong, Tapi aku kagum kepadamu, Karna jika manusia biasa akan mati ketakutan ketika melihatku, Tunduklah padaku, Dan jadi mata dan juga kaki tangan ku, Maka aku akan membiarkan mu hidup" Ucapnya dengan seringai penuh keyakinan diri.
Tidak ada manusia baginya di bawah tingkatan dewa langit yang bisa mengalahkan nya. Meski dia tau manusia di hadapan nya ini cukup kuat, Tapi dengan sandera di tangan nya. Mau apa?
Zhang San melihat sekitar dan dia menemukan beberapa sosok yang sama dengan orang yang berbicara kepadanya sedang menjaga Ao Zisi yang pingsan.
"Tapak pengguncang semesta.." Gumamnya muncul di belakang salah satu iblis yang menjaga Ao Zisi
Duaaar.. Tubuh iblis itu meledak ketika bersentuhan dengan telapak tangan Zhang San.
Dua Sosok langsung melompat kekiri dan ke kanan ketika melihat teman yang berada di tengah meledak.
"Brengsek, Aku tak menyangka dia akan menggunakan cara itu untuk mengecohku" Gumam Iblis itu setelah menghindari Pedang Bintang yang mengarah ketubuhnya. "Sou Un, Sou Bi serang, Jangan biarkan dia membawa wanitanya" Teriak Iblis dari Klan Asyura itu yang menjadi pemimpinnya.
"Baik tuan Muda" Sahut mereka bersamaan.
Dua orang itu pun menyerang, Mereka menggunakan cakar yang membesar untuk menyerang Zhang San yang sudah siaga.
__ADS_1
Sou Un melompat setinggi tiga meter dan Sou Bi melesat dari bawah dengan kecepatan yang sama.
Zhang San menarik pedang bintang yang terhubung dengan jiwanya, Pedang bintang bergetar dan melesat kembali, Zhang San yang sudah membuka telapak tangan nya untuk menangkap pedang langsung menggumamkan teknik nya.
"Tebasan Dua Gelombang"
Zhang San menebas kesamping kemudian mengayun kan kembali pedangnya ke atas, mengirim dua serangan ganda yang memang menjadi andalan nya dalam setiap pertarungan.
"Cakar Pembunuh..." Teriak dua sosok itu dan melepaskan serangan energi yang berkekuatan besar.
Zhang san bergerak menghindari efek ledakan yang akan terjadi ketika tiga energi bertemu diudara, Dia memeluk tubuh Ao Zisi dan memasukkan nya keportal dimensi dunia jiwa.
Booom. Booom..! Dua ledakan besar terjadi menyapu hutan dengan api yang membakar dan sapuan angin kencang yang merubuhkan pepohonan disetiap lintasan nya.
Ada siring besar tercipta disana. Tetapi Sou Ji tidak senang dengan itu, Karna dia tau lawan nya tidak terkena serangan cakar pembunuh.
Tidak dengan Sou Un dan juga Sou Bi, Mereka berdua tertawa karna yakin lawan mereka akan hancur jika terkena serangan unggulan milik mereka.
Slaaash... Slaaash...!
Tebasan pedang langsung menghancurkan tawa mereka ketika pedang itu melewati batang leher.
"Kalian lengah karna terlalu senang" Ucap Zhang San itulah kata yang mereka berdua dengan sebelum Zhang San membakar tubuh mereka berdua dengan Api ungi hingga menyisakan abu yang hilang tertiup angin.
"Jangan senang dulu karna bisa mengalahkan anak buah ku, Aku adalah tuan muda dari Klan Asyura, Jika kau mau tunduk, Hidupmu akan bahagia, Dan juga Di Klan Asyuraku kau akan mendapat semua sumberdaya yang bisa menunjang kultivasimu"
"Aku tidak akan pernah tunduk dengan apapun dan siapapun!" Tegas Zhang San "Jika kau ingin bertarung tak usah banyak bacot, Pergi jika kau takut" Imbuhnya.
"Brengsek, Ini pertama kalinya aku di hina, Jika kau tak mati di tangan ku, Hidupku tak akan tenang" teriaknya lalu menyerang Zhang San
__ADS_1
"Jika begitu, Mati saja sana" Zhang San melonjak kan tubuhnya dan mengayunkan pedang bintang yang berpijar dengan warna ungu di bilahnya.