
Di dunia kecil.
Terlihat beberapa orang sedang berjuang untuk mengalahkan Monster penjaga sungai yg sangat besar dan tinggi nya hingga mencapai dua meter. Dia bergerak lincah dengan tubuh besar nya mengikuti arus air. Lalu menembak kan bola air yg mengenai tiga orang di depan nya. Mereka bertiga langsung tepar terkena bola air tersebut.
"Aku tak menyangka dia sekuat ini" ucap salah satu dari tiga orang yg tersisa.
"Ya, kau benar sekali. Pasti harta yg di jaga nya adalah yg berkualitas langka" sahut teman nya yg berada di sebelah kiri.
"Kalau mau mendapat kan nya. Kita harus lebih dulu membunuh binatang sialan ini, ayo kita satukan kekuatan." Ucap orang yg berada di sebelah kanan yg langsung menggunakan teknik nya..
Lalu mereka menggabung kan kemampuan mereka. Sambil menunggu monster itu muncul di permuka'an lalu Boooomm.
Bertepatan dengan muncul nya monster ikan tersebut mereka langsung melepaskan serangan gabungan terkuat mereka hingga menghancurkan tubuh monster ikan tersebut.
Lalu terjatuh sesuatu kedalam air. Berupa bola bening kecil seperti kepalan tangan bayi.
Mereka bertiga pun langsung menceburkan diri. Mereka menyelam kedalam hingga kedasar air.
Lalu melihat bola kecil yg terjatuh tadi. Dan mengambil nya. Lalu mereka bertiga mengitari wilayah dasar sungai itu. Dan menemukan gundukan ginseng air yg lumayan banyak. Lalu mereka mengambil nya dengan senang hati.
"Kita harus membagi rata panen kali ini" ucap salah seorang yg paling tua di antara mereka.
Sreeeeeeeng...! Sebuah pedang di tarik dari sarung nya. Lalu energi hitam melesat ke arah mereka yg sedang membagi hasil panen.
BOOOOM. Mereka bertiga terpelanting dengan darah masing- masing keluar dari sela bibir.
Namun satu lagi lesatan energi mengarah kepada mereka dan ini tak dapat di hindari lagi. Duaaaaar... darah menciprat kesana kemari.
"Kau ambil lah yg mereka punya" ucap Lin Zhong yg kini menemani Yun Xia Mei membunuh beberapa peserta. Dan mereka berdua telah mengumpulkan enam lencana giok. Empat milik Yun Xia Mei sisa punya Lin Zhong.
"Bagaimana cara nya kita keluar dari sini?"tanya nya kepada Yun Xia Mei.
"Jangan bertanya padaku. Jelas aku tak tau masalah itu" Sahut nya langsung berjalan lebih dulu.
Setelah itu, dua orang itu terus berkeliaran di dunia kecil. Membunuh beberapa monster yg menghalangi jalan mereka. Dan sekalian mengecil kan sisa peserta...
"Xia Mei!! " panggil Lin Zhong dan Yun Xia Mei pun menghentikan langkah nya.
__ADS_1
" Coba kau lihat di balik pohon itu ada semacam fluktasi energi. Apakah portal keluar dari dunia ini ada di sana" tunjuk nya lagi.
Yun Xia Mei mendekat kearah pohon besar itu. Lalu meraba nya dan tangan nya menembus pohon tersebut. " Ini luar biasa. Aray ilusi tingkat tinggi."
"Ayo kita kembali. Kita pasti memenangkan nya" ucap Lin Zhong berjalan sambil menarik tangan Yun Xia Mei. Tapi tubuh nya mengelak dan tangan nya bergerak.
"Masuk lah lebih dulu. Aku di belakang"
Sementara di lain sisi pertempuran,
Booooom...!!
Tanah langsung berlubang membentuk kawah besar yg berisi asap dan juga mayat orang yg terkena serangan nya. Entah kawan atau lawan. Dia sudah tak peduli hal itu..
Dong Fu terpelanting kebelakang dengan sangat keras punggung nya menghantam tiang beton yg menahan keseimbangan tempat duduk vip. Lalu merubuh kan nya. Namun sebelum tertimpa reruntuhan. Dong Hu datang menyelamatkan nya.
"Terima kasih saudara ku" ucap nya tulus masih bisa melihat wajah saudara satu- satu nya itu..
"Simpan lah tenaga mu. Minum ini" ucap nya sambil menyerahkan Pil pemulih energi. Lalu berjalan kearah wanita cantik yg sedang bertarung. Dia kemudian membantu nya.
"Ya senior. Ada apa?" Balas Zhuo Ruyue bertanya.
"Pergilah ke ruang bawah tanah. Disana sebagian orang yg selamat bersembunyi, pertarungan ini bukan tempat untuk kau menanggung nya, aku akan membuka kan jalan" lalu bergerak sambil menebas beberapa orang yg berani mendekat kepada nya.
Sedang kan Zhang San kini terus menghabisi beberapa orang lagi. Hingga dia berhadapan dengan Yun Hai.
"Hei anak muda, bakat mu luar biasa, ikut lah dengan ku" ucap Yun Hai menawarkan.
"Ikut dengan iblis, tidak. Aku akan membunuh iblis, kembalikan istri ku" Teriak Zhang San dengan pedang sudah berada di depan nya. Siap menggunakan teknik.
"Oh jadi kau suami nya. Pucuk dicinta. Tak perlu jauh mencari. Kutemui juga." Balas nya dan dia langsung melesat kearah Zhang San yg berdiri di antara mayat anggota nya.
"Sesuai duga'an ku. Dia memang istri ku." Batin nya. "Kalian telah berani mengubah istriku, aku harus menghancurkan kalian" kata nya lagi.
Dia pun juga langsung melesat ke arah Yun Hai dan dua gelombang bertekanan tinggi berbenturan menciptakan ledakan yg besar.
Boooom. Duuuar. Booooom duuuuuar. Mereka terus saling jual beli serangan.
__ADS_1
Zhang san terus menyerang Yun Hai dengan menyelimuti pedang nya dengan taknik api matahari. Hingga bilah pedang berwarna merah menyala. Terkena tubuh sedikit saja akan terluka bakar.
Sedangkan Yun hai juga menggunakan pedang nya. Tapi dengan pedang besar yg mendominasi.
Treeeeeeng. Dentang..!!
"Tebasan dua gelombang...!"
Dua tebasan beriringan menghantam pedang besar itu. Namun pertahanan Yun Hai masih kuat. Dia hanya termundur beberapa langkah, Dia langsung melepaskan teknik nya.
"Pedang Hitam......."
Seketika tekniknya langsung mengubah Pedang nya menjadi hitam dan terlihat riak energi gelap yg bercampur aura kematian, setelah terkumpul semua nya. Dia pun melepas kan kearah Zhang San.
"Bahaya," Han Oyang mengatakan nya melalui telepati, "jangan sampai serangan itu mengenaimu," kata nya lagi
Zhang San langsung mengeraskan kaki nya. Lalu menggumamkan teknik nya.
"Teknik pedang petir, Amarah Dewa"
Lalu dia melompat keatas setinggi sepuluh meter. Lalu mengangkat pedang nya kelangit dan sambaran petir emas dilepas kan kearah energi gelap itu. "Hancurkan" teriak nya
Boooom!! Ledakan besar mengguncang kawasan itu.
Semua mata tertuju kearah ledakan besar yg terjadi. Dan mereka sepakat tanpa kata menghentikan sementara pertarungan yg berlangsung. Hanya untuk memastikan siapa yg sedang melawan Yun Hai.
"Teknik pedang tanpa wujud, Seribu pedang"
Bilah angin tak berbentuk terus memadat disisi nya. Lalu dia lesatkan ke arah Yun Hai yg sedang mengumpulkan tenaga nya lagi. Setelah melepaskan jurus terkuat nya.
Jeda waktu itu di mamfa'at kan oleh Zhang San dengan baik.
Insting Yun Hai merasa kan bahaya. Namun mata nya tidak melihat ada nya serangan yg mengarah kepada nya. Akan tetapi dia tetap waspada. Sebelum serangan itu mengenainya. Dia menggumamkan teknik nya....
"Teknik tingkat kedua, Iblis Pemangsa"
Hari senin datang lagi. yuk vote berbagi..😁😁
__ADS_1