ZHANG SAN

ZHANG SAN
Kekacauan Terjadi


__ADS_3

Zhang San menggeser langkahnya kesamping kiri lalu menangkap bilah pedang itu dengan dua jarinya lalu menekuk hingga terdengar bunyi patahan pedang, Lalu dia tusukan ujung runcingnya ke arah orang yang menyerangnya itu ke dada hingga menembus punggung.


"Guak" Orang itu muntah darah dan berusaha berkata dengan terbata "Ba-Bagaimana bi-bisa aku mati se-pe-perti ini" Nafas nya langsung berhenti dan dia terjatuh ketanah.


Tidak ada yang menyangka hal seperti itu terjadi dengan begitu cepat, Bahkan nalar mereka menolaknya bahwa Seorang yang berada di Tingkat Dewa tahap Awal akan mati dengan mudah tertusuk pedangnya sendiri bahkan tanpa perlawanan.


Jika ini tersebar, Mungkin akan banyak orang yang akan merasa sia sia pelatihannya hingga mencapai Dewa Langit tahap awal karna tak bisa menahan satu gerakan yang sederhana dari orang yang terlihat tanpa kultivasi.


Bahkan semua penonton tak sempat berkedip tiba tiba saja tubuh Pengawal itu terjatuh dengan patahan pedangnya sendiri.


"Apa yang terjadi? Apakah ada yang bisa menjelaskan ku tentang apa yang terjadi? Mengapa pengawalku mati seperti itu?" Xia Liyang meraung memancarkan Aura tirani yang menekan semua orang disana kecuali Zhang San dan tentunya Xia Meng yang diam diam Zhang San beri segel Formasi.


Dia berada pada tingkatan yang sama dengan Kakaknya Xia Hai yang berada pada Tahap Puncak Dewa Langit tapi sedikit lebih lemah Auranya.


"Aku akan membunuhmu, aku tak peduli apakah ada orang yang melindungimu hingga bisa membunuh pengawal setiaku" Dia melompat dari lantai yang lebih tinggi dan mendarat ditanah.


Beng...! Tanah bergertar dan ada sedikit keretakan padanya yang menjalar hingga ke kaki Zhang San memancarkan Niat membunuh, Mungkin dia sudah banyak membunuh orang hingga mampu mengumpulkannya.


Zhang San tersenyum dibalik penutup kepalanya. lalu dia berkata "Kehilangan seekor anjing saja kau begitu marah, Apalagi kalau kehilangan anggota tubuhmu" Ucapnya lantang setelah itu jatuh sebuah tangan ketanah dan teriakan mengiringinya.


"Aaaaaaakh...! Apa yang kau lakukan padaku?" Teriak Xia Liyang yang meraung karna tangan kanannya tiba tiba terputus.


Dia tak menyangka hal ini akan terjadi kepadanya, Dia bahkan tidak bisa melihat serangan itu, Ataupun melihat gerakan yang diperlihatkan oleh sosok berjubah hitam itu. tapi tangannya terputus dan itu lah kenyataan yang harus dia alami sekarang.

__ADS_1


Semua orang juga memiliki mata yang terbelalak dan rahang yang hampir saja jatuh ketanah, saat ini mereka masih telungkup ditanah karna sesaat sebelumnya tertekan oleh Aura yang dipancarkan oleh Xia Liyang.


Setelah Aura menekan itu menghilang baru mereka dapat melihat dan mendengar apa yang terjadi pada Xia Liyang.


Sang Pengawal satunya pergi dengan diam diam, Zhang San menyadarinya tapi dia membiarkan orang itu untuk melapor kepada patriak Klan Bayangan.


"Aku tidak ingin membunuhmu, Sekarang bukan waktunya, Tapi kau berteriak teriak dan itu membuatku sangat kesal, Sampaikan salam ku kepada dewa Yama dan katakan padanya banyak yang akan menyusulmu nantinya" Ucap Zhang San dingin dan menggunakan Teknik pedang tanpa wujud sekali lagi untuk menghancurkan tubuh Xia Liyang.


Booom...! Tubuh Xia Liyang tak sanggup menahan energi Pedang yang bersarang ditubuhnya hingga meledak dan darahnya membanjiri tanah.


Lagi lagi semua orang yang menyaksikan itu bergidik ngeri, Melihat pertarungan Xia Liyang, Mungkin tidak sepenuhnya bisa dianggap pertarungan karna lawannya bahkan tak menyentuh untuk membunuh


Sosok berjubah hitam itu pergi meninggalkan jejak kekacauan yang akan menyebabkan keributan bersama dengan Xia Meng yang gemetar melihat kejadian itu. tapi dia menguatkan kakinya agar tidak lemas saat berjalan.


"Terima kasih banyak tuan, tuan bersedia menyembuhkan ibuku, Aku akan menuruti semua apa yang kau katakan, Bahkan aku bersedia menjadi budakmu jika kau ingin, Asalkan ibuku sembuh dari penyakitnya"


"Tak perlu Khawatir, Aku yakin dengan kemampuanku untuk mengobati penyakit ibumu"


Mereka terus berbicara disepanjang perjalanan, Xia Meng lebih mengenal sosok itu sedikit demi sedikit dari pembicaraan mereka, dia mengerti Bahwa sosok itupun pernah mengalami hal yang sama meski dalam versi yang berbeda. Sama sama suka ditindas dan di anggap cacat, Bedanya dulu Zhang San memang tidak berniat, Tapi dengan itu dia juga dicap cacat.


Tak terasa mereka sampai dirumah yang mungkin lebih tepat di anggap gubuk.


Xia Meng langsung berlari kedalam karna melihat pintu terbuka dan ada beberapa orang yang berada diluar untuk melihat.

__ADS_1


"Apa yang terjadi padamu Ibu?" Dia menguncang pelan tubuh ibunya yang lemah. lalu melihat kepada kerumunan orang dan bertanya "Apa kalian tau penyebabnya?" Tatapnya sambil berderai air mata


Semua mata menuju ke arah seseorang yang berjanggut putih yang terlihat menampilkan wajah cuek.


"Kau, Siapa kau?" Xia Meng segera melontarkan pertanyaan dengan menatap tajam sosok itu.


"Aku dari asosiasi Sanghui" Sahutnya dengan senyuman sambil mengelus janggutnya.


"Aku tak pernah merasa mengundang ahli Pil dari asosiasi Sanghui karna tak punya uang untuk membayar, Lalu untuk apa kau kesini dan kenapa tau ibuku sedang sakit? Xia Meng lagi lagi mengajukan banyak pertanyaan.


'Aku merasa pernah mendengar nama Asosiasi ini, Tapi dimana ya, Aku sepertinya melupakannya'


Zhang San terus diam dan memperhatikan sosok tua itu sambil berbicara senduri dalam hatinya.


"Aku diminta oleh Patriak Xia Lang untuk menjenguk seorang wanita janda digubuk ini, Dan memberikannya obat untuk kesembuhan karna mengingat kebaikan yang pernah dilakukan oleh mendiang suaminya, Apakah aku salah?" sahutnya tenang.


"Jika obat yang baik, Kenapa ibuku bertambah sekarat?" Teriaknya menangis.


Sosok itu mengangkat bahunya seolah tidak peduli, "Jika kau tidak mau ibumu diobati aku akan pergi, Tugas ku selesai dengan aku berada di gubuk jelekmu ini"


Dia pun melangkah pergi tapi ditahan oleh sebuah Suara "Kau bahkan tidak mengobatinya, Tapi malah memberikan racun untuknya" Zhang San menatap sinis lelaki tua itu. 'Jika aku tak memiliki teknik meracik obat, Mungkin aku juga tak akan mengenali bahwa ibunya Xia Meng terkena racun dingin' "Kau memberinya racun dingin, Dan mungkin sebentar lagi akan sepernuhnya beraksi" Zhang San menatap sosok itu lagi lalu mengeluarkan sebutir Pil yang diraciknya dari empedu Ular dimasa lalu untuk menjadi penawar racun kepada Xia Meng. "Minumkan ini untuk ibumu, Maka ibumu akan selamat dari racun dingin itu"


"Kau berani menuduhku meracuninya, Apa buktinya?" Sosok itu berkilah dan tak mau mengakui

__ADS_1


"Tubuhnya akan lebih dingin dari Es dan perlahan darahnya akan membeku jika tak diobati dengan Pil yang mengandung Aura Yang" Sahut Zhang San lalu mengalirkan energi api ketelapak tangannya "Cepat masukan kemulut ibumu pil itu dan dudukan dia, Aku akan melancarkan aliran darahnya yang sudah membeku...


__ADS_2