ZHANG SAN

ZHANG SAN
Nona Muda


__ADS_3


[Catatan: Ada perubahan dalam tingkatan setiap kultivator mulai dichapter ini, dan chapter sebelumnya akan direvisi kalau ada waktu, Maaf jika membuat Readers tidak nyaman]


Tahapan Kuktivasi Alam Dewa


Dewa Kuning.


Dewa Biru.


Dewa Hijau.


Dewa Merah.


Dewa Hitam.


Dewa Putih.


Dewa Emas


Dan semua tahapan dibagi tiga yaitu Awal, Menengah, Puncak. dan ada kesenjangan kekuatan disetiap tingkatan


"Lantas bagaimana kita harus menyikapi ini Ayah, Jika orang itu datang lagi, Apa kita mampu menghadapinya, sedangkan Guru Xia Bai dan juga tetua Xia Guhui yang berada ditingkat Dewa Hijau tahap awal seperti ayah bisa dibunuh dengan mudah" Xia Hai gelisah hatinya.


"Menurutku dia tak datang lagi, jika kita tidak mencari Xia Meng, ini hanyalah masalah sepele pada awalnya yang akhirnya membesar sedemikian rupa" Xia Lang memijit kepalanya yang pusing sambil memikirkan jalan keluarnya. "Tak pernah aku sebuntu ini, dalam sepanjang sejarah, Klan kita adalah yang mendominasi disepanjang ratusan tahun, Hanya karna satu orang saja kita dibuat seperti ini, Sungguh aku tak habis pikir"


"Kau benar Ayah, Entah apa kah ini karma hingga kita bisa bersinggungan dengan Monster seperti dia, Tapi aku yakin kita masih bisa bertahan jika Kakek keluar dari pengasingan dan naik tingkat segera menembus level puncak Dewa Hijau" Ucap Xia Hai dia memeiliki hati yang gelisah seperti halnya semua orang yang ada diklan.


"Itu harapan satu satunya, Hentikan pencarian Putri Yu! Tarik semua orang yang sudah disebar, Lebih baik kita fokus pada pertahanan!" Perintah Xia Lang lalu dia menghempaskan pantatnya dengan menghela nafas yang sedikit terasa sesak karna gentingnya Klan

__ADS_1


"Baik Ayah.." Xia Hai segera berdiri dan pergi.


..............


Di tengah kota yang ramai berlalu lalang manusia yang sebagian kultivator dan sebagian lagi hanyalah pedagang biasa.


Mereka berjualan apa yang bisa mereka jual, diantaranya Senjata, Artefak pertahanan, Pil bahkan budak.


Bangunan bangunan menjulang tinggi dengan pilar pilar yang besar menopang. dan dengan lantai yang mendominasi warna putih..


Seorang pemuda terlihat memakai setelan warna merah bercampur hitam berjalan seorang diri sambil melihat apa yang sedang orang jual. Dengan santainya dia melangkah hingga seseorang menabraknya dari samping.


"Hati-hati Nona" Zhang San memegang kedua bahu wanita itu yang terjatuh karna menabraknya.


'Keras sekali tubuhnya, Seperti batu Granite saja, Aku yang berada ditingkat Dewa Biru tahap menengah saja harus terjatuh, Padahal dia tidak terlihat memiliki Kultivasi' Gadis itu membatin. "Tidak, Tidak apa apa, Maafkan aku" Ucapnya sambil menatap wajah tampan pemuda itu dengan wajah sedikit panas,


"Lepaskan aku" Tatapnya dengan mata melotot setelah tersadar ada lingkaran tangan dipunggunya hingga menjulur kebahu putihnya, tak pernah dia sekalipun dipegang oleh laki laki lain selain keluarganya. dan ini adalah yang pertama kalinya.


"Aduh, Pakai perasaan dong melepasnya" Teriaknya gadis itu sambil menepuk pantatnya yang sebenarnya tidak sakit, hanya saja dia malu dilihat oleh orang yang ada disekitar sana


Zhang San tetap melangkah pergi, Karna memang dia tak peduli.


"Nona Muda, Apa kau tidak apa apa?" Seseorang segera berlari ketika melihat Nona Muda diklannya itu terduduk dilantai.


"Tangkap seseorang pemuda untukku, dia telah berani melecehkan aku, Dia memakai baju warna merah bercampur hitam dengan rambut terurai berkulit putih bermata sedikit keemasan pada pupilnya!" Perintahnya langsung.


Segera orang itu mengabari anak buahnya yang lain dan dia pun segera melesat terbang mencari dari atas. 'Ini pasti salah Nona sendiri yang tadi berlari karna tak ingin dikawal tapi menabrak seseorang, dan orang itu dituduhnya sudah melecehkan'' Pengawal Pribadi itu menggelengkan kepalanya. 'Kasian sekali nasipmu Nak' dalam hatinya merasa kasianm karna sudah ada beberapa orang yang diperlakukan dengan kejam oleh Nona Muda hanya karna menyinggunya.


Lalu gadis itu balik ke Klannya, Disepanjang jalan dia memikirkan satu Hal. 'Mengapa aku mengingat detail fitur wajahnya, padahal aku hanya memandang sebentar, Pikiran ku mulai kacau' Gadis itu terbayang kembali adegan dimana dia hendak terjatuh dan langsung ditangkap oleh pemuda itu dengan satu tangannya

__ADS_1


Dilain sisi, "Berhenti kau anak muda" Terlihat tiga orang menghadang seorang pemuda,


"Apa kau yakin dia orangnya?" Mereka mulai berbisik satu sama lain.


"Benar, aku yakin dia, Sesuai dengan ciri ciri yang disebutkan oleh Pengawal Nona Muda"


"Tangkap saja dulu, jika salah orang kita bunuh saja nanti"


Mereka bertiga pun menyerang Zhang San, Mereka tidak tau siapa yang mereka lawan, Tapi tetap saja berani bertindak keterlaluan bahkan berniat ingin membunuh lawan.


Zhang San bergeming ditempatnya lalu memukul kepala salah satu yang menyerangnya dengan talapak tangan terbuka dan lurus hingga orang itu langsung terjatuh dan pingsan ditanah.


Dua orang tersisa terkejut mendapati hal itu. "Dia tidak terlihat kuat, tapi bisa mengalahkan kawan kitam cepat kabari Pengawal Nona"


"Baik..!" Segera dia memberitahukan lokasinya kepada Pengawal Pribadi Nona Mudanya.


"Aku tidak pernah bermasalah dengan kalian, kenapa kalian mengusikku, Atau kalian ingin merampokku, aku bukan orang kaya" Ucap Zhang San dengan wajah santai. Melihat mereka ingin menyerang lagi dia pun juga berkata lagi "Biarkan aku lewat, karna aku tak ingin mengotori bajuku dengan darah kalian" Kali ini nada sedikit dingin dan dia mengirimkan sedikit aura pedang hingga dua orang itu menggigil ketakutan dan kaki mereka lemas tak dapat berdiri.


"Auranya sangat kuat, kita layaknya semut dihadapannya, lebih baik kita biarkan saja dia pergi" Bisik salah satunya yang mendapat anggukan dari teman disampingnya.


Zhang San melewati mereka berdua, sedikit memberi lirikan dengan tatapan tajam tapi dia tidak bertanya siapa dan asal mereka.


Langkahnya pun terus berjalan hingga memasuki sebuah Restoran.


Sebuah Resto yang didesain cukup unik dengan banyak warna merah yang mendiminasi dinding serta lantai kramik putih yang terlihat mahal harganya.


"Selamat datang di Resto kami Tuan" Sapa penjaga pintu masuk. Setelah melihat pemuda itu mengangguk dia lanjut berkata "Resto kami memiliki tiga tempat dengan harga yang bervariasi. tuan bisa memilih. Biasa, Vip atau Vvip" Ucapnya sedikit mengenalkan tempat itu


"Apakah ada perbedaan yang besar dari tiap tempat?"

__ADS_1


"Jelas ada tuan, Untuk tempat yang biasa, hanya untuk makanan yang biasa juga, Tapi beda halnya dengan tempat Vip dan Vvip. semua di suguhkan dengan Daging binatang sepiritual tingkat dewa Kuning yang bisa meningkatkan kultivasi seseorang atau juga membantu kemacetan kultivasi. tapi harganya cukup mahal Tuan"


"Soal harga kau tak perlu khawatir"


__ADS_2