
"Aku terperosok dalam perangkap, Permainan kata dari Dewa Penguasa Alam yang ingin menjadi penguasa satu-satunya semua galaxi. dia ingin menyatukan semuanya untuk kesenangannya sendiri. Padahal, Seorang Dewa penguasa alam tak perlu lagi bertindak untuk melakukan hal itu, Karna tidak ada lagi yang menguntungkan buatnya. Hidup damai dalam kebersamaan adalah hal yang begitu indah, Namun semua seperti kembali ke kelahiran sebelumnya, dimana layaknya hati manusia yang bisa dirasuki oleh iblis, Iblis lah yang mengubah pola pikiran kita Penguasa Alam, Karna bosan dengan keadaan dan kekuatan yang menjadi sia-sia, Tidak lagi terpakai, Hatipun dihasut dan terjadilah bencana yang mengakibatkan sepuluh penguasa alam bertarung satu sama lain. Hingga aku harus membagi jiwa ku, dan memecahnya menjadi beberapa jiwa untuk menemukan tubuh yang cocok untuk kembali ke puncak dan menggulingkan kekuasaan Dewa Penguasa Alam yang lalim" Lalu dia cukup lama menceritakan kehidupannya dimasa lampau.
"Aku akan merasuk ketubuhmu, Tapi tidak mengambil kesadaranmu, karna pada awalnya kita memang satu, hanya saja kau akan memiliki semua ingatan masa lalu dan tentang kekuatan dan semua yang pernah aku miliki akan terserap kedalam tubuhmu, meski kau tidak bisa menggunakan semuanya, setidaknya kau bisa memakai metodenya"
Zhang San berdiam sebentar, Lalu dia meyakinkan hatinya dan mengangguk.
Setelah mendapat persetujuan, jiwa lelaki itu merasuk dan menyatu dengan tubuh Zhang San, Namun tidak ada yang terjadi, tidak ada hal yang tak terduga. semua seperti tidak pernah ada apa-apa dan tampak biasa-biasa saja.
Udara disekitar Zhang San meningkat dengan derastis setelah jeda waktu yang cukup lama, reaksi itu baru muncul, entah mengapa itu masih menjadi tanda tanya.
Riak energi semakin banyak yang tertarik ke arah tubuhnya, Layaknya tubuhnya sebuah Magnet.
Duaaar...!! Satu kali ledakan kecil terdengar dalam tubunya, Namun dia masih dapat merasakan energi besar yang bersiap untuk di hempaskan dari dalam dantiannya.
Wush angin menghempas keluar, Duaaar!!
Sekali lagi ledakan terjadi dan itu menandakan dia naik dua tingkat sekarang, Hal yang tak pernah dia duga, sekalipun untuk membayangkannya, Bisa naik tingkat menjadi Tingkat dewa Merah tahap awal hanyalah hayalannya, Namun kini semua itu bukan hayalan semata, ini murni adalah karna bantuan dari jiwa dimasa lalu itu. dia memperkirakan akan memakan waktu puluhan tahun agar dia bisa mencapai tingkat ini.
Setelah semua peningkatan itu Zhang San perlahan berdiri dari duduk nya namun seketika kepalanya pusing.
Goa seperti beputar dan kepalanya terus menerus menambah sakit dan terpaksa dia berteriak dengan keras. hingga satu batang dupa terlewatkan, barulah dia bisa bernafas dengan lega dan menelan ludahnya untuk mengisi keringnya kerongkong tenggorokan.
Zhang San duduk lagi lalu dan memejamkan matanya, Seketika semua metode kultivasi untuk mencapai tingkat tertinggi muncul didalam kepalanya. dan tentang alkimis penciptaan segel dan masih banyak lagi juga tentang teknik tingkat surga dan abadi.
Karna jiwa yang menyatu dalam tubuhnya adalah jiwa penguasa alam maka dia memiliki lebih banyak pengetahuan..
__ADS_1
Setelah mengondisikan semua energi yang berada ditubuhnya, Zhang San lalu keluar dan menghilang
Swosh..!!
Dia muncul di atas langit-langit sekte dan bersembunyi dengan menghilangkan hawa keberadaannya. untuk melihat ujian Masuk murid baru. "Ternyata sudah berakhir" Ucapnya lalu menghilang lagi dan muncul didunia jiwa tempat dimana Xia Meng tinggal dengan ibunya. dia tak sadar sudah berapa lama dia berkultivasi
Wush~~ Putaran angin muncul bersama dirinya yang berada dibelakang Xia Meng yang sedang berlatih, dan dia mengambil ranting lalu melompat ke arah Xia Meng yang menggunakan pedanganya dalam berlatih.
Xia Meng yang sudah belajar banyak dari senior Feng Yaya segera terkejut dan instingnya mengatakan bahwa dia harus melompat ke kanan untuk menghindari sebuah serangan, Dia segera menghindar dengan cepat meski tak secepat gerakan Zhang San, hingga ada pukulan ranting yang mengenai kakinya.
Akh...!!
Xia Meng terduduk dan pedang yang ada digenggamannya dia lempar, lalu membenahi posisinya dan bersujud lalu mendongak dan berkata, "Salam guru, Maaf jika belum sesuai dengan keinginanmu!" Ucapnya dengan raut wajah yang sedikit sedih
"Jangan memasang wajah seperti itu, Karna aku tidak akan kasian, Berdiri dan lawan aku!" Ucap Zhang San.
Meski ada sedikit tidak nyaman dihatinya karna melawan seorang guru, Namun ada batasan yang tak bisa dilanggar olehnya, yaitu menuruti perintah dari sang guru.
Mereka mengadakan latih tanding, dimana Zhang San hanya menggunakan Ranting untuk melawan Xia Meng yang menggunakan pedang, Memang terlihat tidak masuk akal, Namun ketika seseorang sudah memahami Pedang, Apapun bisa menjadi pedang, Bahkan udara bisa menjadi pedang dengan memadatkannya.
Hiyaaat.. Hup Hup Hup. Xia Meng terus saja menyabetkan pedangnya kearah Zhang San, Namun semua tidak sesuai dengan harapannya, Namun dia harus meyakini, Bahwa tingkat yang mereka miliki bagai langit dan bumi, Dan langit itu berada pada lapisan ketujuh.
Akan tetapi, Walau seperti itu, Itu tidak, Bahkan tidak menyurutkan semangat juang dari Xia Meng untuk menggores pakaian milik gurunya itu yang terus melambai mengiringi gerakannya.
Dentang! Aneh bukan, Jika dipikirkan dengan logika, sebuah pedang bertemu dengan ranting bisa menghasilkan bunyi yang seperti itu. namun untuk seorang kultivator seperti Zhang San yang sudah mengetahui niat pedang, dia bisa mengalirkan energi pedang ke ranting, meski ranting itu tak mungkin bisa bertahan cukup lama.
Seperti hal yang terlihat sekarang, Ranting itu patah jadi dua ketika Zhang San dihadiahi Xia Meng tebasan pedang sambil melompat.
__ADS_1
Namun itu juga tidak merubah hasil. Zhang San mengayunkan tinju tangan kirinya dan membuang ranting yang patah ditangan kanannya
Peng!! Bilah pedang itu bergetar menerima tinju yang dilancarkan oleh Zhang San...
"Sudah cukup, Istirahatlah dulu, Nafasmu belum teratur" Ucap Zhang San.
Xia Meng mengatur nafasnya dengan menarik dalam dan menghembuskannya secara perlahan.
Setelah itu dia duduk ditanah dan mendengarkan wajangan yang diberikan oleh Zhang San, sang Guru!
Setelah selesai dengan Xia Meng, Zhang San pergi ketempat terlarang untuk melihat keadaan dua orang muridnya yang lain....
............
Wush Pusaran energi terhempas ketika Guan Zhong dan Wen Hao membuka matanya.
"Kak Guan! Sudah berapa lama kita berkultivasi disini? Menurutmu" Tanya Wen Hao.
"Aku juga tidak mengetahuinya" Jawab Guan Zhong sambil mengedarkan pandanganya ke segala arah.
"Sepertinya kau naik dua tingkat, Adik Hao?"
"Kau juga Kakak Guan" Mereka berdua pun saling tersenyum lalu keluar dari kolam yang tidak lagi mengandung energi sepiritual karna semua sudah terserap oleh mereka berdua.
Zhang San muncul dihadapan mereka.
"Selamat, Kau akhirnya naik tingkat menjadi Dewa Kuning tahap awal" Tatap Zhang San ke arah Guan Zhong, setelah itu dia menatap Wen Hao, Kau juga sudah naik ketingkat suci tahap puncak, Sekarang datangi Xia Meng lalu beri dia beberapa pengarahan. aku titipkan dia sementara dengan kalian" Ucapnya lagi lalu dia menghilang
__ADS_1