ZHANG SAN

ZHANG SAN
Kesempatan Hidup


__ADS_3

Dong Hu masih melayang di udara, Tapi semua orang klan Tian terjatuh. Tidak terkecuali panatua Agung Tian Zhu, dia tak sempat mengantisipasi maka berakhir lah dia dengan saraf yang lumpuh dan semua tenaga menghilang.


Tian Shang bergegas turun langsung menangkap Tangan patriak Sekte Tangan Beracun lalu memelintir nya.


Aaaaaakh..! Semua orang memandang ke arah suara. Ada sebagian yang tersenyum karna bahagia. Ada pula sebagian yang murka, tentu yang murka ada lah pihak Tian Cho.


"Jika kau tak memberikan obat penawar nya. Maka kematian mu akan ku segera kan" Ucap Tian Shang dingin di samping telinga Patriak tangan beracun.


"Haha haha bunuh lah aku, Aku tak kan takut" Sahut nya tertawa


Patriak Tian Shang langsung meraih leher Dari patriak sekte Tangan Beracun lalu memelintir nya. Terdengar bunyi renyah disana. Lalu tubuh tanpa nyawa itu terjatuh. Dengan tekanan kekuatan yang di pancarkan oleh Tian Shang. Jelas patriak Tangan Beracun tak bisa bergerak. Maka nya dia pasrah.


Semua orang menatap ngeri. Begitu mudah membunuh Tingkat suci tahap puncak.


Zhang San mendekat ke arah Tian Zhu lalu memberikan Pil anti racun,


Untung saja aku membuat banyak Pil dari esensi empedu ular. Jika tidak mungkin akan sulit mengatasi permasalahan ini.


"Bagaimana keadaan mu Paman Dong?" Teriak Zhang San sambil menatap ke arah Dong Hu.


"Aku baik baik saja tuan muda" Sahut nya.


Sementara Tian Shang menatap tajam Tian Cho, orang yang selama ini dia sayang. Orang yang di anggap nya sebagai adik, Orang yang kini ingin menghancurkan Klan nya.


Tian Cho mundur selangkah melihat tatapan itu. "Hanya dengan tatapan nya saja tubuh ku bergetar" Gumam nya, Dia menyapu peluh yang membasahi kening nya.


Tian Shang mengalihkan pandangan nya ke arah Lei Kang, Dia bergerak Swoosh!


Braak.! Tubuh Lei Kang terpelanting ketanah dan membuat siring dangkal disana. Tanpa energi hanya kekuatan fisik. Fisik seorang yang berada di tingkat dewa memang berbeda.


"Paman.." Teriak Tian Cho, Yang awal nya dia tak berani. Sekarang berani menyerang Tian Shang karna melukai Paman nya.


Tian Cho mengangkat pedang nya. Lalu menebaskan ke arah Patiak Tian Shang yang mendekati Lei Kang yang kini masih belum bangkit. Terlihat semburat cahaya berwarna hitam melaju dengan cepat di mata semua orang yang memandang nya.


Tapi di mata patriak Tian Shang serangan itu begitu pelan. Dia hanya menarik kaki nya sebelah dan menggeser badan nya. Serangan itu pun meleset dan hanya mengenai udara kosong semata.


Duar! Tian Shang mengarah kan tangannya ke perut Lei Kang, "Aku sudah menghilangkan kultivasi mu, Jangan sombong di kemudian hari" Lalu Tian Shang menedang nya ke arah Tian Cho.

__ADS_1


Tian Shang mengeluarkan tekanan tingkat dewa nya yang hanya di fokuskan untuk pengikut Tian Cho. Lalu dia berkata kepada Tian Cho "Bawalah paman mu pergi dan semua orang yang ikut dengan mu, Tapi ingat selangkah saja kamu menginjak kan kaki di wilayah ini, Maka kamu akan kehilangan kaki"


Tian Shang memberi Tian Cho sebuah kesempatan hidup. Karna mereka pernah menjadi adik kakak.


Dan adapun Pengikut nya yang sudah merasakan tekanan luar biasa langsung berbalik dari lari.


Tian Shang membiarkan mereka. Karna tidak semua orang pengikut Tian Cho yang benar benar ingin melawan klan Tian. Terlihat dari beberapa wajah yang menunjuk kan keraguan


Tian Cho pergi membawa dendam di hati.


Tian Shang berpaling dan melihat keadaan pihak nya yang terkena racun, namun terlihat mereka sudah baik baik saja lalu Dia mendatangi anak nya. "Bagaimana keandaan mu Wujie?" Tanya nya.


"Baik saja ayah" Sahut nya yang langsung menghambur kan diri kepelukan ayah nya.


"Kau terlihat kurusan" Ucap Tian Shang lagi lalu melepaskan pelukan nya. "Ini adalah pembelajaran bagi mu, jika nanti ayah sudah tidak ada lagi. Maka kau lah yang akan mewarisi tahta Klan ini, Giat lah berlatih, tidak ada kata terlambat, Bagi orang yang percaya bahwa dia bisa menjadi orang kuat" Kata nya lagi menasehati.


"Baik ayah, Pulang nanti aku akan giat berlatih!" Tian Wujie terlihat sangat bersemangat.


"Bagus nak, Ayo lihat paman Zhu" Tian Shang mengajak Tian Wujie untuk melihat keadaan Tian Zhu yang masih dalam pemulihan. Karna dia yang terdekat otomatis dia yang terbanyak menghirup asap racun itu


"Hidup Tuan Kota"


"Hidup Tuan Kota"


Sepanjang jalan mereka meneriak kan tiga kata itu. Semua orang di kota bersuka cita menyambut pasukan perang yang selamat.


Terlihat anak kecil berlari membelah pasukan hanya untuk mencari ayah nya. Ada pula istri yang mencari suami nya. Juga ada ibu yang menunggu anak nya pulang dengan selamat.


Tian Shang dari atas langit tersenyum melihat itu. "Sungguh damai itu indah" ucap nya.


Malam datang menyambut kemeriahan kota yang berpesta.


"Silah kan duduk Nak Zhang, Tetua Dong" Ucap Tian Shang yang menyambut mereka dalam perjamuan makan


"Terima kasih patriak"


"Terima kasih patriak"

__ADS_1


Lalu mereka berdua duduk di tempat yang di sediakan.


"Tolong perhatian nya sebentar" Teriak Tian Shang mendiam kan semua orang yang sibuk berbicara dengan orang yang ada di dekat mereka 


"Perkenal kan, Dua orang ini, Bukan anggota Klan Kita, Tapi mereka berjasa besar untuk kelangsungan Klan ini, terutama untuk anak muda itu, dia yang telah menyembuhkan aku dari penyakit"


Semua orang menatap kagum kepada mereka berdua. Terlebih lagi untuk Zhang San.


Tapi Zhang San diam saja dia tak ingin terlalu menjadi perhatian orang banyak.


"Silah kan nikmati makanan yang sudah di sediakan" Ucap Tian Shang lagi


Lalu keluar beberapa penari dan satu orang membawa alat musik berupa kecapi dengan enam belas senar.


Lalu dia memainkan nada indah yang dia kuasai, petikan kecapi terdengar seperti melodi yang menghanyut kan perasaan. Membawa kerinduan, membawa kebahagiaan.


Zhang San keluar setelah minta izin kepada patriak Tian Shang. Dia mencari tempat duduk di arah taman dan memandang bulan yang terang.


"Apakah engkau memandang bulan yang sama malam ini, Bidadariku?" Ucap nya.


Kerinduan nya terbangkitkan kembali setelah mendengar lagu yang di bawakan oleh pemain musik itu.


"Nak..!"


Zhang San menoleh dan mendapati Tian Zhu di sana berdiri dengan secangkir arak.


"Apa yang membuat mu terlihat gelisah?" Tanya nya.


"Aku hanya merindukan istriku Senior" Ucap nya menunduk dengan nada sedih.


"Kemana istri mu?" Tanya nya lagi yang kini duduk di sebelah Zhang San


"Dia pergi entah kemana, dan aku masih mencari nya" Sahut nya sambil menyeka air mata bening yang keluar


"Sabar, suatu hari kau pasti akan bertemu dengan nya lagi, Menangis lah tak perlu malu, Karan lelaki yang kuat jika sudah menangis karna cinta nya. Berarti tanda nya lelaki itu sangat menyayangi wanita nya" Ucap Tian Zhu setelah itu dia juga diam dan ikut mengenang Istri nya yang mungkin sudah ada di surga...


🙏🙏 Tubuh kurang fit. batuk kering menyerang membuat kepala agak pusing.

__ADS_1


__ADS_2