ZHANG SAN

ZHANG SAN
Aku masih baik- baik saja


__ADS_3

Setelah keluar dari kediaman Klan Hong. Zhang San berjalan bersama istri nya dengan santai di jalanan kota. Menyusuri tempat- tempat. Dan mencari makanan yg enak. Menikmati masa indah berdua.


Seiring langkah mereka melihat sebuah faviliun teratai merah.


"Rupa nya mereka ada di berbagai kota." Gumam nya.


"Apa kah kau mau ikut masuk an'er"


"Aku ingin beli pakaian dan bekal kita di perjalanan gege. Boleh kan?"


"Boleh. Kemarikan cincin dimensi mu."


Lalu Zhang San mentransfer kepingan emas nya kedalam cincin dimensi milik Cao Ling An..


"Hati- hati, dan jangan terlalu jauh. Hingga aku bisa mengawasi mu"


"Iya gege" ucap nya sambil mencium pipi Zhang San.


Setelah Cao Ling An pergi. Zhang San kemudian masuk dan langsung menunjukkan token emas nya. Hingga tak ada hal yg tidak di ingin kan terjadi.


Penjaga pun langsung mempersilahkan mereka masuk. Dan melapor kepada meneger cabang.


"Silahkan duduk dulu tuan muda." Ucap pelayan yg bekerja di sana.


"Tuan muda mau minum apa. Biar saya ambil kan?"


"Apa yg ada saja, tak usah terlalu merepotkan" Jawab nya.


Pelayan pun pergi mengambil apa yg bisa di ambil.


Selang beberapa waktu datang satu sosok perempuan dengan tergesa gesa.


"Ma'af, membuat tuan muda menunggu lama" ucap nya sambil menangkup kan tangan


"Saya Shong Jili, dan saya meneger cabang disini."Kalau boleh tau. Keperluan apa yg tuan muda ingin kan." Tanya nya lagi dengan senyum yg manis. Manampil kan barisan gigi putih yg rapi.


"Aku ingin membeli lima puluh Pil Penerobos Alam (pil peningkat kultivasi di ganti nama sebutan nya)


Kemudian dua ratus Pil Pemulih Energi. Dan aku juga ingin menjual beberapa senjata."


"Baik lah kami akan segera menyiap kan pesanan nya."


Pelayan panggil Shong Jili.


"Ya nona...!"

__ADS_1


"Ambil kan pesanan ini." Ucap nya sambil menyerahkan kertas yg berisikan pesanan Zhang San


"Ikut saya tuan muda" ucap nya sambil melangkah lebih dulu.


Zhang San malangkah di belakang. Dan dengan indra sepiritual nya. Dia dapat merasakan beberapa orang di tingkat kaisar tahap awal bersembunyi. Lalu dia tersenyum.


"Apa kau melihat nya. Dia menyadari keberada'an kita"


"Iya aku pun menyaksikan nya sendiri, padahal dia hanya di tingkat prajurit tahap menengah"


"Hust jangan kencang- kencang, kita tidak tau metode apa yg dia pakai. Siapa tau dia menyamar kan tingkatan nya, lebih baik kita lanjutkan tugas kita" ucap penjaga bayangan dari paviliun teratai merah yg lebih senior


Sesampai nya di ruangan meneger. Zhang San lalu berkata.


"Paviliun ini lebih besar dari kota karang mekar. Dan penjaga'an nya juga luar biasa, semua di tingkat Kaisar tahap awal"


Shong jili mendengar itu sontak terkejut lalu dia membatin. "Tuan muda ini tidak sesederhana yg terlihat"


Dia pun tertawa renyah kemudian berkata. "Tuan muda memang luar biasa" ucap nya memberi tepukan tangan. "Silahkan duduk tuan muda" ucap nya lagi.


Mereka berdua pun duduk berhadapan.


"Wusssh....!" beberapa senjata keluar dari cincin dimensi milik Zhang San


"Ini lah yg ingin aku jual. Masalah uang nya nanti saja. Aku belom terlalu membutuh kan nya"


Di sisi lain Cao Ling an yg berjalan sendirian. Tiba- tiba di cegat oleh lima orang laki- laki.


"Hai cantik" ucap seseorang yg terlihat seperti pemimpin nya.


Namun Cao Ling An diam Saja kemudian dia melangkah ke samping kanan mengambil jalan lain.


Akan tetapi dua orang bergerak pula ke samping kiri. Hingga jalan yg di ambil tertutupi lagi oleh mereka.


"Apa yg kau ingin kan" tanya Cao Ling An dengan wajah dingin nya. Meski tetap memakai cadar. Namun orang masih bisa melihat kecantikan yg terpancar dari dirinya.


"Kami menginginkan mu jadi penghangat ranjang kami" seseorang di belakang nya menyahut sambil melepaskan pukulan ke arah belakang Cao Ling An.


Mereka ingin membuat wanita itu pingsan dengan mudah. Akan tetapi Cao Ling An tidak mudah di lawan. Meski lawan nya lebih dari satu dia akan tetap melawan. demi harga diri nya.


Dan dia pun yakin. Suami nya pasti datang membantu.


Cao ling an menunduk kemudian mencabut pedang nya yg entah kapan sudah berada ditangan nya. Kemudian dia berputar dan menyabetkan pedang nya kearah kaki orang tersebut.


Aaaaaaaaaaaaa....!!

__ADS_1


Teriakan menyayat hati terdengar. Semua orang mendengar nya. Empat orang itu begitu terkejut karna tiba- tiba saja teman nya kehilangan kaki nya.


"Waspada. Dia kultivator kuat. Kita salah menilai orang"


"Iya bos. Kita harus bersama- sama menangkap nya" 


"Aku akan menyiksa nya di ranjang, serang" seru pemimpin nya


Mereka pun mencabut pedang dan melesat bersama dari tiga sisi. Namun dengan beberapa gerakan dua orang tumbang, tersisa tiga yg kini terus menggencar Cao Ling An.


"Dia sudah terlihat kehabisan tenaga bos" ucap salah satu sambil menyabet kan pedang nya namun masih dapat di tangkis oleh Cao Ling An.


Dia menari bersama pedang nya dengan teknik pedang rembulan. Yg lembut tapi mematikan.


Namun musuh yg tersisa lumayan tangguh. Hingga beberapa kali Cao Ling An termundur menahan gencaran senjata mereka yg datang silih berganti.


Mereka tak memberikan ruang bagi Cao Ling An dalam mengembangkan teknik nya.


Dan suatu ketika mereka bertiga langsung melepaskan teknik mereka.


"Teknik tingkat pertama, Pedang Membara" wuuush api langsung menyelimuti pedang nya


"Teknik tingkat pertama, Pedang meteor, Pedang nya membesar dan berat.


"Teknik tingkat pertama, Pedang pemburu.


Tiga larik cahaya berbeda warna membawa bahaya yg menakutkan. Mengancam kehidupan Cao Ling An.


Wuuuuuuussh.... booooom.... duaaar....!


Zhang San datang di waktu yg tepat. Dia mengirim kan serangan, tebasan dua gelombang untuk menahan serangan musuh lalu terjadi lah ledakan.


Musuh mengira wanita itu sudah hancur tubuh nya. Namun siapa menyangka dia masih berdiri. Dan di depan nya ada sosok yg berdiri menjadi prisai.


Sebelum nya. Ketika Zhang San menyelesaikan urusan nya. Dia keluar dan mendengar ada nya pertarungan. Lalu dia mendeteksi dengan indra sepiritual nya.


Ketika dia menemukan bahwa istri nya sedang di kepung oleh lima orang. Dia langsung bergerang dengan langkah bayangan secepat kilat.


"Bagaimana keada'an mu an'er?"


"Aku hanya kelelahan saja gege, selebih nya gege bisa melihat nya. Aku masih baik- baik saja"


"Tunggulah disini. Dan minum lah ini" ucap nya sambil menyerahkan pil pemulih energi tingkat menengah. Kemudian dia memalingkan wajah nya. Dan menatap tiga orang yg berada di depan nya dengan aura pedang yg secara tidak sengaja bocor.


"Kalian akan menerima konsekuensi nya" wuuush Zhang San menghilang. Lalu muncul di belakang yg sebelah kiri. Kemudian dia menebas kan pedang nya. Creeeeez satu kepala menggelinding...

__ADS_1


Notes: Beri ruang bagi perubahan. Karna perubahan memerlukan perjuangan bukan duduk diam...


__ADS_2