
Dalam keremangan malam yang tenang. Suara jangkrik saling bersahutan. Awan menggumpal dan menghitam. pertanda badai hujan akan segera datang.
Angin bertiup mulai terasa kencang, Membawa perasaan yang tenang menjadi tidak karuan.
Dimana hati akan beradu. disitu rasa akan terpaut rindu. Mimpi yang lalu biarkan berlalu. mimpi yang sekarang akan menjadi bingkisan kalbu..
..............
Erat pegangan tangan, Menghangatkan hati yang sedang dilanda keresahan. Memikirkannya saja sudah tak tahan. Apalagi harus melakukannya berulang.
"Apa yang kau pikirkan sayang?" Zhou Ruyue bertanya tanpa memindahkan Kepala Zhang San dipahanya yang sambil mencium perut yang sudah sangat besar itu.
"Kapan kita akan hidup damai dan menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja? Tanpa adanya pertikaian. Apakah kita hanya harus hidup didunia jiwa saja?" tanyanya sembari menghembuskan nafasnya pelan. dia tau! tak mungkin istrinya itu bisa menjawab. Namun untuk meredam kegelisahan itu. Dia harus terbuka.
"Jadilah orang yang kuat,Yang bisa melindungi. Jadilah orang hebat, yang bisa mengayomi. Jadilah orang biasa-biasa saja, jika kau ingin hidup seperti orang biasa yang tak memikirkan harta, Tahta. atau pun segalanya yang berbau kekuatan, Kekuasaan dan sebagainya." Sahut Zhou Ruyue.
"Aku takut kehilangan kalian, jika aku hanya menjadi orang biasa saja. Aku takut ditinggalkan kalian, jika aku tidak memiliki kekuasaan, Bahkan, aku takut untuk sendirian didunia yang kejam, Jika tidak ada pemberi semangat seperti kalian" Ucapnya lalu membelai perut besar itu, "Sehat selalu nak, Jadilah kamu laki-laki yang akan meneruskan langkah ayah, Jika ayah tidak bisa untuk melangkah lagi"
"Aku akan merawatnya dengan baik sayang! tidurlah. Besok mungkin kau akan mendapatkan hati yang tenang. Bersemangatlah karna selalu ada kami istri-istrimu yang mendoakanmu!" Ucap Zhou Ruyue Lagi menutup pembicaraan mereka malam itu.
.............
Setelah selesai menyantap hidangan yang disediakan oleh istrinya dan makan bersama ditemani oleh tiga bidadari yang cantik jelita. Dia menggendong kedua putrinya di sisi kanan dan kirinya. Berjalan sebentar untuk menerima cahaya mentari yang sangat baik untuk tubuh bayi.
__ADS_1
Kemudian duduk di bawah pohon setelah cukup menjemur keduanya "Zhang Mei. Kau akan menjadi wanita idaman para lelaki, Aku yakin itu. kau mewarisi kecantikan ibumu, Kau juga Zang Hua kau tidak kalah cantik dengan saudarimu. Kalian akan mengguncang dunia suatu saat nanti." Zhang San mengeluarkan dua buah kalung permata berbentuk bulan dan Bintang. dia mengalungkan keleher keduanya satu persatu. "Sangat cocok dan kalian akan bersinar terang seperti harapan ayah" Ucapnya lalu mencium keduanya.
Zhang San kembali ke kediamannya dan mengantarkan Kedua bayinya. setelah itu dia menghilang dan muncul kembali di kediaman Han Oyang.
"Guru!" Panggilnya setelah melihat Han Oyang bersandar sambil melihat pemandangan yang cukup indah. Yang dibuatkan oleh dirinya sendiri. Agar Han Oyang tidak bosan berdiam disana.
Han Oyang segera menoleh. Bentuk jiwa itu mendekati Zhang San. "Apa kah kau membawa sesuatu yang berharga?" Tanyanya.
Zhang San menggeleng. "Maafkan aku guru! Jika guru menginginkan sesuatu, Murid pasti akan mencarikannya untukmu." sahut Zhang San dengan cepat.
"Haih" Terdengar helaan nafas dari Han oyang. "Aku terlalu berharap kepadamu" ucapnya mendesah lagi. Lalu melayang kembali meninggalkan Zhang San.
Tentu Zhang San bingung. dan ada tanda tanya besar dikepalanya lalu dia muncul disamping Han Oyang dan berlutut "Katakan apa yang Guru inginkan?" Sebagai murid dia harus berlaku patuh. Meskipun dia pernah menjadi Dewa Penguasa Alam. tapi tubuhnya yang sekarang adalah Murid dari Han Oyang. dan itu tidak merubah apapun.
"Sudahlah, Aku tau kamu berbakti. Tapi yang ku inginkan belum tentu pula dapat kau lakukan!" ucapnya dengan gelengan kepala "Aku ingin memiliki tubuh baru, hingga aku bisa berjalan layaknya manusia pada umumnya."
"Apakah ada kemungkinan seperti itu, Jika jiwamu tersegel didalam pedang?" tanya Zhang San
"Itulah yang masih aku pikirkan!" Sahutnya lagi
"Aku akan bermeditasi lebih dulu untuk mengingat apakah ada metode seperti dalam ingatan penguasa alam"
"Penguasa alam?" Tanya Han Oyang dengan bingung.
__ADS_1
"Ya! Maaf aku belum menceritakannya. Sebenarnya aku bisa disebut adalah Rengkarnasi dari Dewa Penguasa Alam. Dilahirkan di keluarga Zhang dengan Jiwa yang setengah muncul dan setengahnya lagi bersembunyi, Hingga aku mencapai Ranah dewa Merah. Barulah setengah jiwa yang tersembunyi menyatu denga sisa jiwa." sahut Zhang San sambil tersenyum. "Tapi kau tetap menjadi Guruku biar bagaimanapun hal itu tidak akan berubah" Ucap Zhang San lagi membuat Han Oyang terharu.
Jika ada air mata yang bisa dia teteskan. Maka pasti dia akan menangis. Sayangnya itu tidak bisa. Yang dia lakukan hanya memeluk tubuh Zhang San. Walaupun itu tidak benar-benar terasa baginya.
Zhang San tersenyum mendapat perlakuan itu. Dia lalu duduk setelah Han Oyang melepaskan pelukannya.
Dia masuk kedalam keheningan dan mengingat jutaan metode dan teknik yang bisa digunakan untuk memisahkan jiwa dari pedang dan menggantinya dengan tubuh baru yang akan ditempati Han Oyang.
Setelah beberapa waktu. Zhang San membuka mata. dengan bersemangat Han Oyang bertanya. "Bagaimana? Apakah kau mendapatkan solusinya?"
"Aku mendapatkannya. Namun sepertinya kekuatanku saat ini tidak akan mampu. Dan jika dipaksakan akan merusak keseimbangan jiwamu. Aku harus mencapai tahapan Dewa Emas baru bisa memindahkan Jiwa" Ucapnya pelan dengan wajah sedih karna tak bisa membantu Gurunya.
"Tidak masalah, Sekarang kau sudah berada ditahap Dewa Hitam tahap menengah. Hanya melompati satu Ranah saja lagi. Aku akan sabar menunggu hari itu." Sahutnya mencoba menenangkan Zhang San. "Apakah kau tau tentang Naga yang kau masukan kedalam Dunia Jiwa?" Tanya Han Oyang dengan wajah serius.
"Tidak tau Guru? Apakah Guru akan menceritakan detailnya pasaku?"
"Tidak perlu terlalu detail, Karna ku yakin kau akan memahaminya. Intinya. Naga adalah Makhluk yang sombong. hati-hati dengan pembawaannya. Kau bisa menjadi sombong pula nanti jika darahnya mendidih. Dan Naga adalah sosok pemarah. Sebaiknya kau bertemu dengannya dan beri tanda budak kepadanya. Agar suatu hari nanti kau tidak akan terkena masalah. Bukan hanya karna itu, Kau akan lebih dapat diuntungkan dengan kekuatanya saat pertarungan"
"Terima kasih banyak guru. Aku akan segera mengunjunginya" Sahut Zhang San.
"Ya sebaiknya seperti itu. Karna jika dia sudah kembali kemasa puncak kekuatannya. Kau akan kesulitan mengendalikannya terkecuali kau sudah menjadi Penguasa Alam, Aku merasakan dia sedang menyerap begitu banyak energi Dunia Jiwa dan memakan herbal yang kau tanam sesuka hatinya"
Zhang San mengangguk lalu menghilang dari pandangan Han Oyang
__ADS_1