ZHANG SAN

ZHANG SAN
Hutan Iblis (Membalas 2)


__ADS_3

"Patriak... Patriak ada penyusup di depan gerbang Kota" penjaga gerbang kota itu segera masuk tanpa permisi.


Mereka yang berada diruangan itu sangat kesal dengan penjaga itu, Karna dia sangat mengganggu apa yang mereka sedang diskusikan.


"Berapa orang" Sou Yu bertanya, Kini dia menjabat sebagai panatua agung Klan Iblis.


"Ha-Hanya satu tetua agung"


Wushh... Tekanan yang mendalam keluar dari tubuhnya dan dia berdiri menatap penjaga itu, "Jika kalian di luar sana tidak bisa menghadapi satu orang, Apa gunanya hidup" Ucapnya lalu melebihkan tekanannya hingga penjaga itu mati dengan darah yang keluar dari beberapa lubang ditubuhnya.


"Aku sendiri yang akan kesana untuk melihatnya, Patriak lanjutkan saja apa yang sudah kita diskusikan tadi" Selesai berkata Sou Yu langsung melesat keluar dari ruangan itu.


.............


Diluar gerbang Hutan Iblis. Zhang San sudah menghabisi semua penjaga yang menghadangnya. Mereka yang hanya berada di tahap awal Dewa Langit hanya seperti semut bagi Zhang San.


'Akhirnya ada yang kuat yang datang'


Terlihat siluit seseorang yang melayang diudara menatap Zhang San dengan tajam, Dia masih punya dendam dengan pemuda itu, Tak mungkin dia lupa siapa pencuri Api Hitam dan juga pembunuh Patriak Sou Yi dan anaknya Sou Ji, Setidaknya itulah yang diceritakan oleh Sou Shang, Tak mungkin dia menceritakan hal yang sebenarnya, Bahwa dia yang membunuh Patriak Sou Yi


"Kembalikan harta Klan kami" Teriaknya tanpa menurunkan niat membunuh yang dia Fokuskan kepada pemuda itu, 'Kenapa dia terlihat tidak terpengaruh dengan niat membunuh milikku? Apakah dia memiliki harta yang mampu menahan niat membunuh seseorang?' dalam hatinya terus berpikir hingga tanoa sadar bahwa pemuda itu sudah menghilang dari tempat sebelumnya dia berpijak.


"Kemana dia menghilang?" gumamnya, Dia segera mengedarkan pandangannya dan mempertajam indra sepiritualnya.


Seketika dia berpaling ketika dia merasakan ada aura yang berada dibelakangnya.

__ADS_1


Braaak... Akh..!


Sou Yu terkena pukulan tunggal yang langsung bersarang dipunggungnya dan kini dia terbang kearah luar Kota dari menuju Hutan sesungguhnya. Bukan terbang yang terkendali, Terbang akibat pukulan.


Dengan kecepatan Cahaya Zhang San bergerak seperti berteleportasi. dia menunggu datangnya Tubuh Sou Yu yang belum menemukan momentumnya untuk mendarat.


Ayunan tangan sudah menunggunya, dan itu mengenai wajah nya. Bruuuk! Pukulan sekeras batu menenggelamkan hidungnya dan mengirim dia terbang lagi hingga memasuki kota.


Zhang San terus menyusul nya dan memberikan tendangan lagi di wajah Sou Yu tanpa Sou Yu bisa mencegah atau menghindarinya hingga tubuhnya menghantam kediaman yang paling megah disana, Zhang San meyakini disana lah Ayahnya Sou Ji yang dulu hendak membunuhnya berada. karna ada beberapa aura kuat yang berkumpul disana, Meskipun dia cukup yakin dapat mengalahkan mereka semua.


Boooom...


Asap mengepul dan debu yang beterbangan dihempaskan oleh tetua yang lainnya. hingga nampaklah tubuh tanpa nyawa yang sudah hancur kepalanya. tapi mereka jelas dapat mengenali tubuh siapa itu, Karna baru saja mereka berpisah.


"Dimana kah patriak yang arogan itu berada?" Zhang San melayang diatas kediaman megah itu, Dan menatap kerununan tetua yang rambutnya memutih dengan wajah yang merah, Tapi bukan merah karna marah tapi memang dasar seperti itu bentuknya.


Sou Shang melayang, "Tangkap dia, Dialah pembunuh Patriak Yi" Suara Sou Shang langsung menggerak kan hati para tetua yang ada disana, Mendengar kalimat itu, pun jantung mereka berpacu dengan cepat dan amarah kian meningkat


"Serang...!" Entah tetua mana yang bersuara tapi berkat suara itu semua tetua yang ada disana langsung melesat dengan masing masing teknik yang mereka kuasai.


"Teknik Taring iblis, Taring Penghancur!" Sebuah taring yang berbentung pedang pendek segera terdengar menyerang Zhang San yang masih tenang dengan senyum percaya dirinya.


Swosh .. serangan itu lewat, Hampir mengait hidungnya. Dia dapat menghindarinya lalu bergerak ke samping kanan, Ada seseorang yang masih belum selesai menggumamkan tekniknya, Zhang San memilih orang itu lebih dulu,


Dia menghilang lalu muncul dihadapan tetua itu dan langsung mengarahkan tangannya ke arah tenggorokan

__ADS_1


"Akkh.. tetua itu ingin bersuara tapi tidak bisa karna Zhang San mencekik dengan kencang, Dua serangan dapat dirasakan oleh Zhang San mengarah kepunggungnya. Tapi satu hal yang orang lain tidak tau, Dia bisa menggunakan teleportasi, Meskipun dulu dia bisa berpindah hanya sepuluh meter. tapi untuk sekarang tentu dia bisa mengatur sendiri. karna tingkatannya cukup memenuhi syarat.


Booomm...! Mereka mengorbankan seorang tetua hanya untuk membunuh Pemuda itu yang sudah membuat mereka marah.


"Akhirnya dia mati" Patrkak Sou Shang tersenyum karna tidak bisa lagi merasakan keberadaan dua orang itu.


"Hahaha, Jadi kau patriak sekarang, dan kau menuduhku membunuhnya, Apakah tidak salah, Aku yakin kaulah pembunuhnya sebenarnya yang mengkambing hitamkan orang lain demi kedudukan yang mungkin hanya sementara kau miliki, Dasar iblis licik, Kau membuka aibmu sendiri" Zhang San muncul diudara kekosongan sendirian, Sekarang dia lebih mudah membuka portal dimensi sesuka hatinya. jika tidak berada ditingkat Dewa Surga tahap menengah mungkin dia akan memerlukan waktu yang cukup dan konsentrasi penuh.


Semua tetua yang ada disana menatap Sou Shang, "Apa kalian percaya dengan seorang manusia? manusia itu adalah yang paling banyak berdusta, Berbohong bahkan munafik, dan mereka sering mengadu domba, seperti halnya kita sekarang yang ingin di adu dombanya, Cepat serang lagi dia, Jangan biarkan Lolos" Patriak Sou Shang, Menyerang lebih dulu dengan segenap kekuatan yang dia miliki.


Melihat serangan datang dengan cepat kepadanya, Zhang San lebih memilih menghindar, dan berpindah tempat kearaah tetua yang ada lima orang dibelakang Sou Shang.


Blink... Zhang San berteleportasi secara acak dan dia telah menentukan tujuannya.


Bugh bugh Beng... Tiga orang terlepar menjauh dari tempat kediaman itu, Entah masih hidup atau sudah mati belum dipastikan.


Dua orang yang tersisia disana sangat terkejut dengan kedatangan yang tiba tiba itu. mereka pun segera mundur menjauh.


"Aaaargh bajingan ini, dia bisa berteleportasi, Ini sangat merepotkan" Sou Shang bergumam lalu dia menggunakan teknik spesial tubuh Asyura miliknya.


"Teknik perubahan bentuk, Tubuh Asyura!" Sou Shang berteriak kencang lalu perubahan mulai terjadi padanya di iringin dengan hembusan angin yang kencang membuat rambutnya melayang dan melambai lambai.


"Teknik Melempar Bintang, Hancurkan!" Sebelum perubahan maksimal terjadi Zhang San sudah menyiapkan tekniknya dengan dia muncul di belakang Sou Shang yang sedang bertransformasi, dia segera melemparkan nya dengan jarak kurang dari satu meter. dan tak mungkin Sou Shang dapat menghindarinya.


Boooom.. Duaar..!

__ADS_1


__ADS_2