
Jurang kematian...
Tempat itu di selimuti aura kematian yg mencekam. Begitu baik bagi orang yg berlatih energi kegelapan.
Zhang San menapak kan langkah nya memasuki area atas jurang. Lalu dia menyelimuti tubuh nya dengan api matahari dan melompat terjun kebawah.
Bagai meteor yg jatuh ke bumi. Tubuh Zhang San yg panas membara meluncur terus hingga dia tak tau sudah berapa lama dia dalam keada'an itu.
Bugh.. ugh..!
Dia jatuh berguling. Karna tak mengira akan sampai pada dasar jurang.
Lalu dia menerangi sekitar nya dengan melepaskan api matahari di telapak tangan nya. Wuuuuush...
Berpendar cahaya memperlihatkan tulang tengkorak yg berserakan di setiap kaki melangkah.. "Ternyata benar. Mitos itu memang nyata" gumam nya.
Zhang San terus saja melangkah berjalan di atas hamparan tulang. Hingga dia menemukan sesuatu yg berbentuk seperti pintu. Lalu dia meraba raba, mencari mekanisme untuk membuka pintu tersebut.
Beberapa waktu berlalu dia mondar mandir di tempat itu.
Ahir nya kaki nya mengijak sesuatu yg menggerak kan pintu besar itu. Setelah pintu terbuka. Dia melempar api matahari untuk melihat lebih jauh kedalam. Terlihat aman namun dia tetap waspada. Dia menyalakan lagi api matahari di tangan nya sebagai penerang jalan nya
Lalu melangkah masuk. Dan menyusuri tempat itu. Namun tiba- tiba. Tubuh nya tesedot kearah pusaran angin. Dan memasuki tempat yg asing namun indah.
Zhang San muncul di samping pohon yg rindang. Disana terlihat pemandangan yg sangat indah. Banyak nya burung beterbangan di laut. Ombak pasang menerpa karang. Bebatuan besar membentuk bukit.
Hamparan padang ilalang. Dan banyak pepohonan kecil yg tersusun rapi. Udara sangat sejuk dan energi Qi terasa lebih murni.
"Di mana sebenar nya aku.?" Seluas mata memangdang hanya ada keindahan yg menyejuk kan mata. Dia berjalan kearah kiri, disana terhempar banyak nya tumbuhan herbal. Lalu dia berjalan lurus menuju sebuah rumah.
"Pasti ada penghuni nya. Tak mungkin kan asap keluar sendiri tanpa ada yg di bakar." Gumam nya setelah melihat asap mengepul keluar dari dalam rumah tersebut.
Awal nya dia tak ingin lebih dekat. Karna dia belom tau ada dimana dan kenapa dia ada disini.
Setelah sampai di depan pintu. Tangan mengangkat hendak mengetuk. Tiba- tiba pintu terbuka dengan sendiri nya.
"Ini aneh??" batin nya berpikiran yg tidak karuan. Namun sebuah suara menyadarkan nya.
"Masuk lah, untuk apa kau hanya berdiam disana?"
Zhang San lalu melangkah dengan hati- hati, dan dia melihat seseorang berbaju putih sedang duduk sambil meniup api yg diatas nya terdapat panci yg berisi air.
__ADS_1
"Aku sudah lama menunggu mu anak muda"
"Hah menunggu ku?" tunjuk nya kepada diri sendiri dengan bingung.
"Ya. Duduk lah. Aku sudah menunggu lebih dari sepuluh ribu tahun,
"Apa kah tidak salah mengenali orang senior?"
"Tanda mahkota di dada kanan mu menandakan bahwa kau ada lah anak keturunan nya"
Zhang San meraba tanda yg berada di dada kanan nya. Selama ini dia tidak pernah mengerti tanda apa itu. Karna tidak terlihat jelas. Namun orang ini mengatakan bahwa tanda itu berbentuk mahkota.
"Orang ini sangat kuat. Aku tak bisa melihat tingkatan nya. Tak mungkin juga jika dia berdusta. Dan dia bisa melihat tanda ini meski tertutup pakaian." Batin nya
"Suatu hari nanti. Jika kekuatan mu sepenuh nya bangkit. Tanda itu akan sangat terlihat jelas" Ucap lelaki itu yg mengerti apa yg di pikirkan Zhang San.
"Lalu untuk apa senior menunggu saya?" Tanya Zhang San yg masih penasaran
"Untuk membimbing mu ke jalan yg seharus nya" Jawab orang itu dengan tersenyum. Sambil menyiapkan minuman yg telah di racik nya.
"Minum lah" serah nya ke arah Zhang San.
Lalu Zhang San mengambil dan tangan nya mengambang sambil berpikir ragu.
Setelah mengedarkan indra sepiritual nya. Dan yakin itu bukan lah racu. Zhang San pun menegak minuman itu hingga habis.
"Minuman apa ini. Terasa dingin di tenggorokan, padahal diracik dengan air panas."
Akan tetapi, Sebelum Zhang San bertanya. Dada nya terasa terbakar oleh api yg panas nya melebihi teknik api matahari.
Aaaaaaaaaakh Zhang San berteriak kesakitan. Tulang nya terasa di bakar dan di lebur dalam api mendidih. Namun aneh nya dia merasa organ dalam nya tidak mengalami panas.
Dia terus berteriak menahan sakit yg terus menghancurkan tulang nya.
Hingga beberapa sa'at teriakan itu berhenti karna Zhang San telah jatuh pingsan..
Lelaki itu tersenyum. Dan mengangkat tubuh Zhang San dengan energi nya ke tempat tidur.
.....
Di tengah hutan, kelompok Klan Bai.
__ADS_1
"Bagaimana paman Bai. Suami ku masih belom kembali." Cao Ling An terlihat begitu gelisah menunggu, karna ini sudah melewati hari yg di perkirakan.
"Nak Zhang orang yg kuat dia pasti baik- baik saja. Sebaik nya kita kembali. Nanti paman akan mengantarkan mu ke klan Hong sesuai perminta'an Nak Zhang" tutur Bai Long dengan Lembut.
"Tapi paman...!"
"Yakin lah pada suami mu.."
"Baik lah paman. Aku percaya dengan nya."
"Kita akan berangkat pagi- pagi sekali" Ucap Bai Long kepada yg lain nya.
....
Jurang Kematian.
Zhang San terbangun dan mulai mengerjapkan mata nya. Lalu dia mencoba untuk menggerak kan jari nya dengan perlahan. "Eh bukan kah tulang ku hancur semua, apakah aku bermimpi kemarin." Gumam nya sendiri.
"Apa kau sudah gila karna kesakitan. Hingga berbicara sendiri?"
Zhang San berdiri kemudian mendekat ke arah suara.
"Kalai boleh tau nama senior siapa.?"
"Tak perlu kau tau. Karna sebentar lagi kita akan berpisah" ucap nya singkat dan padat.
"Hemmm. Lalu apa yg harus aku lakukan lagi." Tanya nya
"Ambil lah ini. Dan pelajari lah." Senior itu melemparkan sesuatu yg berbentuk gulungan. Lalu Zhang San Menangkap Nya.
......
Kota karang putih. Selatan kota kediaman Klan Hong.
"Ada apa keperluan apa kalian kesini" tanya penjaga dengan ramah" namun bukan jawaban dengan kata yg di dapat. Melainkan pukulan. Dan beberapa penjaga mengepung nya. Namun mereka tidak banyak membantu . Pada ahir nya beeeeeng...!
Pintu gerbang yg begitu besar dan terbuat dari besi berkualitas terbang bersama penjaga yg ikut terpental karna tendangan yg begitu kuat.
"Panggil patriak mu." Teriak nya dengan lantang kepada penjaga yg masih hidup.
Sedang kan Di dalam kediaman klan Hong. Hong Yubai mendengar suara dentuman langsung melesat keluar dan melihat beberapa penjaga yg mati.
__ADS_1
Kemudian dari belakang menyusul sekelompok anggota klan yg juga terkejut mendengar dentuman itu.
"Siapa yg berani menyerang klan kita" Ucap anggota klan yg baru datang..